Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

BI Gelontorkan Rp384 T, Perry Warjiyo Ungkap Rincian Alokasi dan Sektor Prioritas Penerima Insentif

Chandra Iswinarno | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 20 Agustus 2025 | 17:39 WIB
BI Gelontorkan Rp384 T, Perry Warjiyo Ungkap Rincian Alokasi dan Sektor Prioritas Penerima Insentif
Ilustrasi Bank Indonesia. Saat ini Bank Indonesia memperkuat stimulus likuiditas ke sektor perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). [Suara.com]

Suara.com - Bank Indonesia (BI) secara agresif memperkuat stimulus likuiditas ke sektor perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Hingga minggu pertama Agustus 2025, total insentif yang telah digelontorkan untuk mendorong penyaluran kredit telah mencapai Rp384 triliun, sebuah langkah strategis yang dirancang untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah ini memastikan ketersediaan dana di perbankan, sehingga dapat mengakselerasi penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif dan prioritas.
Distribusi Insentif ke Seluruh Segmen Perbankan

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, merinci bahwa insentif likuiditas tersebut didistribusikan secara proporsional ke seluruh segmen perbankan, termasuk bank milik asing, untuk memastikan dampak kebijakan yang merata dan efektif.

"KLM yang disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp171,5 triliun, bank BUSN sebesar Rp169,2 triliun, BPD sebesar Rp37,2 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,7 triliun," katanya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (20/8/2025).

Fokus pada Sektor Strategis dan Program Pemerintah

Penyaluran insentif KLM tidak dilakukan secara acak, melainkan diarahkan pada sektor-sektor yang dianggap memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian.

Sektor prioritas tersebut mencakup Pertanian, Real Estate, Perumahan Rakyat, Konstruksi, Perdagangan dan Manufaktur, Transportasi, Pergudangan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan Hijau.

Perry menegaskan bahwa kebijakan ini akan terus diperkuat dan diselaraskan dengan agenda pembangunan pemerintah.

"Ke depan, kebijakan KLM akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan melalui optimalisasi insentif pada sektor yang berkontribusi tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja serta selaras dengan program-program Asta Cita Pemerintah," katanya.

Sinergi Moneter dan Fiskal

Selain melalui KLM, Bank Indonesia juga melakukan ekspansi likuiditas melalui instrumen lain, yaitu pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

Langkah ini mencerminkan sinergi erat antara otoritas moneter dengan kebijakan fiskal yang dijalankan pemerintah.

Tercatat selama tahun 2025 (hingga 19 Agustus 2025), total pembelian SBN oleh Bank Indonesia telah mencapai Rp186,06 triliun.

Angka ini terdiri dari pembelian di pasar sekunder sebesar Rp137,80 triliun dan melalui pasar primer dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp48,26 triliun.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market untuk meningkatkan likuiditas dan efektivitas transmisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

BI Turunkan Suku Bunga Jadi 5 Persen, Pemangkasan Keempat di 2025

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:22 WIB

Ekonomi Indonesia Diramal 4,9 Persen di 2025, Ini Pendorongnya

Ekonomi Indonesia Diramal 4,9 Persen di 2025, Ini Pendorongnya

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:42 WIB

Begini Cara Suku Bunga BI Pengaruhi Strategi Trader Jitu

Begini Cara Suku Bunga BI Pengaruhi Strategi Trader Jitu

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 09:10 WIB

Terkini

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Kok Bisa Listrik di Sumatra Mati Secara Serentak

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:32 WIB

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Purbaya Janji Bakal Awasi Badan Ekspor PT DSI, Ancam Pecat Jika Pegawai Mendadak Kaya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 09:00 WIB

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Purbaya Akui Badan Ekspor DSI Dibentuk Gegara Banyak Kebocoran di Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:30 WIB

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Berat Badan Purbaya Turun 10 Kg usai 8 Bulan Jabat Menkeu

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 08:00 WIB

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini, Pemula Wajib Cek Sebelum Investasi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 07:45 WIB

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB