Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

Petrokimia Gresik dan Kemenperin Sulap Limbah Karbon Jadi 'Uang' dan Bahan Baku Penting!

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Sabtu, 23 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Petrokimia Gresik dan Kemenperin Sulap Limbah Karbon Jadi 'Uang' dan Bahan Baku Penting!
Ilustrasi. Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Keduanya sukses menjalankan pilot proyek dekarbonisasi dengan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) yang tak hanya mengurangi emisi, tapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Foto Ist.

Suara.com - Sebuah langkah revolusioner diambil oleh Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Keduanya sukses menjalankan pilot proyek dekarbonisasi dengan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) yang tak hanya mengurangi emisi, tapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Proyek ini disebut menjadi "angin segar" bagi industri berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan bahwa teknologi CCU adalah solusi strategis untuk mengurangi emisi dan mengubahnya menjadi produk bernilai tambah. "Teknologi ini bukan hanya mendukung target NZE (Net Zero Emission), tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi," jelasnya, Sabtu (23/8/2025).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengungkapkan bahwa pilot proyek CCU di pabrik mereka telah berjalan selama kurang lebih satu bulan. Fasilitas ini dirancang untuk mengubah emisi karbon menjadi produk samping berupa soda ash dan baking soda.

Kedua produk ini sangat strategis karena kebutuhan dalam negeri, seperti untuk industri kaca dan detergen, mencapai lebih dari 1 juta ton per tahun dan selama ini seluruhnya masih dipenuhi dari impor.

"CO yang merupakan emisi karbon bisa diubah menjadi produk yang dibutuhkan oleh industri," kata Daconi. Ia menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi soda ash hingga 50.000 ton, atau menyerap 20.000 ton CO melalui proyek ini.

Sebagai produsen pupuk dan bahan kimia raksasa, Petrokimia Gresik berpotensi menghasilkan 2 juta ton emisi karbon per tahun. Hingga 2025, perusahaan ini sudah berhasil mengurangi sekitar 400 ribu ton CO ekuivalen. Namun, masih tersisa sekitar 1,6 juta ton yang harus ditangani.

Teknologi CCU menjadi solusi krusial. Proyek ini selaras dengan peta jalan dekarbonisasi Petrokimia Gresik menuju NZE 2050.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, menambahkan bahwa pilot proyek ini membuktikan emisi karbon bisa menjadi bahan baku bernilai ekonomis. Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah kini mempercepat target NZE menjadi 2050. "Alhamdulillah Petrokimia Gresik bersedia menjadi lokasi pilot project tersebut," ungkap Eko.

Pilot proyek CCU ini tidak hanya bertujuan mengurangi emisi dan menghasilkan produk substitusi impor, tetapi juga untuk menguasai teknologi CCU dan mendorong pengembangan mesin CCU di dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu membawa industri Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SKK Migas Klaim Pasokan Gas Industri Mulai Lancar

SKK Migas Klaim Pasokan Gas Industri Mulai Lancar

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 17:45 WIB

Industri Makin Menjerit Pasokan Gas HGBT Seret, Kemenperin: Kado Buruk HUT RI!

Industri Makin Menjerit Pasokan Gas HGBT Seret, Kemenperin: Kado Buruk HUT RI!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 14:37 WIB

6 Rekomendasi Sepatu Lari Karbon Merek Luar dan Lokal, Mulai Rp750 Ribuan

6 Rekomendasi Sepatu Lari Karbon Merek Luar dan Lokal, Mulai Rp750 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 12 Agustus 2025 | 07:35 WIB

Terkini

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Agar Subsidi Tepat Sasaran, QR Code BBM Kini Diawasi Lebih Ketat

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:07 WIB