Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Melesat Jadi Rp 1.924.000/Gram

Achmad Fauzi

Senin, 14 Juli 2025 | 08:51 WIB
Awali Pekan Ini, Harga Emas Antam Melesat Jadi Rp 1.924.000/Gram
Petugas menunjukan emas Antam di Butik Emas Logam Mulia Antam, TB Simatupang, Jakata (14/4/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Senin, 14 Juli 2025 untuk ukuran satu dibanderol di harga Rp 1.924.000 per gram.

Harga emas Antam terus meroket Rp 5.000 dibandingkan hari Minggu, 13 Juli 2025 sebelumnya.

Sementara itu, harga Buyback (beli kembali) emas Antam dibanderol di harga Rp 1.768.000 per gram.

Harga buyback itu juga melonjak Rp 5.000 dibandingkan dengan harga buyback hari Minggu kemarin.

Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Seorang karyawan menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Butik Emas Antam, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Kamis (23/7/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Seperti dilansir dari laman resmi Logam Mulia Antam, berikut adalah harga emas antam pada hari ini:

  • Emas 0,5 gram Rp 1.012.000
  • Emas 1 Gram Rp 1.924.000
  • Emas 2 gram Rp 3.788.000
  • Emas 3 gram Rp 5.657.000
  • Emas 5 gram Rp 9.395.000
  • Emas 10 gram Rp 18.735.000
  • Emas 25 gram Rp 46.712.000
  • Emas 50 gram Rp 93.345.000
  • Emas 100 gram Rp 186.612.000
  • Emas 250 gram Rp 466.265.000
  • Emas 500 gram Rp 932.320.000
  • Emas 1.000 gram Rp 1.864.600.000

Harga Emas Dunia Lompat Tinggi

Harga emas kembali menguat di awal pekan ini, melanjutkan tren positifnya di tengah meningkatnya ketegangan global. Pada sesi perdagangan Asia hari Senin, 14 Juli 2025, logam mulia tersebut tercatat naik ke kisaran USD 3.365 per troy ounce.

Seperti dilansirF FXstreet, penguatan ini dipicu oleh aksi para pelaku pasar yang mencari perlindungan ke aset safe haven menyusul kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang semakin memperkeruh situasi perang dagang global.

Pemicunya adalah pernyataan Trump pada Sabtu sebelumnya, yang mengumumkan rencana gelombang baru tarif impor besar-besaran. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengenakan tarif sebesar 30 persen atas barang-barang dari Uni Eropa dan Meksiko, efektif mulai 1 Agustus.

Tak hanya itu, ia juga menetapkan bea masuk sebesar 35 persen untuk produk impor dari Kanada dan mengusulkan tarif menyeluruh sebesar 15 hingga 20 persen bagi mitra dagang lainnya, termasuk tarif sebesar 50 persen untuk impor tembaga. Ketegangan akibat kebijakan tarif tersebut membuat investor mengalihkan dana mereka ke aset yang dinilai lebih aman seperti emas.

Kekhawatiran atas dampak tarif terbaru Trump mendorong penguatan logam kuning tersebut karena para investor mencari perlindungan dari ketegangan perdagangan.

Di samping tekanan perang dagang, ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut memperkuat sentimen terhadap emas. Reuters melaporkan insiden mematikan di Gaza tengah pada Minggu kemarin, ketika delapan warga Palestina dilaporkan tewas dan belasan lainnya terluka saat sedang mengambil air.

Militer Israel menyatakan bahwa rudal tersebut seharusnya menargetkan seorang militan Jihad Islam, namun mengalami malfungsi dan jatuh “puluhan meter dari sasaran”. Utusan Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengomentari situasi tersebut dengan mengatakan bahwa ia “berharap” pada hasil dari diskusi gencatan senjata Gaza yang saat ini tengah berlangsung di Qatar.

Namun, di tengah sentimen positif terhadap emas, kehati-hatian dari bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), menjadi faktor penahan laju kenaikan harga logam mulia. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat, sembari menanti dampak dari kebijakan tarif terhadap inflasi.

Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee, bahkan mengaku makin sulit mendukung pemangkasan suku bunga di tengah situasi global yang tak pasti.

“Tarif baru yang diumumkan Trump semakin memperkeruh prospek inflasi, sehingga semakin sulit baginya untuk mendukung penurunan suku bunga yang telah didesak Presiden,” ujar Goolsbee.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Emas Antam Terbang di Akhir Pekan, Sentuh Rp1,9 Juta

Harga Emas Antam Terbang di Akhir Pekan, Sentuh Rp1,9 Juta

Bisnis | Sabtu, 12 Juli 2025 | 12:28 WIB

Emas Antam Terbang Tinggi, Harganya Tembus Rp 1.901.000/Gram

Emas Antam Terbang Tinggi, Harganya Tembus Rp 1.901.000/Gram

Bisnis | Kamis, 10 Juli 2025 | 09:31 WIB

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Cek Deretannya

Harga Emas Antam Lompat Tinggi, Cek Deretannya

Bisnis | Selasa, 08 Juli 2025 | 10:11 WIB

Terkini

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 19:20 WIB

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:54 WIB

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:47 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:25 WIB

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 15:20 WIB

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 14:57 WIB

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:43 WIB

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 13:11 WIB

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:37 WIB