CEO Danantara Sebut Merger GOTO dan Grab Masih Berjalan: Sinyalnya Positif

Liberty Jemadu Suara.Com
Kamis, 27 November 2025 | 19:13 WIB
CEO Danantara Sebut Merger GOTO dan Grab Masih Berjalan: Sinyalnya Positif
CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan merger GoTo dan Grab masih berjalan dan menunjukkan sinyal kemajuan positif. [Antara]
Baca 10 detik
  • Menteri Investasi Rosan Roeslani menyatakan merger GoTo dan Grab masih berjalan dan menunjukkan sinyal kemajuan positif.
  • Danantara mengikuti arahan pemerintah terkait kelangsungan bisnis ekosistem digital dan fokus pada hubungan B2B kedua pihak.
  • Investor besar berupaya mengganti CEO GoTo Patrick Walujo karena menolak merger dan kinerja pasar perusahaan yang menurun drastis.

Suara.com - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut proses penggabungan atau merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab masih berjalan.

"Masih berjalan itu," ujar Rosan ditemui usai melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025).

Ia menyebut saat ini belum ada keputusan final terkait dengan penggabungan dua perusahaan tersebut. Menurutnya, penggabungan tersebut menunjukkan kemajuan yang positif.

"Positif, sinyalnya positif," imbuhnya.

Diketahui, Danantara Indonesia menyebutkan pihaknya mengikuti arahan dan masukan pemerintah soal keterlibatan dalam penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.

Danantara menerima masukan dari pemerintah yang memiliki keinginan terkait kelangsungan bisnis pada ekosistem digital. Danantara menegaskan yang paling penting adalah fokus pada hubungan kedua bisnis atau business-to-business (B2B).

Dalam hal ini, Danantara juga akan terus meninjau proses B2B antara GoTo dan Grab. Danantara juga akan mendukung hubungan bisnis kedua belah pihak.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut adanya rencana penggabungan antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab.

Prasetyo mengatakan bahwa pembahasan penggabungan tersebut merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai rancangan peraturan presiden (perpres) terkait ojek daring.

Baca Juga: Profil Hans Patuwo, CEO Baru GOTO Pengganti Patrick Walujo

Menurutnya, Danantara akan terlibat dalam proses penggabungan dua perusahaan tersebut. Prasetyo menyampaikan bahwa rencana penggabungan kedua perusahaan itu masih dalam tahap pencarian bentuk, yang bisa berupa merger ataupun akuisisi.

Saham Emas untuk Danantara?

Sebelumnya diwartakan GOTO dan Grab menawarkan ‘saham emas’ atau saham minoritas dengan hak khusus kepada Danantara, untuk memuluskan penyatuan bisnis di Indonesia, kedua perusahaan dikabarkan menawarkan

Tawaran ini menjadi kunci persetujuan merger, mengingat sensitivitas politik dan ekonomi dari entitas gabungan yang akan menguasai pasar gig economy Indonesia.

Menurut sumber yang dikutip Financial Times, tawaran saham minoritas kepada Danantara disertai dengan hak khusus atas cabang Indonesia dari entitas gabungan. Hak khusus ini mencakup hak bersuara pada isu-isu krusial seperti gaji pengemudi.

"Bisnis ini sarat dengan ketegangan politik karena Anda mempekerjakan begitu banyak orang dalam gig economy," kata sumber tersebut. "Anda ingin dekat dengan pemerintah." tambah sumber itu dikutip Jumat (14/11/2025).

Suara.com sudah mencoba menghubungi Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara Rohan Hafas soal kabar tersebut, namun hingga berita diturunkan belum ada jawaban.

Isu merger ini memicu gejolak hebat di internal GOTO. Sejumlah investor kakap, termasuk SoftBank Group Corp, Provident Capital Partners, dan Peak XV, dikabarkan berupaya keras mengganti pucuk pimpinan GOTO, Direktur Utama Patrick Walujo.

Motif utama di balik upaya kudeta ini adalah penolakan Walujo terhadap rencana ambisius para pemegang saham untuk memuluskan merger dengan Grab. Kekhawatiran investor diperparah oleh kinerja pasar GOTO di bawah Walujo yang dinilai gagal, dengan nilai pasar perseroan yang merosot lebih dari 40 persen.

Kelompok investor besar ini bahkan dilaporkan telah menandatangani memo resmi kepada Dewan Direksi GOTO untuk segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di tengah gejolak merger ini.

Hingga pada Senin 24 November kemarin, GOTO mengumumkan rencana perombakan jajaran direksi, termasuk pergantian pucuk pimpinan perusahaan, Walujo.

Walujo akan segera mengakhiri masa jabatannya sebagai Chief Executive Officer (CEO) GOTO dan digantikan oleh Hans Patuwo.

Pengangkatan ini masih menunggu persetujuan resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Desember 2025.

Manajemen GOTO menekankan bahwa nominasi dan transisi kepemimpinan ini merupakan bagian dari proses suksesi yang telah dipersiapkan secara matang oleh direksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI