Shell Rugi Rp 456 Miliar Akibat Volatilitas Harga Minyak

Iwan Supriyatna | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 27 Juli 2025 | 14:15 WIB
Shell Rugi Rp 456 Miliar Akibat Volatilitas Harga Minyak
Suasana di SPBU Shell Mampang Prapatan, Jakarta, Sabtu (1/2/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Shell diperkirakan akan melaporkan laba yang lebih rendah dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan raksasa energi ini terus berjuang melawan volatilitas harga minyak dan berupaya mengembalikan uang tunai kepada para pemegang sahamnya.

Perusahaan yang terdaftar di FTSE 100 ini diperkirakan akan melaporkan laba yang disesuaikan sebesar 3,74 miliar dolar AS untuk kuartal kedua. Angka ini menurun tajam dibandingkan dengan 6,29 miliar dolar AS yang dihasilkan pada periode yang sama tahun lalu.

Dilansir The Independent, ini berarti perusahaan menghasilkan laba sebesar 9,3 miliar dolar AS untuk paruh pertama tahun 2025. Para analis memperkirakan perusahaan mengalami kerugian sebesar 28 juta dolar AS atau sekitar Rp456 miliar untuk kuartal ini, dari laba sebesar 1,1 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya.

Hal ini terjadi di tengah fluktuasi harga minyak dalam beberapa bulan terakhir di tengah lingkungan geopolitik yang tidak menentu. Harga anjlok ke level terendah dalam empat tahun pada bulan April menyusul pengumuman tarif oleh Presiden AS Donald Trump, yang meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang dagang global.

Shell kini memperkirakan produksi akan berada pada kisaran 900.000 hingga 940.000 barrel setara minyak per hari (boed). Angka ini sedikit disesuaikan dari panduan sebelumnya yang diberikan dalam laporan kuartal pertama, yakni 890.000 hingga 950.000 boed.

Produksi LNG diperkirakan akan mencapai 6,4 juta hingga 6,8 juta metrik ton, turun tipis dari rentang sebelumnya yakni 6,3 juta hingga 6,9 juta ton. Meski koreksi ini tergolong moderat, Shell tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan penyesuaian ini. Seorang juru bicara Shell menolak memberikan komentar saat dimintai keterangan lebih lanjut.

Perusahaan yang dikenal sebagai pedagang LNG terbesar di dunia ini juga memperkirakan hasil perdagangan gas terintegrasi akan "jauh lebih rendah" dibandingkan kuartal pertama.

Sementara itu, Shell menaikkan batas bawah panduan output untuk divisi hulu yang berfokus pada minyak menjadi 1,66 juta hingga 1,76 juta boed, dari panduan sebelumnya 1,56 juta hingga 1,76 juta boed. Namun, divisi ini diperkirakan akan mencatatkan kerugian sekitar 200 juta dolar AS akibat penghapusan biaya eksplorasi.

Di divisi pemasaran, laba disesuaikan diperkirakan akan lebih tinggi pada kuartal kedua dibanding kuartal pertama, meski volume penjualan diproyeksikan sedikit lebih rendah, yakni 2,6 juta hingga 3 juta barrel per hari (bpd), turun dari proyeksi sebelumnya 2,6 juta hingga 3,1 juta bpd.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Harga BBM di SPBU Shell, BP, dan Vivo Hari Ini (Update 14 Juli 2025)

Daftar Harga BBM di SPBU Shell, BP, dan Vivo Hari Ini (Update 14 Juli 2025)

Bisnis | Senin, 14 Juli 2025 | 09:42 WIB

Menteri ESDM Bahlil Usul ke DPR ICP 2026 di Kisaran 60 sampai 80 Dolar AS per Barel

Menteri ESDM Bahlil Usul ke DPR ICP 2026 di Kisaran 60 sampai 80 Dolar AS per Barel

News | Kamis, 03 Juli 2025 | 08:02 WIB

Setelah Naik Tinggi Imbas Perang Iran-Israel, Harga Minyak Dunia Akhirnya Stabil

Setelah Naik Tinggi Imbas Perang Iran-Israel, Harga Minyak Dunia Akhirnya Stabil

Bisnis | Rabu, 02 Juli 2025 | 07:41 WIB

Terkini

Antrean Masih Mengular, 25 Ribu Kendaraan Padati Gilimanuk

Antrean Masih Mengular, 25 Ribu Kendaraan Padati Gilimanuk

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:35 WIB

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

Mudik Gratis Sinergi Pertamina dan Pemerintah, Dukung Perjalanan Aman dan Hemat Energi

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:33 WIB

Jelang Idulfitri, PLN Siagakan Pasokan Listrik Sulawesi Bagian Selatan

Jelang Idulfitri, PLN Siagakan Pasokan Listrik Sulawesi Bagian Selatan

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:26 WIB

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Dampak Energi Perang Iran, AS dan Israel Lebih Parah dari Krisis 2022?

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:50 WIB

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

BI Kasih Likuiditas Rp427,1 Triliun ke Perbankan, Bank Asing Dapat Jatah

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:28 WIB

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Ekonom Ungkap Alasan Ojol Langka Jelang Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

IHSG Hari Ini Libur atau Tidak? Simak Jadwal Bursa Saham saat Nyepi dan Idulfitri

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:14 WIB

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bank Indonesia Janji Jaga Rupiah 24 Jam saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:09 WIB

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Ada Biaya Siluman Saat Pembelian Tiket Pesawat Online, Kemenhub Jewer OTA

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:06 WIB

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Emiten TAPG Ikut Terlibat Program MBG, Ini Perannya

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:59 WIB