Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Danantara Gaet Perusahaan China Garap Proyek Smelter Nikel Milik INCO Senilai Rp23 Triliun

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:09 WIB
Danantara Gaet Perusahaan China Garap Proyek Smelter Nikel Milik INCO Senilai Rp23 Triliun
Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui divisi investasinya, Danantara Investment Management, secara resmi menggandeng raksasa metalurgi asal China, GEM Co Ltd. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui divisi investasinya, Danantara Investment Management, secara resmi menggandeng raksasa metalurgi asal China, GEM Co Ltd. Kemitraan ini bertujuan untuk menyuntikkan investasi pada proyek smelter nikel berteknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) yang tengah digarap oleh PT Vale Indonesia Tbk. (INCO).

Tak tanggung-tanggung, taksiran nilai investasi proyek ini mencapai US$1,42 miliar, setara dengan Rp23,21 triliun. Kerja sama monumental ini diresmikan dengan penandatanganan Pokok Perjanjian (HoA) pada Rabu (27/8/2025).

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa kemitraan dengan GEM ini adalah tonggak sejarah baru dalam misi Danantara untuk mengkatalisasi investasi strategis yang mempercepat transformasi sosial-ekonomi Indonesia.

"Dengan bekerja sama dengan pelopor global dalam metalurgi hijau, kami memajukan agenda hilirisasi negara ini sambil memastikan keberlanjutan dan inovasi tetap menjadi yang terdepan," ungkap Rosan dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kolaborasi dengan korporasi global seperti GEM ini tidak hanya tentang modal, tetapi juga tentang transfer teknologi dan inovasi. Proyek ini akan mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, energi hijau, serta daur ulang siklus tertutup. Menurut Rosan, inilah jenis proyek berdampak tinggi yang akan menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.

Komitmen GEM pada Indonesia tak main-main. Perusahaan yang didirikan di Shenzhen ini telah menginvestasikan US$30 juta (sekitar Rp480 miliar) untuk mendirikan laboratorium penelitian metalurgi mutakhir bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain fokus pada pemrosesan nikel, proyek ini juga akan merambah ke material katoda, sel baterai, pelat nikel berkualitas tinggi, dan manufaktur alat berat. Dalam lima tahun ke depan, inisiatif di Kawasan Industri Hijau Indonesia (IGIP) ini ditargetkan mampu menciptakan hingga 80.000 lapangan kerja baru, memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat.

GEM, yang merupakan pemain global dalam pertambangan dan daur ulang perkotaan, mengklaim memproses lebih dari 10% baterai kendaraan listrik (EV) dan limbah elektronik di China setiap tahunnya. Dengan rekam jejak yang kuat, kerja sama ini diharapkan mampu membawa Indonesia selangkah lebih maju dalam agenda hilirisasi, sekaligus menempatkan Tanah Air sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Premanisme di Sektor Investasi "Disikat" Habis? Wamen Todotua Pasaribu Klaim Kondisi Kondusif!

Premanisme di Sektor Investasi "Disikat" Habis? Wamen Todotua Pasaribu Klaim Kondisi Kondusif!

Bisnis | Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:54 WIB

Gaya Hidup Baru: Patungan Investasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Gaya Hidup Baru: Patungan Investasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Health | Rabu, 27 Agustus 2025 | 11:07 WIB

Danantara Tawarkan Patriot Bonds, Jadi Sumber Pembiayaan Negara untuk Jangka Panjang

Danantara Tawarkan Patriot Bonds, Jadi Sumber Pembiayaan Negara untuk Jangka Panjang

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 17:48 WIB

Terkini

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Fundamental Ekonomi Kuat di tengah Ketidakpastian, Indonesia Kian Dilirik Investor Global

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:38 WIB

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Harga Nikel Langsung Terkerek Aturan Baru ESDM, Tapi Tekan Industri Smelter

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:31 WIB

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Program 3 Juta Rumah Libatkan 185 Industri dan Serap Tenaga Kerja

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:30 WIB

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Program Gentengisasi Digeber, 40 Ribu Rumah di Jabar Dapat Bantuan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:27 WIB

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Anggaran Subsidi Energi Terus Bengkak, Insentif EV Perlu Diberlakukan Lagi?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:21 WIB

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Alasan Harga Emas Justru Turun di Tengah Konflik

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 19:12 WIB

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Di saat Harga Avtur Melambung, Maskapai Vietnam Justru Agresif Tambah Frekuensi Penerbangan

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:45 WIB

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Pemerintah Umumkan Respons Pembelaan Investigasi Dagang AS Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:39 WIB

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Airlangga Akui AS Penyumbang Surplus Perdagangan dan Destinasi Ekspor Terbesar RI

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:26 WIB

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Airlangga Ungkap Alasan Cicilan Kopdes Merah Putih Dibayar dari APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 18:14 WIB