Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rekening Dana Nasabah Jadi Target Utama, Waspada Serangan Siber di Pasar Modal

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 13:59 WIB
Rekening Dana Nasabah Jadi Target Utama, Waspada Serangan Siber di Pasar Modal
Ilustrasi Saham. (Pixabay)
  •   Empat sekuritas diserang siber, celah RDN dieksploitasi lewat API

  •   Serangan siber RDN terjadi multi-tahap, curi data lalu transfer ilegal

  •   Sekuritas harus segera perkuat API, enkripsi KYC, dan deteksi real-time

Suara.com - Keamanan siber perusahaan sekuritas di Indonesia tengah menjadi sorotan usai serangkaian insiden kejahatan digital yang menimpa empat pemain besar pasar modal.

NH Korindo, Trimegah, RHB, dan Panca Global tercatat mengalami serangan siber sepanjang Mei hingga September 2025, dengan pola serangan yang sama-sama menyasar celah di Rekening Dana Nasabah (RDN).

Lembaga konsultan keamanan ITSEC Asia dalam whitepaper bertajuk 2025: Cyberattacks on RDN Accounts in Indonesia memaparkan bahwa para penjahat siber kerap memanfaatkan kelemahan Application Programming Interface (API) yang menghubungkan broker dengan sistem kliring dan settlement.

Ilustrasi transaksi pasar modal. [Ist]
Ilustrasi transaksi pasar modal. [Ist]

"Pelaku berfokus pada pintu belakang fitur API yang menghubungkan broker dengan infrastruktur kliring dan settlement guna menyelundupkan data Know Your Customer (KYC), memonitor dana yang tersedia, dan melakukan transfer secara tidak sah ke rekening dormant," tulis ITSEC Asia seperti dikutip, Jumat (3/10/2025).

Menurut ITSEC Asia, serangan biasanya berlangsung dalam beberapa tahap: membobol API, mencuri data KYC, membuat otorisasi palsu, lalu menyalurkan dana secara ilegal ke rekening dormant.

Kondisi ini diperparah oleh sejumlah faktor, seperti lemahnya pengelolaan API, data KYC yang terpusat, akun RDN yang lama tidak aktif, serta kemampuan deteksi anomali yang belum real-time.

Semua insiden RDN pada 2025 menunjukkan serangan di era modern ini menggunakan kemampuan intrusi, pencurian data, penipuan keuangan menjadi operasi multi-stage yang dapat mengancam seluruh segmen pasar.

"Untuk memperbaikinya butuh aksi terkoordinasi mulai dari keamanan API yang lebih baik, perlindungan KYC diperkuat, deteksi perilaku real-time, dan pendekatan rantai suplai terhadap risiko yang dihadapi vendor," lanjut laporan tersebut.

ITSEC Asia juga memberikan rekomendasi konkret agar sekuritas bisa segera meningkatkan pertahanan.

Dalam jangka pendek, perusahaan disarankan membekukan sementara transfer keluar dari RDN, menyimpan semua log aktivitas (API, database, SIEM, firewall), melakukan rotasi kredensial, serta menerapkan multi-factor authentication (MFA) untuk semua akun vendor. Koordinasi dengan bank guna memblokir rekening dormant yang mencurigakan juga dianggap mendesak.

Sementara dalam jangka panjang, perusahaan sekuritas disarankan untuk mengurangi ketergantungan pada satu vendor, melindungi data KYC dengan enkripsi, serta menggelar simulasi serangan secara berkala.

ITSEC Asia juga menekankan pentingnya kolaborasi erat antara sekuritas, regulator, dan bank guna memperkuat pertahanan bersama.

Dengan serangan siber yang semakin canggih dan berlapis, keamanan digital tak lagi sekadar pelengkap. Bagi sekuritas, pengamanan data nasabah dan infrastruktur transaksi kini menjadi pondasi utama untuk menjaga kepercayaan pasar modal Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awal Oktober Merah, IHSG Dihantam Aksi Profit Taking Saham Big Caps

Awal Oktober Merah, IHSG Dihantam Aksi Profit Taking Saham Big Caps

Bisnis | Rabu, 01 Oktober 2025 | 15:16 WIB

IHSG Finis di Zona Hijau, Asing Borong Saham dan Sektor Komoditas Pesta

IHSG Finis di Zona Hijau, Asing Borong Saham dan Sektor Komoditas Pesta

Bisnis | Selasa, 30 September 2025 | 12:09 WIB

IHSG Dibuka 'Ngegas' Awal Pekan, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Kunci

IHSG Dibuka 'Ngegas' Awal Pekan, Investor Tunggu Rilis Data Ekonomi Kunci

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 13:06 WIB

Terkini

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB