Harga Minyak Dunia Makin Anjlok Setelah Kondisi Perang Iran-Israel Kondusif

Achmad Fauzi | Suara.com

Selasa, 01 Juli 2025 | 07:53 WIB
Harga Minyak Dunia Makin Anjlok Setelah Kondisi Perang Iran-Israel Kondusif
Ilustrasi harga minyak dunia meningkat. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin, 30 Juni 2025 seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta prospek kenaikan produksi dari kelompok produsen OPEC+ pada bulan Agustus. Kenaikan produksi ini bisa meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan pasokan.

Seperti dilansir dari CNBC, Selasa, 1 Juli 2025, Harga minyak mentah Brent turun 16 sen atau 0,24 persen menjadi USD 67,61 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga melemah 41 sen atau 0,63 persen menjadi USD 65,11 per barel.

Pekan lalu, kedua acuan harga tersebut mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak Maret 2023. Meski begitu, sepanjang bulan Juni, harga minyak masih diperkirakan akan berakhir lebih tinggi dengan kenaikan bulanan kedua berturut-turut sebesar lebih dari 5 persen.

Lonjakan harga sempat terjadi akibat perang yang berlangsung selama 12 hari antara Iran dan Israel. Konflik tersebut dipicu oleh serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran pada 13 Juni.

Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat membalas dengan membombardir fasilitas nuklir Iran, mendorong harga Brent sempat melampaui USD 80 per barel.

Namun, harga kembali anjlok ke level USD67 setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata antara Iran dan Israel. "Pasar telah menghilangkan sebagian besar premi risiko geopolitik yang tertanam dalam harga menyusul gencatan senjata Iran-Israel," kata analis pasar IG Tony Sycamore dalam sebuah catatan.

Dari sisi fundamental, tekanan harga juga datang dari rencana peningkatan produksi minyak oleh OPEC+. Empat delegasi dari kelompok tersebut menyebutkan bahwa OPEC+ berencana menambah produksi sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Agustus.

Tambahan ini akan melanjutkan tren peningkatan yang sama pada bulan Mei, Juni, dan Juli.

OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan pada 6 Juli mendatang. Jika rencana ini disetujui, maka akan menjadi kenaikan bulanan kelima berturut-turut sejak kelompok itu mulai menghentikan pemangkasan produksi pada April lalu.

Sementara itu, di Amerika Serikat, jumlah rig minyak yang aktif turun enam unit menjadi 432 rig pada pekan lalu. Angka ini merupakan level terendah sejak Oktober 2021, menurut data dari perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes.

Jumlah rig ini sering dijadikan indikator prospek produksi minyak AS ke depan.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat sebuah pengumuman yang mengejutkan sekaligus membingungkan: konflik terbuka antara Iran dan Israel telah berakhir.

Alasannya, menurut Trump, bukan karena tercapainya sebuah kesepakatan diplomatik yang rumit, melainkan karena kedua negara adidaya di Timur Tengah itu "lelah dan kehabisan tenaga."

Berbicara dalam sebuah konferensi pers yang digelar setelah pertemuan puncak para pemimpin NATO di Den Haag pada Rabu (25/6), Trump dengan gaya khasnya mendeklarasikan akhir dari permusuhan yang telah menyeret Amerika Serikat ke dalamnya. Ia mengklaim telah berhasil mendinginkan situasi dan meyakinkan dunia bahwa tidak akan ada lagi aksi saling balas.

Namun, hanya beberapa menit setelah memberikan jaminan tersebut, Trump menambahkan sebuah pernyataan yang kontradiktif, seolah membuka kembali pintu ketidakpastian. Ia menyebut ada kemungkinan konflik akan berlanjut "suatu hari nanti," dan bahkan mungkin "segera."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Blok Cepu Tambah 30 Ribu Barel Produksi Minyak Pertamina Buat RI

Blok Cepu Tambah 30 Ribu Barel Produksi Minyak Pertamina Buat RI

Bisnis | Senin, 30 Juni 2025 | 09:06 WIB

Gencatan Senjata Iran-Israel Bisa Goyah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Gencatan Senjata Iran-Israel Bisa Goyah, Harga Minyak Dunia Naik Lagi

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:07 WIB

Harga Minyak Dunia Kian Terpuruk di Bawah USD 70 per Barel

Harga Minyak Dunia Kian Terpuruk di Bawah USD 70 per Barel

Bisnis | Rabu, 25 Juni 2025 | 07:54 WIB

Terkini

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:14 WIB

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 16:01 WIB

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:56 WIB

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:34 WIB

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:32 WIB

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:27 WIB

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:18 WIB

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 15:12 WIB

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Harga Avtur Naik 70%, Nasib Tarif Tiket Pesawat Gimana?

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:42 WIB

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

LPDB Koperasi Perkuat Skema Penyaluran Dana Bergulir untuk Dukung Operasional KDKMP

Bisnis | Rabu, 01 April 2026 | 14:35 WIB