Transaksi COD Justru Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya!

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 04 September 2025 | 18:59 WIB
Transaksi COD Justru Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya!
Ilustrasi Cash On Delivery (COD) [unsplash.com]
Baca 10 detik
  • Pembayaran dengan sistem COD justru meningkat di era digital.
  • Rasa aman saat bertransaksi menjadi salah satu alasan sistem ini masih disukai.
  • Faktanya, lebih dari 90 persen transaksi di berbagai platform daring masih menggunakan COD.

Suara.com - Di era serba digital, metode pembayaran Cash on Delivery (COD) bukannya lenyap, malah makin menggila. Di tengah gempuran dompet digital, jutaan konsumen di Indonesia tetap setia dengan metode ini.

Alasannya sederhana yakni rasa aman. Pembayaran baru dilakukan setelah barang sampai di tangan. Namun, di balik kemudahannya, COD menyimpan dilema yang pelik bagi penjual.

Menurut Yudha Trisna, CEO Lincah.id, COD bukanlah hambatan, melainkan tantangan yang harus dikelola dengan cerdas. Ia mengakui, meskipun COD membuka pintu bagi konsumen yang tak punya akses ke layanan perbankan, metode ini seringkali menjadi mimpi buruk bagi penjual.

Faktanya, lebih dari 90 persen transaksi di berbagai platform daring masih menggunakan COD. Angka ini mencerminkan betapa vitalnya peran metode ini dalam ekosistem e-commerce. Namun, angka kerugian yang menyertainya juga tak bisa dianggap remeh.

"Angka kejadian pembeli iseng ini cukup tinggi, mencapai sekitar 25 persen dari seluruh transaksi," kata Yudha. Order fiktif dan penolakan barang menjadi dua masalah utama yang sering dihadapi kurir dan penjual. Akibatnya, biaya operasional dan kerugian akibat retur membengkak, terutama bagi pelaku usaha kecil.

Fatur Huda, seorang penjual skincare dari Surabaya, merasakan langsung dilema ini. Ia mengakui 99% transaksinya kini pakai COD dan menyumbang pendapatan besar bagi tokonya. "Banyak konsumen baru yang akhirnya berani belanja karena adanya opsi COD," ujarnya. Namun, ia juga mengakui banyaknya kendala yang muncul.

Sebagai agregator logistik, Lincah.id mencoba menghadirkan solusi untuk menjawab masalah ini. Dengan teknologi seperti fraud detection dan kurir scoring, Lincah.id berupaya meminimalkan risiko bagi penjual dan kurir. Laporan waktu nyata (real-time) juga membantu penjual memantau status pengiriman.

"Sampai saat ini belum ada solusi dari platform. Sekarang dengan adanya agregator Lincah, bisa memberikan solusi yang aman bagi seller," kata Fatur.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dompet Digital Besutan Astra Catat Transaksi Rp131 Triliun Hingga Semester I 2025

Dompet Digital Besutan Astra Catat Transaksi Rp131 Triliun Hingga Semester I 2025

Bisnis | Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:00 WIB

Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!

Padahal Negara Teknologi Tinggi, Tapi Diplomat Jepang Beri Jempol Buat QRIS RI: Kami Kalah Jauh!

Bisnis | Senin, 18 Agustus 2025 | 11:31 WIB

Mantan Petinggi Blizzard Prediksi Battlefield 6 Bakal Kalahkan Call of Duty

Mantan Petinggi Blizzard Prediksi Battlefield 6 Bakal Kalahkan Call of Duty

Tekno | Senin, 11 Agustus 2025 | 18:25 WIB

Terkini

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Ada 100 Ton Sampah Menumpuk di TPST Sempadan Sungai Cisadane

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 21:53 WIB

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Pemkot Malang Siap Hentikan MBG, Bagaimana Kebenarannya?

Video | Rabu, 09 September 2026 | 21:45 WIB

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

Tawa SBY Pecah Lihat Prabowo Tunjukkan Teks Pidato Berisi Grafik

News | Rabu, 09 September 2026 | 21:22 WIB

×