Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cara PANI Serap Jutaan Ton Karbon

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 12 Juli 2025 | 13:33 WIB
Cara PANI Serap Jutaan Ton Karbon
Trembesi dikenal sebagai pohon penyerap karbon terbaik di dunia. Foto Istimewa.

Suara.com - Agung Sedayu Group dan Salim Group terus mendorong terciptanya kawasan hijau dan berkelanjutan di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Salah satu langkah nyatanya adalah penanaman lebih dari 4.000 pohon trembesi dari total target 80.000 tanaman di kawasan tersebut.

“Pohon punya peran yang tidak tergantikan. Mereka menghasilkan oksigen, menyerap karbon dioksida dan polutan lainnya, menjadi habitat makhluk hidup, menjaga tanah dari erosi, juga abrasi air laut,” kata Landscape Management Director Agung Sedayu Group, Ade Yusuf Yuliansyah, Sabtu (12/7/2025).

Trembesi dipilih karena dikenal sebagai pohon penyerap karbon terbaik di dunia. Dengan diameter 10–15 cm, pohon ini mampu menyerap sekitar 28,4 ton karbon dan menghasilkan 28,6 ton oksigen per tahun. Selain itu, trembesi juga berumur panjang hingga ratusan tahun dan cocok tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia.

“Setiap pohon menyimpan harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar pelengkap lanskap, penghijauan ini dirancang sebagai bagian dari investasi jangka panjang Agung Sedayu Group menuju kota yang ramah lingkungan.

“Di antara kesibukan para pelaku bisnis dan penghuni yang berada di PIK 2 dan sekitarnya, masyarakat dapat tetap menikmati udara bersih, lingkungan yang teduh, dan ruang terbuka hijau yang mendukung kesehatan fisik dan mental,” pungkas Ade.

Asal tahu saja, Pantai Indah Kapuk Dua atau PIK 2 dimiliki oleh Agung Sedayu Group dan Salim Group. Agung Sedayu Group merupakan perusahaan pengembang properti ternama yang dimiliki oleh Sugianto Kusuma alias Aguan. Sedangkan Salim Group dipimpin oleh Anthony Salim.

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) sendiri kini dipimpin oleh Susanto Kusumo, adik dari Aguan. Susanto Kusumo menjabat sebagai Presiden Komisioner PIK 2 dengan dibantu oleh beberapa komisioner lainnya seperti Phiong Philipus Darma, Steven Kusumo, dan Richard Halim Kusuma.

Berdasarkan laporan keuangan PANI per akhir Maret 2025, emiten properti ini membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp49,57 miliar. Jumlah ini merosot 59,49% dibandingkan Rp122,38 miliar pada kuartal I/2024.

Penurunan laba bersih sejalan dengan kinerja pendapatan yang melemah 4,43% year on year (YoY) menjadi Rp611,97 miliar sepanjang Januari-Maret 2025. Perolehan tersebut sebagian besar dikontribusikan dari segmen usaha real estate. 

Seiring penurunan pendapatan, beban pokok PANI juga turun 0,44% YoY menjadi Rp267,98 miliar. Hasilnya, laba kotor tergerus 7,33% YoY menjadi Rp343,98 miliar.

PANI turut membukukan laba sebelum pajak penghasilan sebesar Rp161,79 miliar atau turun 41,49% secara tahunan. Melemahnya kinerja bottom line ini akhirnya membuat laba per saham PANI menyusut dari Rp7,83 menjadi Rp2,94. Namun, dari sisi likuiditas, PANI menunjukkan perbaikan yang signifikan. Kas dan setara kas akhir periode melonjak hampir tiga kali lipat mencapai Rp5,48 triliun pada akhir Maret 2025, dibandingkan Rp1,85 triliun pada tahun sebelumnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KAI Mulai Serius Rambah Bisnis Properti

KAI Mulai Serius Rambah Bisnis Properti

Bisnis | Sabtu, 12 Juli 2025 | 07:43 WIB

Penampakan Rumah Mewah Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

Penampakan Rumah Mewah Riza Chalid yang Jadi Tersangka Korupsi Pertamina

Bisnis | Jum'at, 11 Juli 2025 | 10:59 WIB

Konsesi dalam Bayang Konglomerat: Bisnis Karbon atau Kapitalisme Hijau?

Konsesi dalam Bayang Konglomerat: Bisnis Karbon atau Kapitalisme Hijau?

Your Say | Kamis, 10 Juli 2025 | 13:44 WIB

Terkini

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Konsistensi Kawal Energi Hijau Lewat MPR, Eddy Soeparno Raih KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 22:11 WIB

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Tok! Pemerintah Resmi Pajaki Alat Berat Lewat Permendagri 11/2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 20:05 WIB

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:52 WIB

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Harga Bahan Baku Naik Gila-gilaan, Industri Tekstil: Kami Enggak Bisa Survive!

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:47 WIB

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bahlil Klaim RI Mulai Lepas Ketergantungan Impor BBM

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:44 WIB

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Emiten DRMA Tebar Dividen Rp 70/Saham

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:37 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:36 WIB

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Kendaraan Listrik Tak Lagi Bebas Pajak

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:30 WIB

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Instruksi Prabowo: Menteri Bahlil Siap Eksekusi Tambang Ilegal di Kawasan Hutan dalam Waktu Dekat

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 19:00 WIB