Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

BLT Rp600 Ribu 'Kentang', Ekonomi Sulit Terbang

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Jum'at, 04 Juli 2025 | 18:09 WIB
BLT Rp600 Ribu 'Kentang', Ekonomi Sulit Terbang
Program subsidi upah alias Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah untuk para pekerja sebesar Rp600 ribu dan berakhir Juli 2025, menuai sorotan tajam.

Suara.com - Program subsidi upah alias Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah untuk para pekerja sebesar Rp600 ribu dan berakhir Juli 2025, menuai sorotan tajam.

Alih-alih mendongkrak ekonomi secara signifikan, besaran subsidi ini dinilai "tanggung" dan diragukan mampu mendorong pertumbuhan di atas 5% pada Kuartal III 2025.

Menurut Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, idealnya subsidi upah minimal 30% dari gaji, atau setara Rp1 juta untuk pekerja bergaji Rp3,5 juta. Jika subsidi upah berada di bawah angka Rp600 ribu per bulan, daya dorongnya terhadap konsumsi rumah tangga bakal terbatas.

"Jika subsidi upahnya di bawah Rp600 ribu per bulan, maka daya dorong ke konsumsi rumah tangga bakal terbatas. Sulit untuk ekonomi tumbuh di atas 5% pada Kuartal III 2025," ujar Bhima kepada Suara.com, Jumat (4/7/2025).

Kritik tak berhenti di besaran subsidi. Bhima juga menegaskan bahwa subsidi upah harus diimbangi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok dan transportasi perumahan. Tanpa langkah ini, lonjakan harga bisa menggerus daya beli pekerja, membuat subsidi menjadi sia-sia.

"Subsidi upah juga perlu diimbangi dengan pengendalian harga kebutuhan pokok dan transportasi perumahan sehingga daya beli pekerja bisa terjaga," tambah pengamat tersebut, menekankan pentingnya stabilitas harga di pasar.

Selain itu, pemerintah wajib memastikan pekerja informal juga masuk ke skema subsidi upah. Pelajaran penting dari pandemi COVID-19, di mana banyak pekerja informal tidak mendapatkan subsidi upah karena pemerintah masih berbasis data BPJS Ketenagakerjaan, harus menjadi cambuk.

Jutaan pekerja di sektor informal adalah tulang punggung ekonomi, dan mengabaikan mereka dalam skema bantuan sosial akan mengurangi efektivitas program secara keseluruhan.

Jika pemerintah ingin melihat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan merata, terutama di Kuartal III 2025, maka evaluasi ulang besaran subsidi upah, komitmen serius terhadap stabilitas harga, dan inklusi pekerja informal dalam program bantuan menjadi keniscayaan. Tanpa langkah-langkah ini, subsidi upah Rp600 ribu mungkin hanya akan menjadi tetesan di tengah lautan tantangan ekonomi.

Sebagaimana diketahui, pemerintah akan memberikan Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp600.000 untuk dua bulan (Juni dan Juli 2025). Selain karyawan, guru honorer yang gajinya di bawah Rp3,5 juta juga akan mendapatkan bantuan sosial yang satu ini.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, menyatakan bantuan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah, terutama kelompok pekerja dan guru honorer.

"Kelompok yang keempat ini ditujukan kepada para pekerja dan para guru honorer, yaitu pemberian bantuan subsidi upah kepada 17,3 juta pekerja yang memiliki gaji di bawah Rp3,5 juta atau di bawah upah minimum provinsi/kabupaten dan kota," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Salurkan Rp698 Triliun untuk UMKM, Dorong SDGs Nomor 8

BRI Salurkan Rp698 Triliun untuk UMKM, Dorong SDGs Nomor 8

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 10:11 WIB

Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman

Bos OJK Pastikan Kinerja Perbankan Masih Kuat, Likuiditas Aman

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 08:19 WIB

Jual-Beli Online Kena Pajak: Siap-Siap Harga Naik? Pedagang E-commerce Menjerit!

Jual-Beli Online Kena Pajak: Siap-Siap Harga Naik? Pedagang E-commerce Menjerit!

Video | Kamis, 03 Juli 2025 | 20:45 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB