Menkeu Purbaya Tuding TKD Jadi Ajang Penyelewengan, Para Gubernur Teriak: Bikin Repot!

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:39 WIB
Menkeu Purbaya Tuding TKD Jadi Ajang Penyelewengan, Para Gubernur Teriak: Bikin Repot!
Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Al Haris, yang juga menjabat sebagai Gubernur Jambi, memimpin rombongan gubernur untuk bertemu langsung dengan Menkeu dan menyampaikan keluh kesah mereka. Foto Fadil-Suara.com
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menuding pemotongan ini disebabkan oleh adanya penyelewengan dan penyaluran yang tidak tepat sasaran di daerah.
  • Tudingan ini sontak membuat para kepala daerah bereaksi keras.
  • Ketua APPSI Al Haris  menyebut ada daerah yang kini kesulitan membayar belanja operasional pegawai, termasuk gaji PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Suara.com - Kebijakan pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 telah memicu ketegangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka menuding pemotongan ini disebabkan oleh adanya penyelewengan dan penyaluran yang tidak tepat sasaran di daerah.

Tudingan ini sontak membuat para kepala daerah bereaksi keras. Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), Al Haris, yang juga menjabat sebagai Gubernur Jambi, memimpin rombongan gubernur untuk bertemu langsung dengan Menkeu dan menyampaikan keluh kesah mereka.

Al Haris mencontohkan dampak pemotongan TKD yang dirasakan "sangat luar biasa" di daerah. Ia menyebut ada daerah yang kini kesulitan membayar belanja operasional pegawai, termasuk gaji PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

"Memang repot, saya bilang tadi, kalau daerah PAD (pendapatan asli daerah)-nya kecil yang banyak menggantungkan nasib dengan TKD, maka sulit mereka untuk mengembangkan daerahnya. Tidak lagi bicara visi misi, yang penting roda pemerintahan jalan," tutur Al Haris di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Al Haris mengklaim Menkeu Purbaya cukup responsif dan berjanji akan mengevaluasi kembali skema TKD untuk 2026. Hal ini membuka peluang adanya perbaikan formula transfer agar tidak mengganggu operasional dasar pemerintah daerah.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyebut adanya penyelewengan dan penyaluran yang tidak tepat sasaran di daerah terkait TKD.

"Alasan pemotong itu utamanya dulu karena banyak penyelewengan ya. Artinya enggak semua uang yang dipakai, dipakai dengan betul," kata Purbaya saat kunjungan kerja ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025).

Menurut Purbaya, praktik ini yang membuat pemerintah pusat "agak gerah" dan memutuskan untuk mengoptimalkan anggaran dengan mengubah kebijakan transfer yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

baca juga

Meskipun pagu awal TKD untuk 2026 diajukan turun drastis dari Rp919,9 triliun menjadi Rp650 triliun, Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang disetujui akhirnya ditambah Rp43 triliun menjadi Rp693 triliun.

Purbaya membela kebijakan ini dengan mengatakan bahwa penurunan TKD sebesar Rp200 triliun diimbangi oleh kenaikan program ke daerah melalui pemerintah pusat.

"Jadi kan di transfernya kan turun Rp200 triliun ya. Tapi program-program untuk daerah naik dari Rp900 triliun ke Rp1.300 triliun. Tambah lebih banyak," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Para Gubernur Tolak Mentah-mentah Rencana Pemotongan TKD Menkeu Purbaya

Para Gubernur Tolak Mentah-mentah Rencana Pemotongan TKD Menkeu Purbaya

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:17 WIB

Usai Himbara, Giliran Bank Jakarta Kebagian Dana Purbaya Rp 10-20 Triliun

Usai Himbara, Giliran Bank Jakarta Kebagian Dana Purbaya Rp 10-20 Triliun

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 12:14 WIB

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Purbaya Girang Pramono Mau Bangun Gedung Baru Bank Jakarta: Saya Enggak Keluar Uang

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 11:52 WIB

Terkini

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Menguatkan Tata Kelola Keuangan Haji, BPKH Jaga Asa Jemaah Hari Ini dan Masa Depan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:58 WIB

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:54 WIB

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Baekhyun EXO Dirikan Agensi Baru, CBX Dikabarkan Siap Bernaung Bersama

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:47 WIB

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

Penyaluran BSU Dinilai Bias Sektor Formal, Pakar UGM Desak Integrasi Basis Data Tunggal

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

5 Rekomendasi Jam Tangan Digital Awet dan Terjangkau, Cocok Dipakai Outdoor dan Indoor

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Terjebak Lingkaran Setan di I Saw the Devil, Siapa yang Sebenarnya Jahat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:40 WIB

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

7 Bedak Tabur Tanpa Minyak Wewangian dan Alkohol untuk Kulit Sensitif

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:38 WIB

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

MA Batalkan Penyetaraan Pendidikan Gibran, PKS Desak DPR Ambil Sikap Konstitusional

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Ada Wine Asli Bali di Balik Pesona Pulau Dewata, Begini Karakter Rasa dari Kebun Tropisnya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×