Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 135,7 Triliun per Februari 2026

Dicky Prastya

Jum'at, 06 Maret 2026 | 19:46 WIB
Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 135,7 Triliun per Februari 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat Buka Puasa Bersama di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (6/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan mengumumkan defisit APBN hingga Februari 2026 mencapai Rp 135,7 triliun, setara 0,53 persen dari PDB.
  • Realisasi Pendapatan Negara per Februari 2026 tercatat Rp 358 triliun, didukung pertumbuhan penerimaan pajak 30 persen.
  • Belanja Negara telah terealisasi sebesar Rp 493,8 triliun per Februari 2026, menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 41,9 persen.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per Februari 2026 mencapai Rp 135,7 triliun atau 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN adalah pengeluaran negara lebih banyak ketimbang pemasukan negara. Hal ini disampaikan Purbaya dalam acara Buka Puasa Bersama Menteri Keuangan yang digelar di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (6/3/2026).

Per 28 Februari 2026, Purbaya memaparkan realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp 358 triliun atau 11,4 persen dari outlook APBN 2026. Sedangkan Belanja Negara lebih besar dengan angka Rp 493,8 triliun atau 12,8 persen dari outlook APBN 2026.

Pendapatan Negara itu terdiri dari Penerimaan Pajak Rp 245,1 triliun atau 10,4 persen dari outlook, serta Kepabeanan dan Cukai Rp 44,9 triliun atau 13,4 persen dari outlook.

Purbaya menerangkan kalau penerimaan pajak di awal tahun 2026 tumbuh 30 persen. Ia memastikan pertumbuhan ini tetap dipertahankan hingga periode berikutnya.

"Pengumpulan pajak di dua bulan pertama tahun 2026 ini tumbuh sebesar 30 persen di Januari maupun Februari, di mana kita melihatnya stabil di sana," kata Purbaya.

Sedangkan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 68 triliun atau 14,8 persen dari outlook. 

Adapun untuk realisasi Belanja Negara tercatat Rp 493,8 triliun atau setara 12,8 persen dari outlook APBN. Belanja negara ini juga tumbuh 41,9 persen.

Realisasi itu mencakup Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 346,1 triliun atau 11 persen dari outlook, yang terdiri Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp 155 triliun atau 10,3 persen serta Belanja non K/L Rp 191 triliun atau 11,7 persen. 

baca juga

Belanja Negara juga mencakup Transfer ke Daerah (TKD) dengan realisasi Rp 147,7 triliun atau 21,3 persen dari outlook APBN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pajak THR 2026 untuk Gaji Berapa? Intip Aturan dan Contoh Perhitungannya

Pajak THR 2026 untuk Gaji Berapa? Intip Aturan dan Contoh Perhitungannya

Lifestyle | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:12 WIB

Pajak THR Karyawan Swasta Berapa Persen? Ini Hitungan Besaran Potongannya

Pajak THR Karyawan Swasta Berapa Persen? Ini Hitungan Besaran Potongannya

Lifestyle | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:07 WIB

BPJS Ketenagakerjaan dan DJP Jakarta Barat Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pajak dan Iuran Perusahaan

BPJS Ketenagakerjaan dan DJP Jakarta Barat Perkuat Kolaborasi Pengawasan Pajak dan Iuran Perusahaan

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 12:46 WIB

THR 2026 Kena Pajak, Kok Bisa?

THR 2026 Kena Pajak, Kok Bisa?

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:34 WIB

DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone

DJP Garap Coretax Mobile, Bisa Dipakai di Android dan iPhone

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 21:13 WIB

Terpopuler: Pilihan Motor Listrik untuk Musim Hujan, Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak di 2026

Terpopuler: Pilihan Motor Listrik untuk Musim Hujan, Kendaraan yang Dapat Diskon Pajak di 2026

Otomotif | Jum'at, 06 Maret 2026 | 06:55 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×