Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.799.000
Beli Rp2.670.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.492

Bahlil Sebut Butuh Investasi Rp 25 Triliun untuk Proyek EBT di 15 Provinsi

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 26 Juni 2025 | 13:37 WIB
Bahlil Sebut Butuh Investasi Rp 25 Triliun untuk Proyek EBT di 15 Provinsi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia saat sambutan peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur/(Tangkapan Layar Youtube Kementerian ESDM).

Suara.com - Pemerintah terus menggenjot pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) di berbagai wilayah Indoneua. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebu total investasi untuk pembangunan dan pengoperasian proyek-proyek EBT di 15 provinsi Indonesia mencapai angka fantastis, yakni Rp25 triliun.

Hal ini diutarakannya, saat sambutan dalam Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Blawan Ijen Unit 1, Bondowoso, Jawa Timur, yang disiarkan di Youtube Kementerian ESDM, Kamis, 26 Juni 2025.

"Pada acara hari ini kita meresmikan 15 provinsi, proyek pembangkit listrik energi baru terbarukan dengan total kapasitas sebesar 379,7 megawatt (MW) dengan total investasi kurang lebih sekitar Rp25 triliun," kata Bahlil.

Dalam peresmian tersebut, pemerintah mengoperasikan sejumlah pembangkit berkapasitas total 120 MW, termasuk PLTP Blawan Ijen yang menjadi sorotan karena merupakan pembangkit panas bumi pertama di Jawa Timur. Di lokasi tersebut, kapasitas operasional saat ini tercatat 34,9 MW.

Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom]
Pekerja menyelesaikan pekerjaan pada proyek sumur produksi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (6/9/2022). [ANTARA FOTO/Anis Efizudin/tom]

PLTP Blawan Ijen Unit 1 merupakan hasil kerja sama dengan PT Medco Cahaya Geothermal. Proyek ini telah resmi memasuki tahap Commercial Operation Date (COD) sejak 9 Februari 2025, dengan kapasitas awal 34,5 MW, dari total target kapasitas 110 MW.

Rencana pengembangan PLTP Blawan Ijen mencakup penambahan kapasitas 45 MW dan 25 MW pada tahap kedua dan ketiga. Artinya, dalam beberapa tahun mendatang, pembangkit ini akan beroperasi dengan kapasitas penuh sebesar 110 MW.

Pembangkit ini disalurkan ke jaringan listrik Jawa melalui perjanjian jual beli tenaga listrik (PJBTL) sejak 27 Februari 2013, dengan harga 8,58 sen dolar AS/kWh, ditambah 0,3 sen dolar AS/kWh untuk komponen transmisi (komponen E).

Untuk mendukung pengoperasian PLTP Ijen, telah dibangun 83 menara transmisi dan jaringan 150 kV, yang berperan penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali serta memenuhi kebutuhan listrik sekitar 85 ribu rumah tangga.

Dari sisi penerimaan negara, proyek ini juga menjanjikan kontribusi besar. Bila beroperasi normal pada kapasitas 34 MW, potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diperkirakan mencapai Rp15 miliar per tahun. Jika pengembangan mencapai kapasitas 110 MW, maka PNBP dapat meningkat menjadi Rp39 miliar per tahun.

Tak hanya itu, potensi bonus produksi dari PLTP Ijen pun sangat signifikan. Dengan kapasitas 34 MW, bonus produksi yang bisa didapat mencapai Rp2,1 miliar, dan bisa melonjak hingga Rp6,9 miliar jika beroperasi penuh di kapasitas 110 MW.

Selain PLTP Ijen, peresmian kali ini juga mencakup pengoperasian sejumlah PLTP lain yang telah COD, serta groundbreaking pembangunan PLTP baru, penambahan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), dan peningkatan produksi minyak sebesar 30 ribu barel per hari di Blok Cepu.

Sebelumnya, Kementerian ESDM secara resmi menetapkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2035 dengan target ambisius penambahan pembangkit listrik sebesar 59,2 gigawatt (GW) dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Rencana ini menandai pergeseran besar ke arah pemanfaatan energi bersih, dengan porsi terbesar berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).

Dari total target penambahan pembangkit tersebut, 42,6 GW dialokasikan untuk pembangkit berbasis EBT dan 16,6 GW berasal dari sumber energi fosil. Komposisi ini mencerminkan strategi jangka panjang pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis karbon dan mempercepat transisi menuju bauran energi yang lebih ramah lingkungan.

Rincian target EBT meliputi:

  • Pembangkit tenaga surya sebesar 17,1 GW
  • Pembangkit tenaga air sebesar 11,7 GW
  • Pembangkit tenaga angin sebesar 7,2 GW
  • Pembangkit panas bumi sebesar 5,2 GW
  • Bioenergi sebesar 0,9 GW
  • Pembangkit nuklir pertama sebesar 0,5 GW

Sementara itu, dari sisi energi fosil, penambahan direncanakan berasal dari:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setor Fisik Tabungan Emas: Cara Baru Investasi Emas di Pegadaian

Setor Fisik Tabungan Emas: Cara Baru Investasi Emas di Pegadaian

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:00 WIB

Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas

Terobosan Baru Pegadaian: Emas Fisik Kini Bisa Langsung Jadi Tabungan Emas

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 21:11 WIB

Mau Berantas Tambang Ilegal, Anak Buah Bahlil Sebut Tahu 'Lubang Tikusnya'

Mau Berantas Tambang Ilegal, Anak Buah Bahlil Sebut Tahu 'Lubang Tikusnya'

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 19:11 WIB

Terkini

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

QRIS Masuk Sektor Logistik, UMKM Agen Paket Ikut Kecipratan Manfaat

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:39 WIB

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

India Akhirnya Naikkan Harga BBM Setelah 4 Tahun Bertahan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:32 WIB

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Begini Ramalan Nilai Tukar Rupiah dalam Waktu Dekat, Bisa Tembus Rp 20.000?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:24 WIB

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Pemerintah Klaim Potensi Resesi RI Lebih Rendah dari AS, Jepang, dan Kanada

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:10 WIB

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bukan Belanja Pemerintah, Purbaya Klaim Konsumsi Rumah Tangga Dorong Ekonomi Tumbuh 5,61%

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 17:00 WIB

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Gaji Ke-13 PNS dan Pensiunan Kapan Cair? Kabar Gembira, Jadwal Pencairan PPPK Sudah Diumumkan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:42 WIB

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Purbaya Blak-blakan Restrukturisasi Utang Whoosh Lelet, Padahal Sudah Diputuskan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:34 WIB

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Laba Melesat 317%, Emiten Ini Ungkap Strategi Monetisasi Kawasan

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 16:01 WIB

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

RI-Rusia Perluas Kerja Sama Energi: Dari Minyak Mentah, Kilang Tuban, hingga Pembangkit Nuklir

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:51 WIB

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Kapitalisme Negara ala Prabowo, Mengulangi Kegagalan Venezuela?

Bisnis | Jum'at, 15 Mei 2026 | 15:01 WIB