Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.090

Genjot Penjualan, PANI Tebar 'Gula-gula' Bunga KPR Rendah dan Bebas PPN

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:01 WIB
Genjot Penjualan, PANI Tebar 'Gula-gula' Bunga KPR Rendah dan Bebas PPN
Ilustrasi properti. Foto ist.

Suara.com - PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menunjukkan performa agresif dalam menggencarkan penjualan properti di tengah lesunya ekonomi domestik. 

Emiten properti yang merupakan kolaborasi antara Agung Sedayu Group dan Salim Group ini, memberikan sejumlah penawaran menarik untuk memikat konsumen kelas atas.

Dalam pameran properti dan gaya hidup BNI WonderX 2025 yang digelar pada 15-17 Agustus 2025 di ICE BSD, PANI menawarkan paket "gula-gula" berupa bunga KPR spesial hanya 1,79%, cicilan DP hingga tiga tahun, dan insentif bebas PPN sampai akhir 2025.

Tidak hanya itu, PANI juga membagikan hadiah langsung, mulai dari iPhone 16 Pro Max untuk pembelian unit tertentu hingga promo unik satu kali cicil langsung memiliki rumah, termasuk di kawasan premium Gold Island.

Strategi ini didukung oleh kinerja keuangan PANI yang solid. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Selasa, (19/8/2025) pendapatan PANI pada semester I-2025 tercatat sebesar Rp 1,64 triliun. Angka ini naik 22,18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Laba bersih PANI juga mengalami peningkatan, meskipun tipis, menjadi Rp 285,86 miliar per Juni 2025. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh serah terima unit di kuartal II-2025 serta tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia yang memacu minat konsumen untuk berinvestasi di properti strategis, seperti Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.

Kinerja PANI semakin bersinar di kuartal kedua 2025. Pendapatan PANI melonjak signifikan sebesar 69% dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara laba bersihnya meroket hingga 377% menjadi Rp 236 miliar. Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, mengatakan lonjakan ini membuktikan minat pasar terhadap produk PANI tetap kuat.

Kontributor terbesar pendapatan PANI di semester pertama tahun ini berasal dari penjualan kavling tanah komersial di kawasan strategis CBD PIK 2. Selain itu, produk residensial seperti Rumah Milenial, Permata Hijau Residences, dan Pasir Putih Residences, serta produk komersial seperti Soho Wallstreet dan Bizpark PIK2 juga turut andil dalam pertumbuhan pendapatan.

Sugianto menegaskan bahwa PANI akan terus memanfaatkan momentum positif ini untuk menghadirkan pengembangan kawasan yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar, serta memberikan nilai jangka panjang bagi para konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEI Beri Peringatan Kepada 167 Emiten, Imbas Lambatnya Lapor Keuangan

BEI Beri Peringatan Kepada 167 Emiten, Imbas Lambatnya Lapor Keuangan

Bisnis | Selasa, 19 Agustus 2025 | 11:55 WIB

'Duo' Konglomerat Prajogo & Hapsoro Kompak! Petrosea dan Rukun Raharja Akuisisi Grup Hafar Rp790 M

'Duo' Konglomerat Prajogo & Hapsoro Kompak! Petrosea dan Rukun Raharja Akuisisi Grup Hafar Rp790 M

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 16:40 WIB

Transaksi GIIAS 2025 Tembus 38 Ribu Unit di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Transaksi GIIAS 2025 Tembus 38 Ribu Unit di Tengah Lesunya Industri Otomotif

Otomotif | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:06 WIB

Terkini

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Perundingan AS-Iran Kacau, Trump Malah Nonton UFC Ketimbang Negosiasi Selat Hormuz

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:49 WIB

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Pemerintah Klaim Daya Beli Masyarakat Masih Kuat, Begini Datanya

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:29 WIB

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

BI Sebut Kepercayaan Masyarakat Terhadap Ekonomi RI Tinggi

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:10 WIB

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Iran Tetapkan Tarif Selat Hormuz, Harga Bitcoin Malah Anjlok Parah

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 10:09 WIB

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Danantara Rebut Pengelolaan Sekuritas Himbara, Mau Bentuk Holding Baru

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:55 WIB

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Pertamina Wisuda 168 Binaan Usaha Ultra Mikro, Total Cuan hingga Rp2,7 Miliar

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 09:33 WIB

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Purbaya Targetkan Legalisasi Rokok Ilegal Berlaku Mei 2026 demi Tambah Pendapatan Negara

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:30 WIB

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Purbaya Siapkan Insentif Motor Listrik, Bagaimana Nasib Mobil Listrik?

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 07:00 WIB

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup

Bisnis | Minggu, 12 April 2026 | 03:31 WIB

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 22:25 WIB