Sejak 2008 Tak Capai Target, Bahlil Keluhkan 3 Hal Jadi Biang Kerok Lifting Minyak

Achmad Fauzi | Suara.com

Kamis, 31 Juli 2025 | 08:37 WIB
Sejak 2008 Tak Capai Target, Bahlil Keluhkan 3 Hal Jadi Biang Kerok Lifting Minyak
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memuji kemampuan negosiasi Presiden Prabowo Subianto yang dilakukan terkait tarif impor ke AS yang diberlakukan Presiden Donald Trump. [Suara.com/M Yasir]

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut ada tiga masalah yang membuat target swasembada energi sulit tercapat. Salah satunya, masalah pada target eksplorasi atau lifting minyak.

Bahkan, Bahlil mengaku, pemerintah sejak tahun 2008 tidak pernah mencapai target lifting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dia memberi contoh, pada tahun 2024 saja, pemerintah hanya bisa mencatatkan lifting minyak sebesar 579.000 barel per hari, sedangkan targetnya sebesar 635.000 barel per hari.

"Saya mengulang data bahwa sejak 2008 sampai 2024. Tidak pernah lifting kita itu mencapai target APBN. Itu tidak pernah. Dan berlahan-lahan target lifting kita di 2024 realisasi liftingnya itu 579.000 barel. Target APBN kita di tahun 2025 sebesar 605.000 barel per day," ujarnya dalam Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota Plataran, Jakarta, yang dikutip Kamis (31/7/2025).

ilustrasi lifting minyak

Menurut Bahlil, terdapat tiga hal yang menjadi biang kerok tak tercapainya target lifting. Pertama, ia menyebut, rata-rata sumur minyak yang ada di Indonesia sudah uzur alias tua.

"Yang kedua, idle well atau banyak sumur yang belum dieksplorasi masih banyak. Dan yang ketiga, memang investasi di bidang migas ini luar biasa besar dengan risiko yang besar," ucapnya.

Namun, Bahlil yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar ini sesumbar pada pemerintahan Prabowo bisa mencapai target lifting minyak. Sebab, ia melihat realisasi lifting minyak telah mencapai 608.000 barel per hari.

Sementara, untuk menggenjot target lifting itu, pihaknya juga menggandeng Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) untuk mengoptimalkan eksplorasi minyak di sumur yang tersedia.

"Rasanya sih ada secerca harapan untuk kita menuju pada perbaikan lifting untuk mencapai target atas arahan bapak presiden 2029-2030 harus menyebab kurang lebih sekitar 900.000 barel per day. Ini yang menjadi dorongan kita semua," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bakal Dibantu AS Kejar Target Lifting 1 Juta Barel per Hari

Pemerintah Bakal Dibantu AS Kejar Target Lifting 1 Juta Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 30 Juli 2025 | 09:06 WIB

Bahlil Sebut 30.000 Sumur Rakyat Bisa Dieksplorasi UMKM Hingga BUMD

Bahlil Sebut 30.000 Sumur Rakyat Bisa Dieksplorasi UMKM Hingga BUMD

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 18:42 WIB

Gegara Hal Ini, RI Siap Pangkas Impor Migas dari Timur Tengah dan Asia

Gegara Hal Ini, RI Siap Pangkas Impor Migas dari Timur Tengah dan Asia

Bisnis | Selasa, 29 Juli 2025 | 06:05 WIB

Terkini

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:38 WIB

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Pertamina Kawal Pemudik Lalui Jalur Non-Tol Pantura

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 22:25 WIB

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Raksasa Migas Italia Finalisasi Proyek Gas Strategis di Kaltim

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 21:39 WIB

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Pastikan Stok BBM Aman Selama Mudik, Wakil Menteri ESDM Kunjungi Rest Area 379 A Batang-Semarang

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:52 WIB

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Cerita Ibu Eka Setelah Dua Tahun Menahan Rindu Kini Bisa Mudik Nyaman Bareng PNM

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:41 WIB

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 20:18 WIB

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik  Harga

Purbaya: Harga BBM Subsidi Tak Akan Naik Harga

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:56 WIB

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Layanan BRI Lebaran 2026: Cukup Scan QRIS, Bisa Kirim THR dalam Hitungan Detik via BRImo

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:46 WIB

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

BRI Siap Sedia Layani Nasabah Lebaran 2026: 627 Ribu E-Channel Aktif Layani Nasabah 24 Jam

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 19:10 WIB

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

[HOAKS] Presiden Prabowo Resmikan KUR BRI Tanpa Agunan

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 16:31 WIB