Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.585.000
Beli Rp2.470.000
IHSG 6.037,842
LQ45 602,373
Srikehati 296,769
JII 356,005
USD/IDR 18.126

HP Mau PHK 6.000 Karyawan, Klaim Bisa Hemat Rp16,6 Triliun

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 26 November 2025 | 08:54 WIB
HP Mau PHK 6.000 Karyawan, Klaim Bisa Hemat Rp16,6 Triliun
Logo HP Inc. [Josh Edelson/AFP]
baca 10 detik
  • HP berencana PHK 6.000 karyawan globalnya.
  • Perusahaan klaim bisa hemat puluhuan triliun dari kebijakan ini.
  • AI menjadi salah satu faktor utama perusahaan melakukan PHK massal ini.

Suara.com - HP Inc. telah mengumumkan rencana pemangkasan besar-besaran terhadap tenaga kerjanya — antara 4.000 hingga 6.000 karyawan secara global akan kehilangan pekerjaan paling lambat di tahun fiskal 2028. 

Menurut media Reuters, langkah ini merupakan bagian dari upaya efisiensi operasional sekaligus strategi perusahaan untuk mempercepat adopsi kecerdasan buatan (AI) dalam lini produk dan layanan mereka.

Tim yang akan terdampak PHK terutama berasal dari area pengembangan produk, operasi internal, dan dukungan pelanggan. 

Menurut CEO HP, Enrique Lores, inisiatif ini ditargetkan dapat menghasilkan penghematan bruto sekitar US$1 miliar dalam tiga tahun ke depan atau setara Rp16,6 triliun.

Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan memang telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 2.000 karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi awal.

Alasan utama dibalik PHK dan efisiensi masif ini adalah permintaan untuk PC berbasis AI serta perangkat keras berteknologi tinggi terus melonjak. Fakta menunjukkan bahwa lebih dari 30% pengiriman PC HP pada kuartal keempat yang berakhir 31 Oktober sudah mendukung fitur AI.

Namun di sisi lain, lonjakan global pada harga chip memori—DRAM dan NAND—karena melonjaknya permintaan dari pusat data dan pembangunan infrastruktur AI, menambah tekanan biaya bagi produsen seperti HP (serta pesaing seperti Dell dan Acer). 

Analis dari Morgan Stanley bahkan memperingatkan bahwa inflasi komponen memori bisa menekan margin keuntungan secara signifikan. 

Untuk merespons hal itu, HP mengambil langkah mitigasi: mencari pemasok dengan biaya lebih rendah, menyederhanakan konfigurasi memori produk, dan melakukan penyesuaian harga.

baca juga

Meski menghadapi tekanan biaya dan restrukturisasi, HP baru saja melaporkan pendapatan kuartal keempat sebesar US$ 14,64 miliar, sedikit mengungguli ekspektasi pasar.

Namun, proyeksi laba per saham (EPS) untuk tahun fiskal 2026 hanya berada di kisaran US$ 2,90 sampai US$ 3,20, sedikit di bawah estimasi rata-rata analis.

Manajemen HP memperkirakan dampak dari efisiensi dan adopsi AI akan mulai terasa pada paruh kedua fiskal 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bankir Ini Nilai Penggunaan AI Jadi Masa Depan Industri Keuangan

Bankir Ini Nilai Penggunaan AI Jadi Masa Depan Industri Keuangan

Bisnis | Rabu, 26 November 2025 | 08:47 WIB

Program DCE Kini Hadir dengan Lompatan Teknologi AI: UMKM Bisa Langsung Temukan Tren Baru

Program DCE Kini Hadir dengan Lompatan Teknologi AI: UMKM Bisa Langsung Temukan Tren Baru

Tekno | Selasa, 25 November 2025 | 21:07 WIB

usmile Hadirkan Sikat Gigi Elektrik Berbasis AI, Jawab Tantangan Kesehatan Mulut Indonesia

usmile Hadirkan Sikat Gigi Elektrik Berbasis AI, Jawab Tantangan Kesehatan Mulut Indonesia

Tekno | Selasa, 25 November 2025 | 09:10 WIB

Terkini

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diduga Punya Jaringan Bisnis untuk Pencucian Uang

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:13 WIB

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Menko Airlangga Kaji Harga BBM Khusus untuk Nelayan Berkapal Besar

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 21:02 WIB

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 20:13 WIB

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Yudha WK Putra Relawan Gibran Mendadak Viral Usai Diangkat Menjadi Komisaris Jasamarga Tollroad

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:47 WIB

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

BRI Dukung UMKM Brownies Ketan Naik Kelas, Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Tembus Pasar Ekspor

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:39 WIB

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

BRI Hadirkan ORI030, Pilihan Investasi Aman untuk Bangun Portofolio

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 19:03 WIB

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Kuatkan Tata Kelola Penyaluran KUR

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:43 WIB

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Purbaya Akui Penerimaan Bea Cukai 2026 Bisa Meleset dari Target

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:32 WIB

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Shortfall Pajak 2026 Bisa Tembus Rp 46,9 Triliun, Purbaya Ancam Rumahkan Pegawai DJP

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:08 WIB

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis Kopi UMKM Moncer 60% Berkat Jualan Online

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 18:05 WIB

×