Tiga Lembaga Ekonom Kritik Pemerintah: Gelombang Demo Cerminan Gagal Kelola Ekonomi Berkeadilan!

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 01 September 2025 | 16:03 WIB
Tiga Lembaga Ekonom Kritik Pemerintah: Gelombang Demo Cerminan Gagal Kelola Ekonomi Berkeadilan!
Sejumlah anggota Polri menghalau pengunjuk rasa di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/8/2025). [ANTARA FOTO/Didik Suhartono/rwa]
Baca 10 detik
  • Tiga Lembaga menyuarakan kegelisahan mereka atas gelombang demonstrasi yang belakangan melanda berbagai daerah.
  • Peneliti INDEF, Imaduddin Abdullah, menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan mendalam atas kondisi sosial dan ekonomi terkini.
  • Berdasarkan analisis para ekonom, setidaknya ada tiga isu krusial yang dinilai menjadi pemicu utama gelombang demonstrasi.

Suara.com - Tiga lembaga think tank ekonomi terkemuka, CORE Indonesia, INDEF, dan The Prakarsa, kompak menyuarakan kegelisahan mereka atas gelombang demonstrasi yang belakangan melanda berbagai daerah.

Melalui sebuah diskusi publik, mereka menegaskan bahwa aksi massa ini adalah cerminan dari kegagalan fundamental pemerintah dalam mengelola ekonomi secara berkeadilan.

Peneliti INDEF, Imaduddin Abdullah, menyampaikan bahwa inisiatif ini muncul dari keprihatinan mendalam atas kondisi sosial dan ekonomi terkini.

"Kami mencermati secara serius perkembangan sosial ekonomi politik dan kami menilai gelombang demonstrasi yang terjadi beberapa waktu terakhir adalah cerminan kegagalan fundamental dalam pengelolaan ekonomi yang berkeadilan di Indonesia," kata Imaduddin dalam diskusi virtual, Senin (1/9/2025).

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto dianggap lebih fokus pada isu stabilitas dan bahkan menyalahkan pihak asing, alih-alih menyoroti akar permasalahan. Menurut Imaduddin, hal ini menunjukkan pemerintah belum menyentuh inti dari persoalan.

"Oleh karena itu, kami lembaga think tank menilai bahwa mungkin kita perlu mendiskusikan beberapa isu krusial dan juga mencari jalan keluar agar Indonesia bisa lebih berkeadilan, maju, dan sejahtera," ujarnya.

Berdasarkan analisis para ekonom, setidaknya ada tiga isu krusial yang dinilai menjadi pemicu utama gelombang demonstrasi karena alokasi anggaran yang tidak merata dan kurangnya transparansi, yang memicu ketidakpercayaan publik, kesenjangan antara si kaya dan si miskin dinilai semakin parah, dan kebijakan pemerintah belum mampu mengatasi masalah ini secara efektif dan perlindungan yang minim bagi pekerja di sektor informal, termasuk para pengemudi ojek online yang sangat rentan terhadap guncangan ekonomi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komersialisasi Futsal di Kampus sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif

Komersialisasi Futsal di Kampus sebagai Bagian dari Ekonomi Kreatif

Your Say | Senin, 01 September 2025 | 14:23 WIB

Sri Mulyani: Terima Kasih Netizen Sudah Berikan Sindiran dan Makian

Sri Mulyani: Terima Kasih Netizen Sudah Berikan Sindiran dan Makian

Bisnis | Senin, 01 September 2025 | 10:00 WIB

Ojol Dilindas, Rupiah Terjun Bebas! Demo Anarkis Bikin Pasar Keuangan RI Runtuh?

Ojol Dilindas, Rupiah Terjun Bebas! Demo Anarkis Bikin Pasar Keuangan RI Runtuh?

Bisnis | Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:40 WIB

Terkini

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Manga Komedi-Romantis Hiragi-san's House of Vampires Dapat Adaptasi Anime

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:40 WIB

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

BEI Siap Periksa Acak Free Float Emiten, Direksi Terancam Sanksi Tegas!

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:15 WIB

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Love's Ambition: Akting Sedih Zhao Lu Si yang Patahkan Genre Romansa CEO

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

Pakar Geopolitik: Konser Andrea Bocelli di Borobudur Harus Jadi Pesan Perdamaian Dunia

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:04 WIB

×