Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.905,620
LQ45 668,634
Srikehati 330,295
JII 446,889
USD/IDR 17.410

Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 25 Juni 2025 | 18:36 WIB
Kenapa Danantara Suntik Modal Garuda Rp6,65 Triliun yang Sedang Alami Masalah Keuangan?
Suntikan modal Danantara ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) sebesar Rp6, 65 triliun menuai sorotan tajam. Foto Ist.

Suara.com - PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM, bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan mengucurkan pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp 6,65 triliun kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA).

Suntikan dana awal ini merupakan bagian dari total dukungan pendanaan fantastis yang diperkirakan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun.

Dana segar ini, menurut informasi, akan digunakan untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair and overhaul (MRO) Garuda Indonesia. Namun, keputusan untuk menggunakan dana setoran dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke BPI Danantara guna menyelamatkan Garuda ini langsung menuai sorotan tajam.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, dengan tegas menyatakan bahwa langkah tersebut berpotensi besar bisa menjadi jebakan "moral hazard" di kemudian hari.

Bhima mengkritik bahwa alih-alih mengalokasikan dana setoran dividen BUMN untuk investasi dan proyek-proyek yang menguntungkan, lembaga yang diharapkan menjadi "mesin gerak" pertumbuhan ekonomi ini justru disibukkan dengan membantu perusahaan pelat merah yang sedang kesulitan.

"Sepertinya pada tahun pertama fokus Danantara adalah konsolidasi aset, pembenahan manajerial, dan perbaikan kinerja keuangan beberapa BUMN yang memang bermasalah," kata Bhima saat dihubungi Suara.com, Rabu (25/6/2025).

Padahal, ekspektasi dari investor swasta, baik domestik maupun asing, serta perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Danantara, justru jauh berbeda. Mereka berharap Danantara segera memanfaatkan dividen yang terkumpul dari BUMN untuk mendanai proyek-proyek yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, mendorong lapangan kerja, dan berkolaborasi dengan pelaku usaha swasta.

"Jadi resource atau sumber dayanya kalau sebagian hanya digunakan untuk melakukan konsolidasi BUMN itu, itu bisa terkuras, bisa kurang efektif dan kurang efisien dalam mendorong tujuan Danantara untuk menjadi engine of growth," tegas Bhima, menyiratkan kekhawatiran akan fungsi utama Danantara yang bisa terganggu.

Bhima menilai, menyuntik Garuda dengan dana dividen BUMN adalah keputusan yang sangat berisiko. Menurutnya, maskapai nasional itu sudah memiliki segudang masalah keuangan sejak lama.

"Kenapa? Karena kalau menyuntik Garuda ini kan dari dulu sudah punya masalah banyak dari segi keuangan. Jadi dana dari dividen yang diputar kepada perusahaan-perusahaan seperti Garuda, ya tentu moral hazard-nya juga akan tinggi," jelas Bhima. Konsep moral hazard di sini merujuk pada potensi di mana manajemen atau pihak terkait Garuda akan cenderung kurang hati-hati dalam pengelolaan keuangan jika tahu akan selalu ada "penyelamat" dari pemerintah.

Ia mempertanyakan perhitungan return on investment (ROI) jika dana dividen tersebut disalurkan ke Garuda. Padahal, Danantara diharapkan mendanai proyek-proyek yang bankable, yakni proyek yang memiliki kelayakan finansial dan potensi keuntungan jelas.

"Itu yang menjadi [masalah] ketika masuknya lebih ke arah restrukturisasi ataupun dari keuangan dari BUMN," imbuh Bhima, menyiratkan bahwa penggunaan dana dividen untuk restrukturisasi keuangan BUMN bermasalah justru bisa kontraproduktif terhadap tujuan utama Danantara sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.

Bhima juga menyoroti kondisi ekonomi global yang penuh dinamika, termasuk konflik di Timur Tengah. Situasi eksternal ini membuat peran Danantara sebagai "mesin gerak" untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi menjadi sangat diharapkan. Jika sebagian besar sumber daya Danantara terkuras untuk menalangi BUMN yang bermasalah seperti Garuda, maka fungsi utamanya sebagai leverage pertumbuhan ekonomi bisa terganggu.

Sebelumnya, PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM sebagai bagian dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan memberikan dukungan awal kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berupa pinjaman pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp 6,65 triliun.

Suntikan dana itu untuk mendanai kebutuhan maintenance, repair and overhaul (MRO), yang merupakan bagian dari total dukungan pendanaan bernilai sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16,3 triliun (asumsi kurs Rp 16.328 per dolar AS).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Kritik Pedas usai Danantara Suntik Modal Rp6 T ke Garuda: Sakit Jantung Tapi Obatnya Sakit Kulit!

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 17:15 WIB

Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?

Selain Garuda, BUMN Mana Lagi yang Bakal Dapat Dana Segar dari Danantara?

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:33 WIB

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bos Garuda Indonesia Janji 2026 Perusahaan Bisa Untung

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 08:48 WIB

Terkini

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:35 WIB

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:02 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:00 WIB

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:24 WIB

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Rupiah Tembus di Rp17.500, Pedagang Elektronik: Harga Sudah Naik 5 Persen

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 19:07 WIB

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Rupiah Tembus Rp17.528, Harga Laptop dan Ponsel di Mall Ambasador Terancam Melonjak

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:58 WIB

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Siap-siap! Dana Rp 31,5 Triliun Bakal Hilang dari Pasar Modal RI

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:32 WIB

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

RI Bakal Punya Pusat Riset Timah di Bangka

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Gegara Pelemahan Rupiah, Harga AC dan TV Langsung Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 18:05 WIB

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Pegadaian Semarang Luncurkan BCC 2026 di UNNES, Lebih dari 1.000 Mahasiswa Hadir

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:58 WIB