Bos Lippo Ungkap 5 Modal Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global 2026

Achmad Fauzi Suara.Com
Jum'at, 12 Desember 2025 | 19:45 WIB
Bos Lippo Ungkap 5 Modal Indonesia Hadapi Ketidakpastian Global 2026
Bos Lippo Group, James Riady. [ist].
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, James Riady, menyatakan Indonesia memiliki fondasi kuat memasuki tahun 2026.
  • Pertemuan Kadin Friday Breakfast di Jakarta pada 12 Desember 2025 menjadi lokasi penyampaian optimisme tersebut.
  • Stabilitas politik dan fundamental makro solid menjadi modal utama Indonesia menghadapi ketidakpastian global 2026.

Suara.com - Wakil Ketua Umum Koordinator Kadin Indonesia Bidang Luar Negeri, James Riady, menilai Indonesia justru melangkah ke 2026 dengan fondasi yang kuat.

Hal itu disampaikan James dalam Kadin Friday Breakfast, pertemuan penutup tahun yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (12/12/2025). "Indonesia memasuki tahun 2026 tidak dengan tangan kosong," ujar James.

Menurut James, di tengah derasnya informasi negatif dan ketidakpastian global, komunitas Kadin tetap menjadi sumber optimisme. "Komunitas Kadin memberi kita alasan kuat untuk optimistis," katanya.

Ilustrasi statistik pertumbuhan ekonomi (Freepik)
Ilustrasi statistik pertumbuhan ekonomi (Freepik)

Bos Lippo Group ini menggambarkan situasi global menjelang 2026 sebagai periode yang paling tidak terduga, kompetisi negara besar yang kian tajam, aliansi global yang berubah cepat, hingga konflik regional yang berpotensi meluas.

Lembaga-lembaga internasional pun memberi sinyal suram tentang ekonomi global yang melambat dan terfragmentasi. Dunia tengah menghadapi perdagangan yang melemah, rantai pasok yang direstrukturisasi untuk keamanan, utang publik yang menumpuk, serta laju teknologi yang lebih cepat daripada kemampuan regulasi.

Namun, di tengah berbagai tantangan global itu, James menilai posisi Indonesia justru unik dan kuat. "Di tengah dunia yang tidak menentu, Indonesia justru tampil berbeda," imbuh James

Modal Besar Indonesia 

James merinci lima modal utama yang membuat Indonesia tetap tangguh memasuki 2026, pertama, transisi politik yang stabil, memberikan kepastian dan prediktabilitas di mata dunia.

Kedua, gundamental makro solid inflasi terkendali, disiplin fiskal terjaga, konsumsi domestik kuat, demografi produktif, dan nilai tukar relatif stabil. ketiga, dekade pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah, mulai dari pelabuhan, energi, kawasan industri, hingga Ibu Kota Nusantara.

Baca Juga: Ekonom UI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Q4 Tak Capai Target Imbas Banjir Sumatra

Keempat, fokus kebijakan yang jelas dari Presiden Prabowo pada ketahanan pangan, hilirisasi, kesehatan, pertahanan, dan infrastruktur strategis. Kelima, Kombinasi langka antara stabilitas politik, kekuatan demografi, SDA yang besar, percepatan digitalisasi, dan basis manufaktur yang berkembang.

"Kita harus realistis, namun tetap optimistis memasuki tahun 2026," katanya.

James menegaskan bahwa program-program pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak positif, dan Kadin berkomitmen mendukung penuh agenda nasional tersebut. Ekosistem usaha yang tetap aktif berinvestasi, berinovasi, dan bergerak maju menjadi penopang kuat optimisme Indonesia.

"Jika 2025 adalah tahun penyesuaian dan transisi, maka 2026 bisa menjadi tahun antisipasi dan tahun keberanian," pungkasnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI