Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.790.000
Beli Rp2.665.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.879

CSIS: Situasi Sekarang Mirip 1998, Ada Ketidakadilan dan Tekanan Ekonomi

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 02 September 2025 | 15:18 WIB
CSIS: Situasi Sekarang Mirip 1998, Ada Ketidakadilan dan Tekanan Ekonomi
CSIS mengingatkan pemerintah untuk belajar dari Krisis 1998. Foto: Bendera merah putih yang berkibar pada aksi demonstrasi 29 Agustus di Jakarta (Instagram/suaradotcom)
Baca 10 detik
  • CSIS menilai kondisi Indonesia saat ini mirip dengan 1998.
  • Ada risiko krisis ekonomi, delegitimasi negara hingga degradasi ekonomi.
  • Banyak program pemerintah berbiaya mahal dan menuntut efisiensi, sementara di sisi lain ada pemborosan oleh pejabat. 

Suara.com - Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies atau CSIS Indonesia, Deni Friawan mengingatkan situasi dalam negeri saat ini mirip dengan kondisi pada krisis 1998.

CSIS mewanti-wanti pemerintah untuk mengatasi permasalahan-permasalahan ini. Jika tidak, maka risiko krisis ekonomi, delegitimasi negara hingga degradasi demokrasi akan meningkat.

"Kalau ini terus dibiarkan, akar permasalahan ini tidak diatasi, risiko krisis ekonomi, delegitimasi negara, dan degradasi demokrasi itu akan meningkat," kata Deni dalam media briefing CSIS, "Wake Up Call dari Jalanan: Ujian Demokrasi dan Ekonomi Kita" di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Dia menegaskan bahwa krisis 1997-1998 harus menjadi pelajaran penting. Pada waktu itu krisis terjadi secara multidimensional, kesulitan ekonomi, korupsi hingga lemahnya penegakan hukum. Situasi itu pun memiliki kemiripan dengan kondisi saat ini, yakni ketidakadilan dan tekanan ekonomi.

Hal itu tergambar dari tingginya angka pemutusan hubungan kerja dan dibarengi dengan sulitnya mendapat pekerjaan. Kemudian pemberlakukan efisiensi, sementara di sisi lain pemerintah menunjukkan sikap sebaliknya yaitu pemborosan seperti kenaikan tunjangan DPR hingga pejabat rangkap jabatan di BUMN.

Di sisi lain juga pemerintah saat ini memiliki program yang membutuhkan biaya yang mahal, namun dampaknya kepada masyarakat dipertanyakan. Program makan bergizi gratis atau MBG misalnya, yang menelan 44 persen anggaran pendidikan.

Lalu belanja alat pertahanan negara yang menelan hampir 19 persen belanja negara.

"Permasalahannya adalah bagaimana anggaran itu dibelanjakan dan pertanggung jawaban setelah transparansinya itu masih tidak jelas hingga hari ini," tegas Deni.

Deni pun menegaskan bahwa berbagai persoalan itu yang menjadi pemicu gelombang unjuk rasa yang berlangsung dari 28-30 Agustus 2025. Bagi CSIS persoalan itu tidak akan terselesaikan hanya dengan pidato atau omong kosong.

"Karena itu, pemerintah harus bisa membangun kembali kepercayaan fiskal melalui empati dan keteladanan. Hentikan pemborosan anggaran, akhiri privilege elit, dan hentikan penyangkalan atas kondisi ekonomi yang saat ini memburuk," tegasnya.

Selain itu pemerintah juga harus meningkatkan akuntabilitas, dan transparansi.

"Pemerintah juga harus terbuka terhadap dialog tidak hanya bersama buruh, tapi juga pelaku usaha dan pengusaha, karena pada dasarnya kita tidak ada pertentangan antara buruh dan pengusaha," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Nyaris Tembus Krisis 1998, Tapi Pemerintah Masih Santai?

Rupiah Nyaris Tembus Krisis 1998, Tapi Pemerintah Masih Santai?

Your Say | Kamis, 27 Maret 2025 | 15:55 WIB

Rupiah Jeblok Tembus Rp16.300, Bayang-bayang Krisis 1998?

Rupiah Jeblok Tembus Rp16.300, Bayang-bayang Krisis 1998?

Bisnis | Jum'at, 20 Desember 2024 | 19:14 WIB

Indonesia Pernah Menjadi Pasien IMF Saat Krisis 1998, Jokowi: Kita Gak Mau Masuk Lagi

Indonesia Pernah Menjadi Pasien IMF Saat Krisis 1998, Jokowi: Kita Gak Mau Masuk Lagi

News | Jum'at, 17 Februari 2023 | 19:07 WIB

28 Negara Jadi Pasien IMF, Menko Airlangga: Lebih Besar dari Krisis 1998

28 Negara Jadi Pasien IMF, Menko Airlangga: Lebih Besar dari Krisis 1998

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2022 | 16:31 WIB

Indonesia Waspada Ancaman Ekonomi di Asia Tenggara, Pakar: Ingat Awal Mula Krisis 1998!

Indonesia Waspada Ancaman Ekonomi di Asia Tenggara, Pakar: Ingat Awal Mula Krisis 1998!

Bisnis | Kamis, 14 Juli 2022 | 09:46 WIB

Terkini

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Saham Wilmar di Singapura Anjlok, Usai Pemerintah RI Bidik Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:01 WIB

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Rupiah Terus Melemah: Pengusaha MBG Protes, Harga Sabun hingga Popok Naik

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:57 WIB

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

IHSG Masih Kuat Bertahan Menghijau ke Level 6.218 di Sesi I

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:51 WIB

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Inflasi Mei 2026 Naik Lagi, Harga Cabai hingga Bawang Merah Tekan Daya Beli Masyarakat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:31 WIB

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:18 WIB

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Tiket Pesawat Berpotensi Naik, Pemerintah Izinkan Maskapai Kenakan Fuel Surcharge hingga 50 Persen

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:08 WIB

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Dewan Komisaris Pertamina Tinjau Keandalan Fasilitas Operasi dan Stabilitas Pasokan Energi di Bali

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Dukung Kualitas Pendidikan & SDM,Dewan Komisaris Pertamina Berbagi Inspirasi di Sekolah Area Operasi

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 11:53 WIB

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Pemerintah Resmi Izinkan BUMN Impor Migas Tanpa Tender, Berlaku Saat Kondisi Darurat

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 10:40 WIB