Surplus Dagang Tembus 5 Tahun Lebih, RI Makin Untung Lawan AS dan India

Rabu, 01 Oktober 2025 | 16:45 WIB
Surplus Dagang Tembus 5 Tahun Lebih, RI Makin Untung Lawan AS dan India
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Neraca perdagangan Indonesia berhasil membukukan surplus sebesar USD5,49 miliar pada September 2025.
  • Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah, mengungkapkan bahwa secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sudah menembus USD29,14 miliar.
  • Analisis BPS menunjukkan adanya kontras yang signifikan dalam hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara mitra utama. 

Suara.com - Perekonomian Indonesia kembali mencatat kinerja cemerlang di sektor perdagangan.

Neraca perdagangan Indonesia berhasil membukukan surplus sebesar USD5,49 miliar pada September 2025. Capaian ini sekaligus memperpanjang rekor luar biasa menjadi 64 bulan berturut-turut surplus sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Produksi Badan Pusat Statistik (BPS), M Habibullah, mengungkapkan bahwa secara kumulatif, surplus neraca perdagangan sepanjang Januari-Agustus 2025 sudah menembus USD29,14 miliar.

"Surplus sepanjang Januari-Agustus 2025 ditopang oleh surplus komoditas non migas sebesar USD41,21 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit USD12,07 miliar," kata Habibullah dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (1/10/2025).

Analisis BPS menunjukkan adanya kontras yang signifikan dalam hubungan dagang Indonesia dengan negara-negara mitra utama. Secara total, tiga negara yang menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia adalah:

  • Amerika Serikat (AS): Menyumbang surplus USD12,20 miliar. Komoditas yang laris manis ke AS antara lain mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian, dan alas kaki.
  • India: Menyumbang surplus USD9,43 miliar, didominasi oleh bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati, serta besi dan baja.
  • Filipina: Mencatat surplus USD5,85 miliar, ditopang oleh ekspor kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral, serta lemak dan minyak nabati.

Sebaliknya, defisit terdalam dialami Indonesia dengan negara mitra dagang lain. China menjadi penyumbang defisit terdalam, yaitu sebesar minus USD13,09 miliar. Defisit nonmigas dengan China mencapai USD14,32 miliar, terutama dari impor mesin dan peralatan mekanis serta kendaraan.

Defisit juga terjadi dengan Singapura (minus USD3,55 miliar) dan Australia (minus USD3,9 miliar), di mana defisit nonmigas dengan Australia dipengaruhi oleh impor serealia dan bahan bakar mineral.

Kinerja surplus yang terus berlanjut ini menunjukkan ketahanan ekspor nonmigas Indonesia di pasar global, meskipun masih perlu mengatasi defisit struktural yang besar dengan China dan di sektor migas.

Baca Juga: Harga Beras Anjlok di September, Begini Datanya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI