Strategi Pemerintah Atasi Biang Kerok Kebakaran Hutan

Achmad Fauzi

Kamis, 11 September 2025 | 08:33 WIB
Strategi Pemerintah Atasi Biang Kerok Kebakaran Hutan
Petugas Manggala Agni Daops Kota Jambi memasang selang saat memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Rabu (30/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Gerakkan Tim Manggala Agni untuk Atasi Kebakaran Hutan
  • Pemerintah Bakal Perkuat Tim Manggala Agni
  • Kebakaran Hutan Banyak Dipicu Aktivitas Manusia

Suara.com - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan langkah komprehensif dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menjadi momok tahunan. Hingga 2 September 2025, tercatat sudah ada 2.076 operasi penanganan karhutla di 23 provinsi.

Upaya ini dilakukan bersama Tim Pendampingan Pengendalian Karhutla Daerah, Tim Posko Pengendalian Karhutla, dan Tim Klarifikasi Pelanggaran Izin dalam forum Desk Penanganan Karhutla.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi besar Kementerian Kehutanan dalam menjaga 95,5 juta hektare hutan Indonesia.

Foto udara kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (24/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar]
Foto udara kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut Desa Gambut Jaya, Muaro Jambi, Jambi, Kamis (24/7/2025). [ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/bar]

"Sejak kuartal pertama 2025, ketika fase peringatan dan krisis karhutla belum terjadi, Kementerian Kehutanan berkoordinasi dengan tim pendampingan pengendalian karhutla daerah untuk manajemen pencegahan, pemadaman, dan penanganan pasca kejadian. Tim Manggala Agni terus berjaga pada periode krisis karhutla ini," kata Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan Dwi Januanto, di Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Dwi menjelaskan, penguatan Manggala Agni dibagi menjadi tiga fase. Pertama, jangka pendek (2025–2027) dengan optimalisasi patroli dan percepatan respons darurat. Kedua, jangka menengah (2028–2035) melalui revitalisasi peralatan, sistem pendukung keputusan, drone, dan satelit.

Terakhir, jangka panjang (2036–2045) dengan integrasi kecerdasan buatan serta pelembagaan permanen Manggala Agni.

Hingga Juli 2025, luas areal karhutla tercatat 95.056,06 hektare, turun 11.602 hektare dibanding periode yang sama tahun lalu. Meski begitu, tantangan di lapangan masih besar, terutama karena kebakaran di lahan gambut dengan api bawah tanah, akses sulit, keterbatasan sumber air, serta cuaca ekstrem.

Dengan dukungan 2.100 personel Manggala Agni di 34 daerah operasi serta 10.225 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di 32 provinsi, pemerintah meningkatkan mobilisasi pada periode krisis karhutla (Juni–Oktober).

"Mayoritas disebabkan oleh aktivitas manusia, baik untuk pembukaan lahan maupun akibat kelalaian. Pola ini kami lihat konsisten tiap tahun, sehingga upaya pengendalian karhutla berfokus pada strategi pre-krisis dan krisis, tanpa meninggalkan upaya penanganan pasca karhutlanya melalui rehabilitasi lahan, pemetaan area lahan terbakar, dan penegakan hukum," kata Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri.

baca juga

Thomas menambahkan, pelibatan masyarakat menjadi kunci penting untuk mengurangi sebaran titik panas. Masyarakat diajak berpartisipasi dalam pembuatan sekat bakar, patroli pencegahan, pembukaan lahan tanpa bakar, hingga memanfaatkan kearifan lokal untuk mitigasi dini.

Data aplikasi Sipongi+ Kementerian Kehutanan mencatat, per 4 September 2025 terdapat 1.796 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dari satelit NASA-TERRA/AQUA. Sebaran terbanyak ada di Kalimantan Barat dengan 500 titik panas. Untuk mengantisipasi, pemerintah mengedepankan patroli terpadu, kolaborasi masyarakat di tingkat tapak, hingga penyemaian awan lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kementerian Kehutanan menargetkan penurunan luas karhutla sebesar 2 persen per tahun dari baseline 1.649.258 hektare di 2019. Untuk mewujudkan hal ini, kolaborasi lintas sektor diperkuat melalui Tim Supervisi Pengendalian Karhutla yang diatur dalam Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 267 Tahun 2025.

Dengan strategi regulasi, teknologi, hingga pemberdayaan masyarakat, pemerintah optimistis langkah ini mampu menekan 'biang kerok' karhutla yang mayoritas dipicu aktivitas manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riau Potensi Kebakaran Hutan, BMKG Mulai Modifikasi Cuaca Sepekan

Riau Potensi Kebakaran Hutan, BMKG Mulai Modifikasi Cuaca Sepekan

News | Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:05 WIB

AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla

AI Saja Tidak Cukup: Peneliti IPB Tekankan Kolaborasi Lapangan untuk Cegah Karhutla

News | Rabu, 06 Agustus 2025 | 18:00 WIB

Anggota Brimob Riau Meninggal, Sempat Padamkan Karhutla 3 Pekan di Rokan Hilir

Anggota Brimob Riau Meninggal, Sempat Padamkan Karhutla 3 Pekan di Rokan Hilir

News | Selasa, 05 Agustus 2025 | 15:10 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×