Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Emas Antam Terbang Tinggi, Harganya Tembus Rp 1.901.000/Gram

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 10 Juli 2025 | 09:31 WIB
Emas Antam Terbang Tinggi, Harganya Tembus Rp 1.901.000/Gram
Emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) di Jakarta, Selasa (3/3).

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Kamis, 10 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.902.000 per gram.

Harga emas Antam melonjak Rp 8.000 dibandingkan hari Rabu, 9 Juli 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.746.000 per gram.

Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Petugas melayanai warga yang memesan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Harga buyback itu juga lompat tinggi Rp 8.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 1.001.000
  • Emas 1 Gram Rp 1.902.000
  • Emas 2 gram Rp 3.744.000
  • Emas 3 gram Rp 5.591.000
  • Emas 5 gram Rp 9.285.000
  • Emas 10 gram Rp 18.515.000
  • Emas 25 gram Rp 46.162.000
  • Emas 50 gram Rp 92.245.000
  • Emas 100 gram Rp 184.412.000
  • Emas 250 gram Rp 460.765.000
  • Emas 500 gram Rp 921.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.842.600.000

Harga Emas Dunia Anjlok

Harga emas dunia kembali tertekan pada Rabu (9/7/2025), memperpanjang tren penurunan untuk hari kedua berturut-turut.

Seperti dilansir FXstreet, emas spot diperdagangkan mendekati level USD 3.285 per troy ounce, melayang di atas titik terendah dalam sepekan selama sesi perdagangan paruh pertama kawasan Eropa.

Pelemahan harga emas terjadi seiring dengan penguatan Dolar AS yang bertahan mendekati level tertinggi dua minggu. Dolar menguat karena meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama, guna merespons risiko inflasi yang kembali memburuk. Tekanan inflasi tersebut salah satunya dipicu oleh potensi kenaikan tarif impor serta pasar tenaga kerja AS yang masih solid.

Kondisi ini turut mendorong imbal hasil obligasi AS (Treasury yield) tetap tinggi, yang pada gilirannya menambah beban terhadap harga emas sebagai aset yang tidak menghasilkan imbal hasil.

Di sisi lain, stabilnya kinerja pasar saham Eropa juga mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven. Meskipun begitu, investor masih mewaspadai dampak kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump, terutama terkait tarif baru yang bisa berdampak negatif terhadap ekonomi global. Sentimen ini sedikit membatasi tekanan jual pada logam mulia.

Secara teknikal, kegagalan harga emas menembus resistance penting di level Simple Moving Average (SMA) 100 pada grafik 4 jam yakni di atas USD 3.300 mendorong tekanan jual lanjutan. Osilator teknikal pada grafik harian juga mulai menunjukkan momentum negatif, yang menandakan bahwa arah pergerakan dengan resistensi terendah kemungkinan besar adalah ke bawah.

Dengan demikian, harga emas berpotensi turun lebih lanjut menuju zona support di kisaran USD 3.270. Jika tekanan jual berlanjut, area kunci berikutnya yang akan diuji adalah USD 3.248–USD 3.247, yang merupakan titik rendah (swing low) bulan Juni.

Sementara itu, potensi pemulihan harga emas harus menghadapi resistance awal di level USD 3.310. Jika level ini berhasil ditembus, tantangan berikutnya berada di sekitar USD 3.326 hingga SMA 100 di kisaran USD 3.340. Penembusan di atas zona resistance kuat USD 3.359–USD 3.360 berpotensi memicu aksi short-covering dan membuka peluang penguatan kembali menuju level psikologis USD 3.400.

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan dirilis dalam waktu dekat. Dokumen tersebut dinilai akan menjadi petunjuk penting untuk arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan dan dapat menjadi katalis signifikan bagi pergerakan harga emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Cek Deretannya

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Cek Deretannya

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2025 | 10:11 WIB

Emas Antam Harganya Menggelinding Turun, Kini Dibanderol Rp 1.901.000/Gram

Emas Antam Harganya Menggelinding Turun, Kini Dibanderol Rp 1.901.000/Gram

Bisnis | Senin, 07 Juli 2025 | 09:50 WIB

Harga Emas Antam Kembali Longsor, Kini Dibanderol Rp 1.907.000/Gram

Harga Emas Antam Kembali Longsor, Kini Dibanderol Rp 1.907.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 04 Juli 2025 | 09:11 WIB

Terkini

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 22:15 WIB

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:45 WIB

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 21:30 WIB

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 19:27 WIB

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:55 WIB

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:36 WIB

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:25 WIB

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:22 WIB

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:06 WIB

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi

Bisnis | Senin, 13 April 2026 | 18:02 WIB