Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen, Ancaman Utang dan Belanja Mengintai!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 02 Juli 2025 | 13:25 WIB
Indef Sebut Pertumbuhan Ekonomi Bisa di Bawah 5 Persen, Ancaman Utang dan Belanja Mengintai!
Suasana gedung-gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (31/8/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Setelah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas target pertumbuhan menjadi 5 persen, Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) justru memprediksi realitasnya akan jauh lebih rendah.

Sorotan tajam kini mengarah pada defisit fiskal yang membengkak dan potensi beban utang yang kian membesar, mengancam stabilitas ekonomi nasional.

"Realitasnya akan lebih rendah," kata peneliti INDEF dalam Kajian Tengah Tahun (KTT) INDEF 2025 via Zoom, Rabu (2/7/2025).

Prediksi pesimis ini didasari oleh adanya defisit fiskal sebesar 2,78 persen pada semester awal tahun ini, sebuah angka yang memicu kekhawatiran serius di kalangan ekonom.

Esther Sri Astuti memperingatkan bahwa melambungnya defisit fiskal akan berdampak langsung pada porsi pembayaran utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia memprediksi porsi ini akan melonjak hingga 40 persen. "Ini tidak sekadar tekanan fiskal, tetapi ada multiplier effect yang sangat luar biasa," ujarnya, mengisyaratkan dampak domino yang bisa merembet ke berbagai sektor ekonomi.

Tidak hanya itu, Esther juga menyoroti potensi berkurangnya belanja kementerian/lembaga (KL) dan transportasi daerah. Jika ini terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga di daerah-daerah.

Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang pernah digaungkan tidak akan terwujud apabila pemerintah terus-menerus mengeluarkan kebijakan yang bersifat kontraktif atau mengerem belanja.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memang telah mengumumkan pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 pada kisaran 4,7 sampai 5,0 pada semester kedua," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR, Senin (1/7/2025). Ini adalah koreksi dari target sebelumnya, yang menunjukkan adanya penyesuaian terhadap realitas ekonomi global dan domestik.

Revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga sejalan dengan laporan World Economic Outlook edisi April 2025 dari Dana Moneter Internasional (IMF). IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia, dan Indonesia tidak luput dari koreksi. IMF memprediksi ekonomi Indonesia pada 2025 hanya akan tumbuh 4,7 persen, turun dari ramalan sebelumnya yang mencapai 5,1 persen.

Koreksi ini, menurut Sri Mulyani, dilakukan seiring peningkatan eskalasi perang dagang imbas pengumuman tarif resiprokal Amerika Serikat. Dampak perang dagang ini terasa di berbagai belahan dunia, memicu perlambatan ekonomi global.

IMF mengoreksi ramalan pertumbuhan ekonomi Tanah Air menjadi 0,4 persen lebih rendah dari prediksi sebelumnya, namun Sri Mulyani mengklaim koreksi IMF terhadap perekonomian Indonesia masih lebih baik dibanding negara lain seperti Thailand, Vietnam, Filipina, bahkan Meksiko yang mengalami revisi penurunan lebih dalam.

"Exposure dari perdagangan internasional mereka lebih besar dan dampak atau hubungan dari perekonomian mereka terhadap AS juga lebih besar," ucap Sri Mulyani, menjelaskan alasan di balik koreksi yang lebih dalam pada negara-negara tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerikil Tajam Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo Subianto

Kerikil Tajam Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Prabowo Subianto

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 13:16 WIB

Rapat Bahas Defisit APBN, DPR Malah Usul Anggaran iPad ke Sri Mulyani

Rapat Bahas Defisit APBN, DPR Malah Usul Anggaran iPad ke Sri Mulyani

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 17:10 WIB

Sri Mulyani Ungkap Strategi RAPBN 2026 di Bawah Perintah Prabowo

Sri Mulyani Ungkap Strategi RAPBN 2026 di Bawah Perintah Prabowo

Bisnis | Selasa, 01 Juli 2025 | 16:52 WIB

Terkini

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Pengadaan Motor Listrik untuk Kepala SPPG MBG Disorot, Produk Lokal 'Asli China'?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:06 WIB

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:45 WIB

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:36 WIB

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:18 WIB

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 13:03 WIB

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:58 WIB

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:51 WIB

BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar

BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:50 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:42 WIB

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 12:26 WIB