Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pos Indonesia Pastikan Kemudahan Akses dan Tepat Sasaran: Percepatan Penyaluran BSU 2025 Wilayah 3T

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 05 Agustus 2025 | 13:37 WIB
Pos Indonesia Pastikan Kemudahan Akses dan Tepat Sasaran: Percepatan Penyaluran BSU 2025 Wilayah 3T
Direktur Bisnis Jasa Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Haris menyatakan kehadiran Wapres Gibran menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir tidak hanya di pusat kota, namun juga mengutamakan wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih (Dok: Pos Indonesia)

“Berbicara daerah 3T, ada lokasi-lokasi blind spot. Tentunya harus ada treatment khusus. Aplikasi kami ini disiapkan juga untuk daerah yang belum terjangkau internet. Kami menggunakan mode offline. Istilahnya dilakukan proses perekaman data penerima dan sebagainya. Nanti petugas yang sudah selesai, kalau dia masuk ke daerah yang ada sinyal internet, maka secara otomatis akan meng-update. Jadi sudah kami siapkan aplikasi mode offline di daerah-daerah yang tidak ada sinyal,” tutur Haris.

Selain menyiapkan dashboard yang dapat memantau proses penyaluran BSU secara real-time, Pos Indonesia juga menyiapkan strategi penyaluran melalui tiga metode, yaitu disalurkan di Kantorpos, di perusahaan tempat penerima bekerja, dan diantarkan langsung ke rumah (door to door) bagi pekerja yang sedang sakit.

“Kami memastikan bantuan ini sampai benar-benar kepada yang berhak dan kita secara sistem sudah menyiapkan itu. Petugas kami ada yang datang ke kantor, kami antar ke perusahaan-perusahaan. Kemudian kami juga melakukan antaran door to door untuk penerima yang sakit dan sebagainya,” kata Haris. 

Pos Indonesia memastikan bahwa tidak ada potongan apapun dalam penyaluran BSU.

"Walaupun kami melakukan pengantaran door to door, bantuan sampai ke tangan penerima tanpa potongan apapun. Ini adalah komitmen kami untuk menjaga transparansi," ucapnya tegas.

Strategi Edukasi dan Sosialisasi kepada Penerima BSU

Tidak hanya soal distribusi, Pos Indonesia juga memiliki strategi khusus untuk mengedukasi penerima yang belum mencairkan BSU. Beberapa metode digunakan, mulai dari pengingat melalui WhatsApp blast, telepon, hingga pengumuman di media sosial dan media massa.

“Kami secara nasional mengingatkan batas akhir. Kami beri kesempatan sampai tanggal 6 Agustus 2025. Masyarakat yang menerima BSU bisa mengecek bahwa dia penerima atau tidak,” kata Haris.

Demi memastikan semua penerima BSU mendapatkan haknya, petugas Pos mengupayakan menghubungi penerima yang belum mencairkan dana BSU. Bahkan, Haris sendiri pun mencoba menghubungi penerima BSU melalui telepon.

baca juga

“Khusus untuk yang punya nomor telepon hp, kami kirimkan WA, termasuk juga kami telepon. Kami ingin memastikan semaksimal mungkin. Saya kemarin di Kantorpos Padang melakukan uji coba untuk menelepon beberapa nomor yang tercantum. Saya ulang beberapa kali, sampai lima kali, memang ada yang enggak nyambung, ada yang enggak bisa dihubungi dan sebagainya. Jadi kami upayakan terus supaya betul-betul orang yang memang berhak ini bisa menerima,” ucapnya.

Untuk memperluas jangkauan informasi, Pos Indonesia memasang juga spanduk di sejumlah lokasi seluruh daerah mengenai pencairan dana BSU 2025.

“Kami juga campaign di beberapa tempat disiapkan spanduk dan sebagainya tentang pembayaran BSU. Kami tekankan tidak ada potongan macam-macam dalam rangka transparansi. Termasuk juga kami menyiapkan dashboard untuk pemangku kepentingan agar bisa melihat secara real-time progress penyaluran BSU ini ," ujar Haris.

Pihak PosIND, lanjut Haris, benar-benar menyiapkan dan menggerakan semua akntorpos di seluruh daerah sehingga penyaluran BSU ini bisa dilihat dan diawasi. PosiND pun menerima masukkan atau bisa untuk diingatkan, terutama terkait capaian dan hal-hal lain terkait BSU. Semua upaya yang dilakukan PosIND ini terus dikebut agar bisa terealisasi 100% hingga batas akhir pada 6 Agustus 2025.

Penerima BSU: Pencairan di Kantorpos Cepat dan Mudah

Salah satu penerima BSU 2025, Madalia Sartiana Ningsi, pegawai PT Ekosistem Digital Nusantara, mengungkapkan pengalamannya dalam mencairkan BSU.

"Saya kerja di PT Ekosistem Digital Nusantara. Ini pertama kalinya saya menerima BSU, dan saya mengambilnya di Kantorpos. Prosesnya dimulai dengan saya diinstruksikan untuk mendownload aplikasi Pospay karena saya tidak dapat penyaluran melalui rekening bank. Setelah login dan cek menggunakan NIK, saya langsung ke Kantorpos dengan membawa KTP," ujar Madalia.

"Pelayanan di Kantorpos cukup baik. Walaupun sedikit antre karena saya datang pas pulang kerja, penerimaan uangnya cepat. BSU sangat membantu kebutuhan sehari-hari, terutama karena saya gajian di tanggal 10, jadi BSU ini sangat tepat waktu pada akhir bulan," lanjut Madalia.

Madalia berharap program BSU ini dapat terus berlanjut setiap tahun.

"Semoga BSU tetap diprogramkan setiap tahunnya. Program ini sangat membantu bagi kami yang memiliki pendapatan bulanan di bawah batas tertentu. Terima kasih kepada pemerintah yang telah mempermudah proses ini,” tuturnya.

Komitmen Pos Indonesia untuk 100% Penyaluran BSU

Haris menekankan bahwa meskipun tantangan di daerah 3T cukup besar, Pos Indonesia berkomitmen untuk mencapai angka 100% dalam penyaluran BSU.

Apalagi, BSU bukanlah penyaluran bantuan yang pertama kali diemban oleh Pos Indonesia melalui Kantorpos. Sebelumnya, Pos Indonesia digandeng pemerintah untuk Program eksisting dari Kemeterian Sosial yaitu menyalurkan Bansos Sembako dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Jadi secara prinsip mekanismenya sama. Nah khusus untuk yang BSU ini, karena memang harapan Pak Wapres bahwa kami harus bisa mencapai 100 persen, maka tim semua bergerak,” ucap Haris. PosIND dari pusat hingga daerah, tambah Haris dituntut untu fokus dan mengerahkan semua sumber daya petugas di seluruh Kantorpos di daerah untuk menyukseskan penyaluran BSU ini.

“Kami bekerja keras dengan segala cara, baik dari segi infrastruktur, SDM, dan teknologi. Kami yakin penyaluran BSU dapat selesai dengan baik dan memberikan dampak positif kepada masyarakat,” kata Haris optimistis.

Dengan semangat dan dukungan penuh dari pemerintah, Pos Indonesia terus memastikan bahwa bantuan BSU dapat dinikmati oleh seluruh tenaga kerja yang berhak, tanpa terkecuali, di seluruh pelosok negeri.***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, BRI Salurkan BSU 2025 pada 3,76 Juta Penerima hingga Rp2,25 Triliun

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, BRI Salurkan BSU 2025 pada 3,76 Juta Penerima hingga Rp2,25 Triliun

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 16:27 WIB

UMK Digital Fest 2025 Resmi Dibuka, Telkom Pacu Semangat Go Digital untuk UMKM

UMK Digital Fest 2025 Resmi Dibuka, Telkom Pacu Semangat Go Digital untuk UMKM

Bisnis | Senin, 04 Agustus 2025 | 14:46 WIB

Pertamina Sabet Juara 1 Transaksi Tertinggi PaDi UMKM 2024, Perkuat Ekosistem UMKM Lokal

Pertamina Sabet Juara 1 Transaksi Tertinggi PaDi UMKM 2024, Perkuat Ekosistem UMKM Lokal

Bisnis | Minggu, 03 Agustus 2025 | 11:22 WIB

BRI Cairkan Bantuan Subsidi Upah Rp 2,25 Triliun ke 3,7 Juta Rekening

BRI Cairkan Bantuan Subsidi Upah Rp 2,25 Triliun ke 3,7 Juta Rekening

Bisnis | Kamis, 31 Juli 2025 | 12:48 WIB

Percepat Penyaluran BSU, PosIND Terapkan Metode Jemput Bola dan Optimalkan Pospay

Percepat Penyaluran BSU, PosIND Terapkan Metode Jemput Bola dan Optimalkan Pospay

Bisnis | Senin, 28 Juli 2025 | 13:40 WIB

BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,22 Juta AgenBRILink di Seluruh Indonesia

BRI Perkuat Inklusi Keuangan Lewat 1,22 Juta AgenBRILink di Seluruh Indonesia

Bisnis | Senin, 21 Juli 2025 | 20:50 WIB

Terkini

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:00 WIB

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:50 WIB

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:36 WIB

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:20 WIB

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:43 WIB

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:21 WIB

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:16 WIB

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:10 WIB

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:21 WIB

×