RAPBN 2026 'Terancam' di Tengah Peringatan 80 Tahun RI, Core Indonesia Soroti Tiga Jebakan Krusial!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 25 Agustus 2025 | 13:28 WIB
RAPBN 2026 'Terancam' di Tengah Peringatan 80 Tahun RI, Core Indonesia Soroti Tiga Jebakan Krusial!
Ilustrasi. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 kembali menjadi sorotan tajam. Foto Ist.

Suara.com - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 kembali menjadi sorotan tajam. Di tengah peringatan 80 tahun kemerdekaan, instrumen fiskal ini dinilai menghadapi tantangan kompleks, baik dari dalam maupun luar negeri.

RAPBN 2026 bahkan disebut sebagai tolok ukur kredibilitas perencanaan ekonomi nasional, namun lembaga Core Indonesia menemukan tiga 'jebakan' krusial yang perlu diwaspadai.

Hal itu terungkap dalam riset terbaru Core Indonesia bertajuk RAPBN 2026: Ekspansi Fiskal di Atas Fondasi Rapuh yang dilihat, Senin (25/8/2025).

"RAPBN 2026 hadir di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks," demikian laporan Core Indonesia itu.

Dalam catatannya lembaga itu menekankan bahwa RAPBN tak hanya mencerminkan prioritas, tetapi juga kredibilitas perencanaan ekonomi di mata publik dan pasar.

Dalam evaluasi mendalam, setidaknya ada tiga catatan utama yang menjadi lampu merah bagi RAPBN 2026 menurut Core Indoenesia:

1. Asumsi Makro Terlalu Optimistis: RAPBN 2026 dibangun di atas asumsi makroekonomi yang cenderung optimistis. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena jika terjadi deviasi, kredibilitas perencanaan bisa terkikis.

2. Struktur Penerimaan yang Lemah: Meskipun target penerimaan tinggi, basis pajak Indonesia masih sempit. Selain itu, pendapatan negara sangat bergantung pada volatilitas harga komoditas global, yang membuatnya rentan terhadap gejolak pasar.

3. Ekspansi Fiskal Tanpa Efisiensi: Peningkatan belanja pemerintah tidak diimbangi dengan perbaikan produktivitas dan target yang tepat sasaran. Ini menimbulkan kekhawatiran bahwa anggaran besar yang digelontorkan tidak akan memberikan dampak optimal pada perekonomian.

baca juga

Belanja Pemerintah Meningkat, tapi Produktivitas Stagnan

Lebih dari sekadar catatan tahunan, ada refleksi mendalam selama 80 tahun kemerdekaan Indonesia. Belanja pemerintah yang meningkat signifikan ternyata belum berhasil menjadi pengungkit produktivitas ekonomi yang efektif. Hal ini terlihat dari stagnannya pertumbuhan PDB per kapita dan peningkatan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR).

ICOR yang terus meningkat menunjukkan bahwa biaya investasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit output ekonomi menjadi semakin mahal. Ini adalah sinyal bahwa belanja pemerintah belum mampu menciptakan pertumbuhan berkualitas dan efisien.

Dengan tantangan yang ada, RAPBN 2026 bukan hanya sekadar dokumen anggaran, melainkan ujian nyata bagi pemerintah untuk membuktikan bahwa kebijakan fiskal mampu menjawab tantangan ekonomi yang kompleks dan membawa Indonesia menuju tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

APBN Memikul Beban Berat, Sri Mulyani Minta Tolong Danantara dan Swasta

APBN Memikul Beban Berat, Sri Mulyani Minta Tolong Danantara dan Swasta

Bisnis | Jum'at, 22 Agustus 2025 | 14:21 WIB

Efisiensi Anggaran Daerah Jadi Fokus, Pemerintah Kurangi Transfer Pusat

Efisiensi Anggaran Daerah Jadi Fokus, Pemerintah Kurangi Transfer Pusat

News | Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:44 WIB

Core Indonesia Soroti Tingginya Angka ICOR RI: Daya Saing Ekonomi Kita Tertekan

Core Indonesia Soroti Tingginya Angka ICOR RI: Daya Saing Ekonomi Kita Tertekan

Bisnis | Rabu, 20 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Terkini

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

Dijemput Keluarga dan LBH, 34 Orang Pascademo Ricuh di Malioboro Resmi Dipulangkan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:04 WIB

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Pasar Bergejolak, Perusahaan Asuransi Putar Otak Buat Produk Perlindungan dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:57 WIB

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

QRIS BRI Permudah Transaksi UMKM, Pemilik Depot Yamie di Kutoarjo Ini Rasakan Manfaatnya

Bri | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 05:17 WIB

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

×