Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 26 September 2025 | 10:12 WIB
Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?
Petugas menunjukan uang dollar AS di Money Changer, Jakarta, Rabu (17/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Data Bloomberg menunjukkan, dolar AS dibuka pada Rp16.745 dan tak lama kemudian naik ke posisi Rp16.789, menguat 0,24%.
  • Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, kemungkinan rupiah tembus Rp17.000 sangat terbuka.
  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI menyatakan akan menggunakan seluruh instrumen yang ada secara 'berani' (bold) di pasar domestik maupun internasional.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali menghadapi tantangan berat. Pada Jumat (26/9/2025), dolar Amerika Serikat (AS) menguat signifikan, mendekati level Rp16.800.

Data Bloomberg menunjukkan, dolar AS dibuka pada Rp16.745 dan tak lama kemudian naik ke posisi Rp16.789, menguat 0,24%. Pergerakan ini menimbulkan pertanyaan besar apakah mungkinkah rupiah akan tembus level psikologis Rp17.000?

Menurut pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi, kemungkinan itu sangat terbuka. "Kalau seandainya rupiah tembus level Rp16.800, ada (kemungkinan) bahwa dalam bulan Oktober rupiah tembus level Rp17.000," ungkapnya.

Ibrahim menjelaskan, proyeksi pelemahan rupiah ini didorong oleh sentimen eksternal dan internal. Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik di Eropa kembali memanas. Pernyataan Presiden AS Donald Trump di Sidang Majelis PBB yang mengancam sanksi baru terhadap aliran energi Rusia memicu kekhawatiran. Hal ini mendorong investor untuk beralih ke aset yang lebih aman, seperti dolar AS, sehingga indeks dolar menguat secara signifikan.

Sementara itu, dari sisi internal, pasar bereaksi negatif terhadap kebijakan baru Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Keputusan untuk tidak memberikan pengampunan pajak (tax amnesty) mendapat respons kurang baik dari pasar. Berbeda dengan era sebelumnya di bawah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang tiga kali menggelar tax amnesty dan disambut positif.

"Pernyataan-pernyataan Purbaya tentang penolakan tax amnesty mendapat respons negatif dari pasar," papar Ibrahim.

Menanggapi tekanan ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. BI menyatakan akan menggunakan seluruh instrumen yang ada secara 'berani' (bold) di pasar domestik maupun internasional.

"Bank Indonesia menggunakan seluruh instrumen yang ada secara bold, baik di pasar domestik melalui instrumen spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder, maupun di pasar luar negeri di Asia, Eropa, dan Amerika secara terus menerus, melalui intervensi NDF," kata Perry.

Meskipun demikian, Ibrahim Assuaibi menilai intervensi BI belum memberikan dampak signifikan karena kuatnya spekulasi di pasar internasional. Perry Warjiyo mengajak seluruh pelaku pasar untuk bersama-sama menjaga iklim pasar keuangan yang kondusif, agar stabilitas rupiah bisa tercapai sesuai dengan nilai fundamentalnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Loyo, BI Kerahkan Semua Obat Kuat untuk Jaga Nilai Tukar

Rupiah Loyo, BI Kerahkan Semua Obat Kuat untuk Jaga Nilai Tukar

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 09:34 WIB

IHSG Runtuh Setelah Cetak Rekor, Volatilitas Pasar Menguji Mental Investor

IHSG Runtuh Setelah Cetak Rekor, Volatilitas Pasar Menguji Mental Investor

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 08:36 WIB

Rupiah Terus Ambruk, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Biang Kerok?

Rupiah Terus Ambruk, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Biang Kerok?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 08:19 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×