Darurat Tekstil Nasional! Banjir Impor Murah Ancam 3,7 Juta Pekerja

Mohammad Fadil Djailani

Kamis, 09 Oktober 2025 | 08:19 WIB
Darurat Tekstil Nasional! Banjir Impor Murah Ancam 3,7 Juta Pekerja
Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional kini berada di ambang krisis. Foto Suara.com
baca 10 detik
  • Industri TPT nasional kini berada di ambang krisis.
  • Lonjakan impor, baik legal maupun ilegal, telah membuat neraca perdagangan anjlok tajam.
  • Sekretaris Jenderal APSyFI Farhan Aqil Syauqi mengungkapkan pertumbuhan impor produk tekstil terkini jauh lebih cepat dibandingkan ekspor. 

Suara.com - Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional kini berada di ambang krisis. Lonjakan impor, baik legal maupun ilegal, telah membuat neraca perdagangan anjlok tajam dan mengancam 3,7 juta tenaga kerja di sektor ini.

Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) pun mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan penyelamatan.

Sekretaris Jenderal APSyFI Farhan Aqil Syauqi mengungkapkan pertumbuhan impor produk tekstil terkini jauh lebih cepat dibandingkan ekspor. Akibatnya, neraca perdagangan tekstil dan produk tekstil (TPT) anjlok tajam dari sekitar USD6 miliar menjadi hanya USD2,4 miliar per 2024 lalu.

“Banyak fasilitas impor bahan baku seperti KITE, PLB, KB, hingga GB disalahgunakan untuk memasukkan barang jadi (finished goods). Akibatnya, pasar dalam negeri kini dibanjiri produk impor murah, terutama dari Tiongkok,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Ia menambahkan, perjanjian perdagangan bebas seperti ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) juga menjadi tantangan besar karena membuat produk asal Tiongkok masuk dengan harga jauh lebih murah, yang tentunya menekan daya saing produk lokal.

Menurutnya, kondisi ini telah menyebabkan pasar domestik dikuasai produk impor, sementara pertumbuhan impor justru tidak mendorong ekspor, melainkan menurunkan minat investasi di sektor TPT. Struktur industri pun menjadi timpang, karena barang hilir seperti kain jadi dan pakaian lebih banyak dipasok dari luar negeri, sedangkan industri hulu di dalam negeri kehilangan pasar.

Padahal industri TPT memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional, karena mampu menyerap sekitar 3,7 juta tenaga kerja langsung dengan nilai pasar domestik mencapai USD17 miliar dan perputaran bisnis hingga USD35 miliar. Secara global, Indonesia bahkan menduduki peringkat ke-5 dunia untuk kapasitas produksi polyester dan peringkat ke-2 untuk rayon, menandakan potensi besar jika dikelola dengan baik.

“Kalau kebijakan impor tetap longgar sementara industri hulu kita mati, tidak ada lagi masa depan bagi tekstil nasional,” tegas Farhan.

Oleh karenanya, pihaknya memaparkan strategi penguatan integrasi industri TPT sebagai langkah penyelamatan dan pembangunan berkelanjutan sektor ini. Terdapat tiga arah kebijakan utama, yakni penguatan regulasi perdagangan, peningkatan daya saing industri, dan kebijakan jangka menengah untuk kemandirian bahan baku.

baca juga

Terkait dengan penguatan regulasi perdagangan, APSyFI meminta agar seluruh produk TPT (HS 50-63) wajib memiliki izin impor (PI) dari Kementerian Perdagangan berdasarkan pertimbangan teknis (Pertek) dari Kementerian Perindustrian.

Namun APSyFI menekankan agar pemberian kuota impor pada Pertek dilakukan evaluasi secara menyeluruh, guna menghindari permainan dengan para importir, dengan pelaksanaannya dilakukan secara transparan. Selain itu, pengawasan SNI, K3L, dan label Bahasa Indonesia perlu dikembalikan ke border untuk memperkuat kontrol.

"Pemerintah juga diminta menegakkan aturan Anti Dumping, Anti Subsidi, dan Safeguard, serta memberantas impor ilegal dan menolak segala bentuk relaksasi impor," tutur dia.

Lalu untuk peningkatan daya saing dan integrasi industri, pihaknya mengusulkan harga gas industri maksimal USD6 per MMBTU, agar setara dengan kompetitor seperti India. Selain itu, APSyFI mendorong insentif pajak final bagi produk pakaian jadi, serta pembiayaan hijau dan murah bagi industri yang menggunakan bahan baku lokal atau daur ulang. "Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir," jelasnya.

Sementara perihal kebijakan jangka menengah, ia menekankan pentingnya kewajiban TKDN dan penerapan SNI di pasar domestik, penguatan merek lokal dan platform e-commerce nasional bagi IKM, serta percepatan transformasi hijau dan digital (industri 4.0).

"Upaya ini harus diiringi efisiensi logistik nasional, terutama di transportasi kereta dan pelabuhan, serta pengembangan industri petrokimia domestik untuk menjamin pasokan bahan baku strategis," terangnya.

Dengan strategi yang menyeluruh tersebut, APSyFI berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menata ulang kebijakan impor, memperkuat industri dari hulu ke hilir, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif. Pihaknya juga optimistis 85% pasar domestik akan dikuasai produk lokal, dengan kontribusi terhadap PDB naik dari 1,1% menjadi 2,6%, serta penyerapan tenaga kerja meningkat hingga 5,5% per tahun.

"Kami menargetkan pertumbuhan industri TPT sebesar 16,5% per tahun hingga 2035, dengan ekspor meningkat 9,7% per tahun dan impor ditekan hingga turun 26% dalam satu dekade," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

ESDM Gandeng P2MI, Ciptakan Pekerja Migran Energi yang TerlindungidanKompeten

ESDM Gandeng P2MI, Ciptakan Pekerja Migran Energi yang TerlindungidanKompeten

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 07:56 WIB

Harapan Akhir Tahun Pekerja Online, Rieke Minta Kado Spesial Perpres Perlindungan dari Prabowo

Harapan Akhir Tahun Pekerja Online, Rieke Minta Kado Spesial Perpres Perlindungan dari Prabowo

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:34 WIB

Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama

Revisi UU Ketenagakerjaan Jadi Kunci Nasib Pekerja Digital, Rieke Diah Pitaloka: Mari Kawal Bersama

News | Rabu, 08 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Terkini

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

IHSG Masih Betah di Zona Merah Jumat Pagi ke Level 5.090

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:15 WIB

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Telan Kekalahan Ketiga di Piala Dunia U-15 2026, Timnas Indonesia U-15 Dibantai Prancis

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:04 WIB

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

PPN Pembalut Bukan Aturan Baru, Lantas Mengapa Baru Ramai Dipersoalkan?

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Gas Impor dari Indonesia

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

Korban PHK Tabrak Porsche di Gading Serpong, Sikap Pemilik Mobil Mewah itu Bikin Shock

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Laba Emiten MARK Naik 46,1 Persen, Ini Pendorongnya

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:38 WIB

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Tone Up Gel Emina untuk Apa? Ini Manfaat, Kandungan, dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

Media Inggris Sorot Antam di Tambang Emas Nabire: Alam Terus-Terusan Dikeruk

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:29 WIB

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

5.040 Bendahara Koperasi Merah Putih Dilatih, Seberapa Siap Kelola Dana dan Bisnis Desa?

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:25 WIB

×