Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

370 Pakar Siber Berkumpul di Positive Hack Talks Jakarta Bahas Pembobolan Data

Iwan Supriyatna

Minggu, 27 Juli 2025 | 11:28 WIB
370 Pakar Siber Berkumpul di Positive Hack Talks Jakarta Bahas Pembobolan Data
Positive Technologies, perusahaan pemimpin industri keamanan siber berbasis hasil, menggelar diskusi terbuka bagi para profesional keamanan siber di Jakarta.

Suara.com - Positive Technologies, perusahaan pemimpin industri keamanan siber berbasis hasil, menggelar diskusi terbuka bagi para profesional keamanan siber di Jakarta. Acara ini dihadiri oleh sekitar 370 peserta.

Mulai dari pakar berpengalaman, mahasiswa, hingga peneliti muda dan menghadirkan pembicara dari India, Indonesia, Filipina, dan Rusia.

Para pakar hadir untuk membahas ancaman pembobolan data, dimana Riset Positive Technologies mengungkap fakta mengkhawatirkan, sekitar 28% iklan di forum dark web yang beredar di kawasan Asia Tenggara berkaitan langsung dengan Indonesia. Artinya, nama Indonesia cukup sering disebut dalam aktivitas dunia maya ilegal.

Data menunjukkan bahwa 62% serangan siber di Indonesia lebih banyak pada aktivitas pembobolan data, sebuah ancaman serius bagi privasi dan keamanan publik maupun institusi.

Dalam periode 2023 hingga 2024, sektor manufaktur menjadi sasaran utama para pelaku kejahatan siber, menyumbang 31% dari total serangan. Disusul oleh instansi pemerintah dan perusahaan keuangan, masing-masing sebesar 23%.

Para pakar siber mencatat bahwa Indonesia telah membuat kemajuan besar dalam memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan literasi digital masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan digital tercepat di kawasan Asia Tenggara. Namun, pesatnya adopsi teknologi digital juga membawa tantangan baru.

Dengan makin banyak layanan berpindah ke ranah daring, kebutuhan akan sistem keamanan siber yang kuat menjadi sangat mendesak untuk mencegah kebocoran data dan serangan siber yang semakin canggih.

Elena Grishaeva, Direktur Regional Positive Technologies untuk Asia Tenggara, mengatakan bahwa ketahanan siber yang kuat di tingkat perusahaan, industri, maupun negara sangat bergantung pada pengembangan talenta profesional.

“Selama setahun terakhir, kami bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka di Indonesia untuk melatih spesialis cyber security baru dan memperkuat pertahanan, baik untuk Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara. Acara meet up di Jakarta menjadi langkah penting mendukung upaya ini,” ujarnya.

Dmitry Serebryannikov, Chief Hacking Officer Positive Technologies, menambahkan bahwa misi mereka bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi juga membantu para profesional keamanan siber di seluruh dunia untuk mengembangkan keterampilan dan keahlian mereka.

“Bagi kami, ini bukan hanya pertukaran pengalaman, tetapi bagian dari misi budaya global kami. Acara seperti ini akan membangun komunitas ahli yang solid, yang bisa menghadapi ancaman siber secara bersama-sama—baik di Asia Tenggara maupun di tingkat global,” jelasnya.

Di Positive Hack Talks Jakarta, para pembicara membahas berbagai topik penting di dunia cyber security melalui contoh-contoh nyata. Alena Skliarova dari Positive Technologies menjelaskan bagaimana pelaku bisa memanfaatkan Android Runtime Resource Overlay (RRO) untuk menipu pengguna.

Sementara Jay Turla dari VicOne membagikan pengalamannya membangun Car Hacking Village pertama di Filipina. Peserta juga memanfaatkan acara ini untuk memperluas networking mereka, bertemu dengan profesional yang memiliki visi sama, dan berdiskusi santai langsung dengan para pakar.

Positive Technologies mulai menggelar seri International Meet Up Series sejak tahun 2024. Acara sebelumnya diselenggarakan di Bengaluru (Oktober 2024), di Hanoi (November 2024), dan di Kairo (Maret 2025).

Pada bulan Mei 2025, di festival keamanan siber Positive Hack Days, perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan di Indonesia, termasuk Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Universitas NU NTB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Siber Masih Terjadi, Bos OJK Perkuat Tata Kelola Organisasi

Serangan Siber Masih Terjadi, Bos OJK Perkuat Tata Kelola Organisasi

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 15:06 WIB

CyberHeroes Sekolah Digital: Telkom Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Sambut Hari Anak Nasional

CyberHeroes Sekolah Digital: Telkom Tingkatkan Literasi Keamanan Siber Sambut Hari Anak Nasional

Bisnis | Jum'at, 25 Juli 2025 | 14:44 WIB

Politisi PDIP Samakan Transfer Data ke AS dengan Konflik Iran-Israel: Sama Saja Jual Rakyat!

Politisi PDIP Samakan Transfer Data ke AS dengan Konflik Iran-Israel: Sama Saja Jual Rakyat!

News | Jum'at, 25 Juli 2025 | 10:40 WIB

Terkini

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Pertamax Naik, Ojol: Saya Dari Awal Pakai Pertalite

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 12:40 WIB

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Pegadaian Gelar LEXIS 2026 untuk Hadapi Transformasi Hukum Pidana Nasional

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 09:39 WIB