Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.860.000
Beli Rp2.735.000
IHSG 7.307,589
LQ45 733,903
Srikehati 341,804
JII 507,580
USD/IDR 17.077

ESDM Bantah Ada Pembelaan Soal Saran SPBU Swasta Beli BBM Murni dari Pertamina

Achmad Fauzi | Suara.com

Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:24 WIB
ESDM Bantah Ada Pembelaan Soal Saran SPBU Swasta Beli BBM Murni dari Pertamina
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. [Suara.com/Achmad Fauzi].
  • ESDM bantah bela Pertamina, kebijakan itu karena peralihan konsumsi BBM

  • Pemerintah batasi impor BBM murni untuk menjaga neraca komoditas

  • SPBU swasta disarankan beli dari Pertamina karena kuota impor sudah ditambah

Suara.com - Kementerian Enegi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), membantah bela PT Pertamina (Persero), dalam kebijakan pembelian bahan bakar murni (BBM) atau Base Fuel para Badan Usaha (BU) SPBU Swasta.

Dalam kebijakan ini, SPBU swasta tidak memiliki pilihan untuk melakukan impor BBM murni, dan harus membeli dari Pertamina.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan arahan pemerintah ini karena memang saat ini ada peralihan konsumsi BBM dari subsidi ke non-subsidi.

Menurutnya, kehadiran SPBU swasta juga bukan baru-baru ini saja, tetapi sudah puluhan tahun berbisnis di dalam negeri dan tidak menemui masalah.

Pegawai tengah bertugas di Kilang Pertamina. (Dok: Pertamina)
Pegawai tengah bertugas di Kilang Pertamina. (Dok: Pertamina)

"Bukan, ini kan sudah dijelaskan tadi, situasional lho. Sekian puluh tahun kita, puluhan tahun ada swasta, tidak ada masalah adanya tahun ini. Karena shifting, tiba-tiba shifting itu grafik naik nih," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta yang dikutip Rabu (8/10/2025).

Selain itu, lanjut Laode, pemerintah juga tidak ingin badan usaha ketergantungan impor BBM. Terlebih juga menjaga neraca komoditas agar bilai impor migas tidak terlalu besar.

"Kita sebagai institusi pemerintah juga harus memperhatikan satu, neraca komoditas. Neraca komoditas itu jangan sebentar-bentar impor," ucapnya.

Laode menuturkan, sebenarnya pemerintah telah memberikan banyak relaksasi bagi SPBU swasta. Misalnya, memberikaan tambahan kuota impor BBM 10 persen kepada seluruh badan usaha pada tahun 2025 ini.

Jika memang masih kurang, tambahnya, disarankan untuk mengambil dari Pertamina, karena kuotanya masih melimpah.

"Sudah dikasih seratus persen, impor lagi sepuluh persen, seratus puluh persen. Mau nambah lagi, kita bilang ini tetangga masih punya banyak. Bukan, jangan sebentar-bentar impor," tegasnya.

Sebelumya diberitakan, Kementerian Energi ESDM tetap menyarankan Badan Usaha (BU) Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta tetap membeli bahan bakar minyak (BBM) murni atau base fuel dari Pertamina. Penyediaan BBM murni ini hanya berlangsung hingga akhir tahun 2025.

Sebenarnya saran itu sesuai dengan keputusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI serta arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia.

"Sesuai dengan arahan Menteri ESDM dan RDP DPR, kita untuk tahun 2025 tetap melanjutkan kolaborasi antara swasta dan Pertamina," katanya.

Laode melanjutkan, setidaknya ada tiga SPBU swasta yang tidak memiliki pilihan dan tetap membeli BBM murni ke Pertamina yaitu, Shell, BP-AKR, dan Vivo.

Namun, proses penyediaan BBM murni itu berdasarkan skema bisnis antar masing-masing badan usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Negara-negara yang BBM-nya Dicampur Etanol

Daftar Negara-negara yang BBM-nya Dicampur Etanol

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:15 WIB

Dinilai Tepat Sasaran, Pengamat Sebut Kebijakan Diskon Tarif Listrik Layak Dilanjut

Dinilai Tepat Sasaran, Pengamat Sebut Kebijakan Diskon Tarif Listrik Layak Dilanjut

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 09:28 WIB

Bahlil Jawab Kritikan DPR soal PP Minerba yang Tak Kunjung Terbit!

Bahlil Jawab Kritikan DPR soal PP Minerba yang Tak Kunjung Terbit!

Bisnis | Rabu, 08 Oktober 2025 | 08:39 WIB

Terkini

Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit

Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 17:48 WIB

Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas

Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 17:39 WIB

Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458

Pasar Saham RI Bergairah, IHSG Naik 2% Lebih ke Level 7.458

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:59 WIB

Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Pemerintah Indonesia dan Rusia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Investasi

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:44 WIB

Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste

Ekspansi Strategis BRI Group: Pegadaian Resmikan Kantor Cabang Luar Negeri Pertama di Timor Leste

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:43 WIB

Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura

Purbaya Bidik Potensi Bisnis FSU dan Bunkering, Klaim Bisa Saingi Malaysia dan Singapura

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:39 WIB

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya

Pajak Kripto Tembus Rp1,96 Triliun, Indodax Sumbang Hampir Setengahnya

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:27 WIB

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 16:14 WIB

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:24 WIB

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Menhub Ungkap Dampak ke RI Soal Penutupan Wilayah Udara China

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 15:02 WIB