Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.885.000
Beli Rp2.725.000
IHSG 7.378,606
LQ45 715,878
Srikehati 346,150
JII 498,926

Dompet Terasa Pas-pasan? 5 Tanda Ini Justru Bukti Anda Sudah Masuk Jebakan Kelas Menengah

Budi Arista Romadhoni | Suara.com

Senin, 08 September 2025 | 12:40 WIB
Dompet Terasa Pas-pasan? 5 Tanda Ini Justru Bukti Anda Sudah Masuk Jebakan Kelas Menengah
Ilustrasi isi dompet menipis bagi warga kelas menengah. (Pexels/Ahsanjaya)

Kelas menengah mampu mewujudkan ini, namun hampir selalu melalui skema kredit atau cicilan. Rumah yang Anda tinggali adalah milik bank hingga 15-20 tahun ke depan, begitu pula mobil yang Anda kendarai.

Aset ini di satu sisi menjadi pencapaian, namun di sisi lain menjadi beban finansial jangka panjang yang menyita sebagian besar pendapatan.

"Kepemilikan aset pribadi" ini seringkali berarti terikat pada utang produktif yang membuat ruang gerak keuangan menjadi sangat terbatas.

3. Pendidikan Anak adalah Segalanya

Salah satu karakteristik paling menonjol dari kelas menengah adalah prioritas tinggi pada pendidikan anak.

Mereka rela mengalokasikan dana yang tidak sedikit untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan pendidikan terbaik, mulai dari sekolah swasta favorit, bimbingan belajar, hingga kursus-kursus penunjang lainnya.

Investasi ini dipandang sebagai cara untuk mobilitas sosial ke atas bagi generasi berikutnya.

Namun, biayanya seringkali harus dibayar dengan mengorbankan pos pengeluaran lain, termasuk dana pensiun pribadi atau dana darurat, menempatkan mereka dalam posisi rentan sebagai sandwich generation.

4. Sadar Finansial: Punya Asuransi dan Dana Pensiun

Berbeda dengan kelompok lain, kelas menengah memiliki literasi finansial yang lebih baik. Mereka sadar pentingnya proteksi dan perencanaan masa depan.

Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga program dana pensiun (baik dari kantor maupun mandiri) menjadi sebuah keharusan.

Namun, premi dan iuran bulanan ini menjadi 'pengeluaran wajib' yang turut menggerus pendapatan. Di saat pengeluaran pokok terus naik, biaya untuk proteksi masa depan ini terasa sebagai beban tambahan, meski mereka sadar betul akan risikonya jika tidak memilikinya.

5. Masih Bisa 'Nongkrong' dan Liburan (Terencana)

Meskipun dompet sering terasa menipis, kelas menengah bukanlah kelompok yang tidak bisa menikmati hidup.

Mereka masih bisa sesekali makan di restoran, nongkrong di kafe, atau bahkan berlibur setahun sekali. Bedanya, semua aktivitas ini harus melalui perencanaan anggaran yang ketat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Mobil Bekas Terbaik Kelas Menengah, Paling Rasional untuk Keluarga Baru

3 Mobil Bekas Terbaik Kelas Menengah, Paling Rasional untuk Keluarga Baru

Otomotif | Selasa, 02 September 2025 | 12:58 WIB

Rupiah Terus Anjlok, Tom Lembong Sindir Pertumbuhan Ekonomi: Tak Ciptakan Lapangan Kerja

Rupiah Terus Anjlok, Tom Lembong Sindir Pertumbuhan Ekonomi: Tak Ciptakan Lapangan Kerja

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:38 WIB

Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya

Ekonom Soroti Jeritan Rakyat Kecil: Subsidi Dicabut, PBB Mencekik, Insentif Mengalir ke Orang Kaya

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 14:02 WIB

Terkini

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:22 WIB

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 22:21 WIB

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:46 WIB

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:41 WIB

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 21:35 WIB

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:46 WIB

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:45 WIB

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:42 WIB

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:22 WIB

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Pelindo dan 14 BUMN Luncurkan Kolaborasi TJSL di Raja Ampat, Perkuat Kemandirian Masyarakat 3T

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 19:46 WIB