Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.351,139
LQ45 633,989
Srikehati 307,930
JII 383,125
USD/IDR 17.932

Gejolak Ekonomi Belum Reda, Kelas Menengah Turun Kasta

Iwan Supriyatna, Rina Anggraeni

Rabu, 16 Juli 2025 | 15:08 WIB
Gejolak Ekonomi Belum Reda, Kelas Menengah Turun Kasta
Ilustrasi pekerja 'kerah putih' atau level menengah di kawasan perkantoran SCBD Jakarta Selatan. (Suara.com/Ema)

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kondisi perekonomian global hingga pertengahan tahun 2025 masih menunjukkan ketidakpastian yang tinggi. Hal ini dikarenakan tarif Trump hingga geo politik yang masih terjadi di Timur Tengah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyebutkan, Bank Dunia merevisi ke bawah perkiraan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2026.

“Ketidakpastian ini dipersulit oleh perkembangan geopolitik yang sulit diduga, seperti konflik di Timur Tengah serta ketegangan perdagangan global,” ujar Mahendra dalam rapat bersama DPR Komisi XI di Jakarta, Rabu (16/7).

Kata dia, gejolak ekonom ini membuat kondisi industri domestik menurun hingga Juni 2025 . Apalagi, daya beli menghadapi sejumlah tekanan pada posisi suplai.

"Di sisi permintaan masih melemah akibat turunnya kelas menengah dan berkurangnya lapangan kerja formal," katanya.

Sekalipun, telah terlihat sedikit mereda pasca kesepakatan dagang dari beberapa negara, terutama kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Tiongkok, ketidakpastian ekonomi masih tinggi.

Di sisi lain, lanjutnya, mayoritas otoritas moneter dunia masih mengadopsi pendekatan wait and see, seiring ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Fed yang kembali diperkirakan berkurang kemungkinannya.

Dalam konteks nasional, Mahendra mengungkapkan, tantangan ekonomi Indonesia juga tidak ringan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh Bank Dunia, OECD, tentu Kementerian Keuangan berada di kisaran 4,7% - 5,8%, menunjukkan adanya moderasi dalam aktivitas ekonomi.

Selain itu, tekanan pada sisi penawaran atau supply side masih terasa, sementara sisi permintaan juga belum menguat akibat penurunan kelas menengah dan berkurangnya lapangan kerja formal.

baca juga

“Meskipun kinerja sektor eksternal menunjukkan rebound dengan surplus perdagangan yang meningkat, namun daya saing Indonesia tetap menjadi perhatian utama untuk bisa dipertahankan,” bebernya.

Sebelumnya,OJK menilai sisi eksternal, neraca perdagangan pada Mei 2025 kembali mencatatkan surplus cukup besar setelah sempat mengalami tekanan pada bulan sebelumnya. Kinerja ekspor menunjukkan perbaikan, terutama didorong oleh pertumbuhan positif pada ekspor produk pertanian dan manufaktur dalam tiga bulan terakhir.

Peningkatan ini berhasil mengimbangi penurunan yang terjadi pada ekspor produk pertambangan dan komoditas lainnya.

Di tengah dinamika geopolitik global, pasar saham domestik secara mtd melemah 3,46 persen di level 6.927,68, sedangkan secara ytdmelemah 2,15 persen. Nilai kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12.178 triliun atau turun 1,95 persen mtd (turun 1,28 persen ytd). Sementara itu, pada Juni 2025 non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp8,38 triliun mtd (secara ytd, net sell sebesar Rp53,57 triliun).

Kinerja indeks sektoral mtd secara umum melemah dengan penurunan terbesar dialami oleh sektor industrial dan finansial, sementara penguatan terjadi di sektor transportasi danlogistik dan bahan baku.

Di sisi likuiditas transaksi, rata-rata nilai transaksi harian pasar saham secara ytd tercatat Rp13,29 triliun, naik dibandingkan dengan rata-rata nilai transaksi harian pasar saham Mei 2025 sebesar Rp12,90 triliun.

Di pasar obligasi, indeks pasar obligasi ICBI menguat 1,18 persen mtd ke level 414,00, dengan yield SBN rata-rata turun 8,26 bps mtd(ytd turun 30,28 bps). Per 30 Juni 2025 investor non-residentmencatatkan net sell sebesar Rp7,36 triliun secara mtd (ytd: net buyRp42,27 triliun). Untuk pasar obligasi korporasi, investor non-resident mencatatkan net sell sebesar Rp0,19 triliun secara mtd(net sell Rp1,40 triliun ytd).

Di industri pengelolaan investasi, per 30 Juni 2025 nilai Asset Under Management (AUM) tercatat sebesar Rp844,69 triliun (turun 0,19 persen mtd atau naik 0,87 persen ytd), dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp510,15 triliun atau turun 0,31 persen mtd (ytd: naik 2,18 persen) dan tercatat netsubscription sebesar Rp0,45 triliun secara mtd (ytd: net redemptionRp2,02 triliun).

Penghimpunan dana di pasar modal masih dalam tren yang positif, tercatat nilai Penawaran Umum mencapai Rp142,62 triliun dengan Rp8,49 triliun di antaranya merupakan fundraising dari 16 emiten baru. Sementara itu, masih terdapat 13 pipeline Penawaran Umum dengan perkiraan nilai indikatif sebesar Rp9,80 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Pefindo Bicara Nasib Surat Utang Korporasi di Tengah Gejolak Ekonomi

Bisnis | Selasa, 15 April 2025 | 14:22 WIB

Meski Ekonomi Lesu, Properti Mewah Masih jadi Incaran Kelas Menengah Atas

Meski Ekonomi Lesu, Properti Mewah Masih jadi Incaran Kelas Menengah Atas

Bisnis | Sabtu, 12 April 2025 | 06:46 WIB

Update One UI 7 Bikin Pengguna HP Kelas Menengah Samsung Kecewa, Kenapa?

Update One UI 7 Bikin Pengguna HP Kelas Menengah Samsung Kecewa, Kenapa?

Tekno | Rabu, 09 April 2025 | 07:27 WIB

Terkini

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:01 WIB

×