Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Jurus Hadapi Krisis Ekonomi 2030, 10 Aset Ini Wajib Dimiliki

Iwan Supriyatna

Selasa, 05 Agustus 2025 | 16:38 WIB
Jurus Hadapi Krisis Ekonomi 2030, 10 Aset Ini Wajib Dimiliki
Ilustrasi krisis ekonomi. (Shutterstock)

Suara.com - Krisis ekonomi bukanlah hal baru dalam sejarah keuangan global. Banyak ekonom dan pengamat makro memperkirakan bahwa tahun 2030 akan menjadi titik krisis besar berikutnya, sebuah siklus yang perlu dihadapi secara rasional dan strategis.

Dalam video terbaru yang diunggah kanal YouTube Jejolok pada Selasa (5/8/2025), dibahas secara mendalam tentang pentingnya diversifikasi portofolio ke dalam aset riil yang terbukti tahan banting terhadap gejolak pasar maupun tekanan ekonomi sistemik.

“Krisis adalah siklus yang tak terhindarkan. Pemenangnya adalah mereka yang paling siap, bukan dari sisi mental, melainkan dari struktur aset yang mereka miliki,” ujar narasi dalam video tersebut.

Berbeda dengan pendekatan manajemen risiko konvensional, strategi ke depan lebih menekankan pada pembangunan fondasi kekayaan melalui aset yang berwujud, produktif, dan memiliki likuiditas tinggi.

Tanah Produktif di Lokasi Strategis

Tanah masih menjadi salah satu instrumen investasi paling stabil secara jangka panjang. Kenaikan nilainya memang tidak instan, namun konsisten, terutama di wilayah yang sedang berkembang menjadi kawasan industri, pemukiman baru, atau pusat transportasi.

Tanah di pinggiran kota besar yang mulai berkembang menjadi kota mandiri juga dianggap sangat potensial.

Emas Batangan Bersertifikat

Emas tetap menjadi pelindung nilai utama terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. Tidak seperti uang kertas yang bisa dicetak tanpa batas, emas memiliki keterbatasan pasokan, sehingga nilainya cenderung naik saat krisis moneter terjadi.

baca juga

Saham Sektor Konsumsi Primer

Pasar saham memang rawan goyah saat krisis, tapi sektor konsumsi primer justru sering bertahan. Ini termasuk saham perusahaan yang menjual kebutuhan pokok seperti makanan, obat-obatan, hingga produk kebersihan.

Permintaan terhadap barang-barang ini tetap tinggi karena sifatnya yang tidak bisa ditunda.

Surat Utang Negara (SBN)

Surat Berharga Negara (SBN), seperti ORI dan Sukuk Ritel (SR), dinilai sebagai pilihan konservatif namun aman.

Aset ini cocok untuk menjaga likuiditas sambil tetap mendapatkan imbal hasil tetap. Selama pemerintah tetap stabil secara fiskal, risiko dari SBN sangat rendah.

Properti Sewa Produktif

Properti seperti rumah kontrakan, ruko, atau unit apartemen yang disewakan dapat menjadi sumber pendapatan pasif yang konsisten.

Di masa krisis, permintaan rumah sewa justru bisa meningkat karena banyak orang beralih ke tempat tinggal yang lebih terjangkau.

Komoditas Strategis Non-Energi

Logam industri seperti nikel, tembaga, dan aluminium semakin relevan di era transisi energi. Berbeda dengan emas, logam ini memiliki peran penting dalam rantai pasok industri, termasuk kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan.

Mata Uang Asing Kuat

Menjaga sebagian dana dalam bentuk mata uang asing kuat seperti Dolar AS (USD) atau Dolar Singapura (SGD) bisa menjadi langkah antisipatif. Saat rupiah terdepresiasi akibat tekanan global, mata uang asing tersebut dapat menjadi bantalan nilai aset.

Alat Produksi Mandiri

Memiliki alat produksi seperti mesin kecil, alat pertanian, atau bahkan printer 3D, bisa menjadi penopang ekonomi mikro di masa sulit. Aset ini bisa digunakan untuk menciptakan barang yang dibutuhkan sendiri atau bahkan dijual kembali ke pasar.

Infrastruktur Digital yang Menghasilkan

Di era digital, platform seperti channel YouTube, aplikasi, atau website monetisasi mulai dilirik sebagai aset riil modern. Jika dikelola dengan baik, aset ini mampu menciptakan pendapatan berulang meskipun kondisi ekonomi sedang lemah.

Bisnis Waralaba Kebutuhan Pokok

Bisnis franchise yang menjual kebutuhan dasar seperti makanan pokok, air minum isi ulang, atau sembako, termasuk dalam kategori bisnis yang tetap bisa bertahan bahkan saat daya beli masyarakat menurun. Bisnis model ini juga biasanya memiliki SOP yang jelas dan brand yang sudah dikenal.

Dalam kanal YouTube Jejolok, keseimbangan antara aset riil, penghasil arus kas, dan aset digital merupakan pendekatan yang ideal untuk menghadapi dekade penuh ketidakpastian ini. Tujuannya bukan hanya melindungi daya beli, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan bahkan di tengah badai ekonomi global.

Maylaffayza Adinda Hollaoena

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alami Krisis Ekonomi, Anak Muda Ini Terjebak Utang Judi Online

Alami Krisis Ekonomi, Anak Muda Ini Terjebak Utang Judi Online

Bisnis | Rabu, 23 Juli 2025 | 11:22 WIB

3 Negara Ini Sepakat Gunakan Pinjaman Baru untuk Hadapi Krisis Ekonomi

3 Negara Ini Sepakat Gunakan Pinjaman Baru untuk Hadapi Krisis Ekonomi

Bisnis | Selasa, 06 Mei 2025 | 13:43 WIB

4 Rekomendasi Film tentang Krisis Ekonomi yang Seru, Wajib Nonton!

4 Rekomendasi Film tentang Krisis Ekonomi yang Seru, Wajib Nonton!

Your Say | Selasa, 15 April 2025 | 14:39 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×