Suara.com - Pasar modal Indonesia tengah menyambut kehadiran emiten dari sektor yang benar-benar baru. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), perusahaan induk yang menaungi ekosistem aset kripto teregulasi, berhasil menarik animo luar biasa dari investor dalam Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang berlangsung pada 2-7 Juli 2025.
Tak tanggung-tanggung, IPO COIN dilaporkan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga lebih dari 70 kali.
Fenomena ini didukung oleh partisipasi lebih dari 100.000 calon investor yang berebut untuk mendapatkan saham perusahaan pionir ini.
Tak ayal, fenomena ini menjadi sinyal kuat kepercayaan pasar terhadap masa depan industri aset digital yang kini bisa diakses melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).
Keberhasilan ini sejalan dengan prediksi para analis. Antusiasme pasar dinilai wajar mengingat posisi unik yang dimiliki oleh COIN di lanskap keuangan nasional.
“IPO COIN berpotensi untuk mendapatkan respons positif dari pasar saham karena merupakan pionir bursa kripto yang melantai di pasar modal Indonesia,” kata Chief Investment Officer Coinwise, Andry Hakim, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/7/2025).
Pintu Gerbang Investasi Kripto di Pasar Saham
Kehadiran COIN bukan sekadar menambah daftar emiten baru, melainkan membuka sebuah babak baru.
COIN merupakan perusahaan holding yang menjadi payung bagi dua entitas krusial dalam ekosistem aset kripto Indonesia.
Keduanya adalah PT Central Finansial X (CFX) sebagai bursa aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia, serta PT Kustodian Koin Indonesia (Indonesia Coin Custodian/ICC) yang berperan sebagai lembaga kustodian atau penyimpanan aset kripto.
Faktor krusial yang menjadi penopang kepercayaan investor adalah legalitas. Kedua anak usaha COIN tersebut telah mengantongi izin dan berada di bawah pengawasan ketat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Hal ini memberikan lapisan keamanan dan legitimasi yang selama ini dinantikan oleh investor pasar modal yang ingin terekspos pada pertumbuhan industri kripto.
“Kehadiran COIN menjadi babak baru bagi pasar modal Indonesia di mana investor memiliki pilihan berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di industri aset kripto dan mendapatkan eksposur ke industri aset kripto melalui kepemilikan saham,” lanjut Andry.
Rincian IPO dan Kinerja Keuangan Impresif
Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari OJK, COIN menggelar IPO dengan menawarkan 2,2 miliar lembar saham di harga Rp 100 per saham.
Antusiasme publik sebenarnya sudah terlihat sejak masa penawaran awal (bookbuilding) yang digelar pada 23-25 Juni 2025. Sesuai jadwal, calon emiten dengan kode saham COIN ini akan resmi melantai di BEI pada 9 Juli 2025 mendatang.
Daya tarik COIN tidak hanya datang dari statusnya sebagai pionir. Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan fundamental yang solid.
Pada akhir Desember 2024, COIN berhasil membukukan kenaikan pendapatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Lebih impresif lagi, perseroan mampu mencatatkan margin laba bersih (net profit margin) sebesar 42,32 persen dari total pendapatannya, menunjukkan efisiensi dan profitabilitas bisnis yang tinggi.
Ekosistem yang dibangun di bawahnya juga terus berkembang. Hingga 3 Juli 2025, tercatat sudah ada 31 pedagang aset kripto yang terdaftar sebagai anggota bursa di CFX.
Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya telah memiliki izin sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) dari OJK.
Momentum IPO ini didukung oleh pertumbuhan pesat pasar aset kripto nasional. Data OJK menunjukkan total nilai transaksi aset kripto pada April 2025 mencapai Rp 35,61 triliun, naik dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp 32,45 triliun.
Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah investor kripto di Indonesia yang kini mencapai 14,16 juta orang per April 2025.