Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 25 Juni 2025 | 18:36 WIB
Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?
Suntikan modal Danantara ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebesar Rp6, 65 triliun menuai sorotan tajam. Foto Ist.

Suara.com - PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM, bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mengucurkan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp 6,65 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

Suntikan dana awal ini merupakan bagian dari total dukungan pendanaan fantastis yang diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun.

Dana segar ini, menurut informasi, akan digunakan untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair and overhaul (MRO) Garuda Indonesia. Namun, keputusan untuk menggunakan dana setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke BPI Danantara guna menyelamatkan Garuda ini langsung menuai sorotan tajam.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, dengan tegas menyatakan bahwa langkah tersebut berpotensi besar bisa menjadi jebakan "moral hazard" di kemudian hari.

Bhima mengkritik bahwa alih-alih mengalokasikan dana setoran dividen BUMN untuk investasi dan proyek-proyek yang menguntungkan, lembaga yang diharapkan menjadi "mesin gerak" pertumbuhan ekonomi ini justru disibukkan dengan membantu perusahaan pelat merah yang sedang kesulitan.

"Sepertinya pada tahun pertama fokus Danantara adalah konsolidasi aset, pembenahan manajerial, dan perbaikan kinerja keuangan beberapa BUMN yang memang bermasalah," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/6/2025).

Padahal, ekspektasi dari investor swasta, baik domestik maupun asing, serta perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Danantara, justru jauh berbeda. Mereka berharap Danantara segera memanfaatkan dividen yang terkumpul dari BUMN untuk mendanai proyek-proyek yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, mendorong lapangan kerja, dan berkolaborasi dengan pelaku usaha swasta.

"Jadi resource atau sumber dayanya kalau sebagian hanya digunakan untuk melakukan konsolidasi BUMN itu, itu bisa terkuras, bisa kurang efektif dan kurang efisien dalam mendorong tujuan Danantara untuk menjadi engine of growth," tegas Bhima, menyiratkan kekhawatiran akan fungsi utama Danantara yang bisa terganggu.

Bhima menilai, menyuntik Garuda dengan dana dividen BUMN adalah keputusan yang sangat berisiko. Menurutnya, maskapai nasional itu sudah memiliki segudang masalah keuangan sejak lama.

baca juga

"Kenapa? Karena kalau menyuntik Garuda ini kan dari dulu sudah punya masalah banyak dari segi keuangan. Jadi dana dari dividen yang diputar kepada perusahaan-perusahaan seperti Garuda, ya tentu moral hazard-nya juga akan tinggi," jelas Bhima. Konsep moral hazard di sini merujuk pada potensi di mana manajemen atau pihak terkait Garuda akan cenderung kurang hati-hati dalam pengelolaan keuangan jika tahu akan selalu ada "penyelamat" dari pemerintah.

Ia mempertanyakan perhitungan return on investment (ROI) jika dana dividen tersebut disalurkan ke Garuda. Padahal, Danantara diharapkan mendanai proyek-proyek yang bankable, yakni proyek yang memiliki kelayakan finansial dan potensi keuntungan jelas.

"Itu yang menjadi [masalah] ketika masuknya lebih ke arah restrukturisasi ataupun dari keuangan dari BUMN," imbuh Bhima, menyiratkan bahwa penggunaan dana dividen untuk restrukturisasi keuangan BUMN bermasalah justru bisa kontraproduktif terhadap tujuan utama Danantara sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Bhima juga menyoroti kondisi ekonomi global yang penuh dinamika, termasuk konflik di Timur Tengah. Situasi eksternal ini membuat peran Danantara sebagai "mesin gerak" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menjadi sangat diharapkan. Jika sebagian besar sumber daya Danantara terkuras untuk menalangi BUMN yang bermasalah seperti Garuda, maka fungsi utamanya sebagai leverage pertumbuhan ekonomi bisa terganggu.

Sebelumnya, PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM sebagai bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan memberikan dukungan awal kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp 6,65 triliun.

Suntikan dana itu untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair and overhaul (MRO), yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun (asumsi kurs Rp 16.328 per dolar AS).

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, langkah ini merupakan wujud dari pendekatan baru dalam restrukturisasi dan transformasi persero di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Garuda Indonesia bukan sekadar entitas bisnis, tetapi merupakan simbol kedaulatan udara dan kebanggaan nasional.

Dony menjelaskan, penyaluran dana ini adalah bentuk nyata dari mandat transformasi yang kami emban, dengan pendekatan yang profesional, terukur, dan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik. "Kami bukan sekadar memberikan pendanaan, namun kami hadir sebagai pemegang saham dengan mandat yang jelas dan pendekatan institusional," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Melalui Danantara Asset Management, Dony memastikan proses transformasi berjalan sesuai rencana, dan setiap tahapan akan dievaluasi secara berkala berdasarkan capaian dan akuntabilitas. Hal ini disampaikan usai Danantara Indonesia dan Garuda Indonesia secara resmi mengumumkan langkah akseleratif dalam pengelolaan portofolio strategis guna mendukung transformasi komprehensif maskapai nasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 17:15 WIB

Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?

Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:33 WIB

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Laporan CrowdStrike 2026: AI Kini Menjadi Senjata Utama Pelaku Siber

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027

Dibintangi Margaret Qualley, Remake Film Possession Tayang Juni 2027

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Crunchyroll Dapat Hak Distribusi Internasional Film Baru Makoto Shinkai

Crunchyroll Dapat Hak Distribusi Internasional Film Baru Makoto Shinkai

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:15 WIB

BRI Poso Bersama Kejari Tuntaskan Kendala Administrasi Kredit ASN

BRI Poso Bersama Kejari Tuntaskan Kendala Administrasi Kredit ASN

Bri | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13 WIB

Hafalan Surah Ad-Dhuha Jadi Gimmick Promosi Miras, Polisi Diminta Usut Dugaan Penistaan Agama

Hafalan Surah Ad-Dhuha Jadi Gimmick Promosi Miras, Polisi Diminta Usut Dugaan Penistaan Agama

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:13 WIB

17 Rekomendasi Doorprize Malam Puncak 17 Agustus yang Memuaskan

17 Rekomendasi Doorprize Malam Puncak 17 Agustus yang Memuaskan

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek SKB 3 Menteri dan Pengumuman Pemerintah

Apakah 18 Agustus 2026 Cuti Bersama? Cek SKB 3 Menteri dan Pengumuman Pemerintah

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Khali the Killer Malam Ini di Trans TV: Dilema Pembunuh Bayaran demi Biaya Berobat Nenek

Khali the Killer Malam Ini di Trans TV: Dilema Pembunuh Bayaran demi Biaya Berobat Nenek

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:09 WIB

Demutualisasi Siap Dilakukan, Bos BEI Sudah Punya Calon Investor Mau Caplok Saham Bursa

Demutualisasi Siap Dilakukan, Bos BEI Sudah Punya Calon Investor Mau Caplok Saham Bursa

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Kota Serang Darurat Tenaga Pengajar, Puluhan SD dan SMP Kekurangan 300 Guru

Kota Serang Darurat Tenaga Pengajar, Puluhan SD dan SMP Kekurangan 300 Guru

Banten | Rabu, 12 Agustus 2026 | 14:08 WIB

×