Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.449,830
LQ45 631,032
Srikehati 307,374
JII 384,118
USD/IDR 17.851

Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya

Dicky Prastya

Minggu, 05 Juli 2026 | 10:17 WIB
Target APBN 2025 Banyak Meleset, Purbaya Ungkap Penyebabnya
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan realisasi APBN 2025 tidak mencapai target akibat tantangan ekonomi global dan geopolitik.
  • Pendapatan negara hanya mencapai 92,01 persen, sementara realisasi belanja negara tercatat sebesar 94,87 persen dari target APBN 2025.
  • Ketidakcapaian target pendapatan menyebabkan defisit APBN 2025 meningkat menjadi 2,81 persen terhadap PDB dibandingkan target awal 2,53 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 meleset dari target.

Hal ini disampaikan Menkeu Purbaya usai menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN 2025 kepada DPR dalam Rapat Paripurna beberapa waktu lalu.

Ia menyebut kalau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan. Namun ada sejumlah realisasi yang tidak tercapai karena banyaknya tantangan tahun lalu.

"Tahun 2025 merupakan tahun yang penuh dengan berbagai tantangan. Fragmentasi perdagangan dan eskalasi tensi geopolitik tidak hanya mengganggu logistik, tetapi juga mengubah paradigma kerja sama ekonomi multilateral secara fundamental. Hal ini kemudian meningkatkan risiko stabilitas ekonomi, tekanan terhadap pasar keuangan, perlambatan investasi, dan terganggunya rantai pasokan global," katanya, dikutip Minggu (5/7/2026).

Purbaya mengungkapkan, realisasi pendapatan negara mencapai angka Rp 2.765,13 triliun yang terdiri dari penerimaan perpajakan Rp 2.218,17 triliun, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp 541,53 triliun, dan penerimaan hibah Rp 5,43 triliun.

Hanya saja penerimaan ini cuma 92,01 persen dari target yang dipatok dalam APBN 2025 (Perpres No. 201/2024) sebesar Rp 3.005,12 triliun. Jika dibedah, penerimaan perpajakan menjadi faktor utama dengan realisasi 89,05 persen dari target.

"Upaya optimalisasi pendapatan negara pada tahun 2025 sangat menantang. Tidak hanya dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global, namun juga penyesuaian PPN pada barang mewah (PPnBM) dan percepatan restitusi pajak guna menjaga likuiditas dunia usaha serta pengalihan pengelolaan dividen ke Danantara," ungkapnya.

Kendati begitu, PNBP melampaui target APBN 2025 dengan realisasi 105,43 persen dari target Rp 513,63 triliun. Begitu pula hibah dengan 934,84 persen dari target Rp 34,39 triliun.

Penerimaan negara yang meleset ini pun berdampak pada pengeluaran Pemerintah. Realisasi Belanja Negara turun RP 3.435,46 triliun atau 94,87 persen dari target APBN 2025.

baca juga

Belanja Negara ini mencakup Belanja Pemerintah Pusat Rp 2.586,42 triliun atau 95,74 persen dari target APBN 2025 dan Transfer ke Daerah (TKD) Rp 849,04 triliun atau 92,30 persen.

Defisit APBN 2025 tinggi

Tak tercapainya penerimaan negara juga berdampak ke defisit APBN 2025 sebesar Rp 670,34 triliun atau 2,81 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal target awalnya sebesar 2,53 persen terhadap PDB atau Rp 616,19 triliun.

Defisit Keseimbangan Primer juga naik menjadi 155,94 triliun atau 246,23 persen dari patokan awal sebesar Rp 63,33 triliun. Untuk menambal itu, realisasi pembiayaan neto mencapai Rp 742,73 triliun atau 120,54 persen dari target pembiayaan APBN 2025.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan bahwa posisi keuangan negara tetap solid. Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp438,26 triliun dan tetap berfungsi sebagai penyangga fiskal dalam menghadapi berbagai risiko ke depan.

Sementara itu, neraca pemerintah per 31 Desember 2025 mencatat total aset sebesar Rp14.600,98 triliun dengan ekuitas mencapai Rp3.073,69 triliun.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan kualitas tata kelola keuangan negara melalui tindak lanjut atas seluruh rekomendasi BPK.

Pemerintah akan menyempurnakan standar akuntansi dan pengungkapan informasi kinerja pemerintah, mempercepat pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis kebijakan sosial, serta menyempurnakan tata kelola subsidi dan kompensasi BBM.

"Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan keuangan negara dan secara konsisten menindaklanjuti seluruh temuan dan rekomendasi BPK, termasuk yang tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan atas LKPP tahun-tahun sebelumnya," jelas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Purbaya Akhirnya Turun Tangan soal Pajak JHT usai Diprotes Buruh

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 21:20 WIB

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Patriot Bond Dituding Pencucian Uang, Purbaya: Dunia Gak Hitam-Putih, Jangan Sampai Kita Rugi Banyak

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:40 WIB

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Purbaya Sentil Kementerian-Lembaga Hobi Minta Tambah Anggaran, Kini Bakal Diperketat

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 19:14 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Warisan Jokowi Kena 'Semprit', Purbaya Sebut IKN Terlalu Sepi untuk Investor Global

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 07:56 WIB

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Purbaya Akan Tambah Perusahaan Pemungut Pajak Toko Online di Ecommerce

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:19 WIB

Terkini

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan Kejaksaan Agung RI untuk Kokohkan Tata Kelola

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:40 WIB

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Rupiah Menguat ke Rp17.840, Sikap Hawkish BI Jadi Penopang Mata Uang Garuda

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:36 WIB

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Ngecas Mobil Listrik Pakai Listrik Rumah 2.200 VA, Bisa? Ini Rincian Biaya Tambah Daya Home Charger

Otomotif | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:35 WIB

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Berkat Digitalisasi, Verifikasi Penerima Bansos Kini Cukup 5 Menit dari Sebelumnya 200 Hari

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:33 WIB

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

Mabuk Berat Intisari! Joshua Ngaku Lupa ke Polisi Ditanya Alasan Ngamuk dan Telanjang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Good Will Hunting: Perjalanan Seorang Jenius Berdamai dengan Dirinya Sendiri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:30 WIB

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

Harga Korek Api Naik 100 Kali Lipat di Jalur Gaza, Jadi Barang Paling Langka, Kenapa Bisa Begitu?

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:27 WIB

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

Bukan Jadi Ratu, WNI Korban Pengantin Pesanan di China Malah Wajib Layani 10 Orang di Satu Rumah

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:25 WIB

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Tunggu Aku Sukses Nanti dan Kerja Keras yang Berubah Jadi Pembuktian Diri

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:20 WIB

×