Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 06 Agustus 2025 | 09:09 WIB
Aneh Bin Ajaib! Pertumbuhan Ekonomi 5,12% Diragukan, Menko Airlangga Pasang Badan Bela BPS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak tinggal diam. Ia pasang badan membela data tersebut dan menepis keras tudingan adanya 'permainan data'.

Suara.com - Data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen secara tahunan pada kuartal II-2025 kini tengah menjadi sorotan. Angka yang melampaui ekspektasi pasar ini justru memicu keraguan dari beberapa pihak, yang menyebutnya sebagai aneh bin ajaib.

Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak tinggal diam. Ia pasang badan membela data tersebut dan menepis keras tudingan adanya 'permainan data'.

"Kan sudah diumumin dan tadi sudah dijelaskan," kata Airlangga dengan nada tegas di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (5/8/2025), saat dimintai tanggapan oleh para wartawan mengenai pihak-pihak yang tidak percaya dengan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Ketika didesak lebih jauh, Airlangga Hartarto dengan yakin mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi yang fantastis itu sesuai dengan kondisi riil di lapangan. "Mana ada!" jawabnya singkat namun penuh penekanan, setelah ditanya berkali-kali oleh wartawan terkait kemungkinan adanya manipulasi data.

Airlangga tidak hanya bicara tanpa dasar. Ia membeberkan sejumlah data konkret yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2025 diantaranya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,97%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 4,93%. Ini menunjukkan masyarakat mulai berbelanja lebih banyak.

Selain itu Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dimana investasi di sektor ini melesat dengan pertumbuhan sebesar 6,99%. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia meningkat.

Disisi lain aktivitas digital dan pariwisata mencatat adanya transaksi di marketplace naik 7,55% dari kuartal I-2025. Selain itu, kebijakan diskon dari pemerintah juga membuahkan hasil. "Perjalanan wisatawan Nusantara tumbuh 22,3%," imbuh Airlangga.

Tak hanya itu, bukti pertumbuhan juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan. "Dari Februari (2024) ke Februari (2025) mendekati 3,6 juta," kata Airlangga, merujuk pada jumlah lapangan pekerjaan baru yang tercipta.

Meskipun menuai keraguan, pemerintah tetap berpegang teguh pada data yang dirilis oleh BPS. Airlangga Hartarto menegaskan bahwa angka-angka tersebut adalah hasil dari metodologi yang terukur dan valid.

baca juga

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 mencapai 5,12 persen secara tahunan (year-on-year) di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2025) mengatakan angka pertumbuhan ini melampaui ekspektasi banyak pihak dan menjadi sinyal kuat bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih sangat kokoh.

"Ekonomi Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) pada triwulan II 2025 atas dasar harga berlaku sebesar Rp5.947 triliun. Atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2025 bila dibandingkan dengan triwulan II 2024 atau secara year-on-year tumbuh sebesar 5,12 persen," kata Edy.

Tak hanya itu, kinerja ekonomi Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Edy Mahmud mencatat, jika dibandingkan kuartal I 2025 (quarter-to-quarter), pertumbuhan ekonomi melonjak sebesar 4,04 persen.

Angka ini mengindikasikan adanya momentum akselerasi ekonomi yang sangat positif. Setelah sempat melambat di beberapa kuartal sebelumnya, pertumbuhan 5,12 persen ini bisa jadi menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir. Hal ini menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menstimulus perekonomian, serta ketahanan sektor-sektor kunci dari guncangan eksternal.

Meskipun BPS belum merilis data perinci mengenai sektor-sektor mana saja yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dapat diprediksi bahwa sektor konsumsi domestik dan investasi memiliki peran krusial.

Momentum libur Lebaran dan berbagai program pemerintah yang berfokus pada peningkatan daya beli masyarakat kemungkinan besar menjadi salah satu faktor penentu. Selain itu, investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, juga diyakini terus mengalir, seiring dengan sentimen positif terhadap stabilitas politik dan ekonomi Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun

Ekonomi Indonesia Q2 2025 Tumbuh 5,12 Persen, Ini Prediksi Pengamat Hingga Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:16 WIB

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

Ekonomi Tumbuh, Rakyat Merana? Istana Akui 'Rojali' dan 'Rohana' Jadi Cambuk Keras!

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:06 WIB

MEXC Suntik Dana Rp3,2 Triliun ke Bursa Kripto Indonesia

MEXC Suntik Dana Rp3,2 Triliun ke Bursa Kripto Indonesia

Bisnis | Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:48 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×