Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar

M Nurhadi

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:37 WIB
Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar
Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)
baca 10 detik
  • Laporan terbaru Bitwise menunjukkan jumlah perusahaan publik yang memegang Bitcoin melonjak hampir 40% dalam satu kuartal.
  • Total kepemilikan korporat kini melebihi US$117 miliar, menandakan keyakinan jangka panjang yang mendalam di tengah guncangan pasar.
  • Kondisi ini secara fundamental mengurangi pasokan yang tersedia di pasar terbuka.

Suara.com - Gelombang adopsi Bitcoin (BTC) di kalangan korporasi global dilaporkan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kini secara kolektif memegang aset digital ini senilai lebih dari US$117 miliar, sebuah angka yang mencerminkan 4,87% dari total pasokan Bitcoin yang beredar.

Dikutip via Binance, peningkatan adopsi ini didokumentasikan secara rinci dalam Laporan Adopsi Bitcoin Korporat Kuartal III oleh Bitwise Asset Management.

Laporan tersebut—mengutip data dari BitcoinTreasuries.NET—mengungkapkan lonjakan jumlah perusahaan publik yang memasukkan BTC ke dalam neraca mereka.

Jumlahnya melonjak hampir 40% hanya dalam satu kuartal, meningkat dari 124 perusahaan pada bulan Juni menjadi 172 perusahaan pada bulan September.

Kenaikan ini menandai masuknya 48 pendatang baru di ruang kas Bitcoin korporat antara Juli dan September.

Hunter Horsley, CEO Bitwise, menggambarkan angka-angka tersebut sebagai "sama sekali luar biasa."

Melalui unggahan di platform X, ia menegaskan sentimen pasar: "Orang-orang ingin memiliki Bitcoin. Perusahaan pun demikian.” Total kepemilikan Bitcoin korporat kini telah mencapai rekor US$117 miliar, meningkat 28% dari kuartal sebelumnya, mewakili lebih dari satu juta BTC. 

Para analis pasar melihat tren akumulasi ini sebagai bukti kuat dari keyakinan institusional yang semakin dalam, bahkan di tengah volatilitas harga kripto baru-baru ini.

baca juga

Rachael Lucas, seorang analis dari BTC Markets, menjelaskan bahwa akumulasi yang terus meningkat menunjukkan bahwa “Pemain Besar Semakin Bertaruh, Bukan Menghindar.”

Menurut Lucas, keputusan perusahaan-perusahaan ini bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan hasil dari pertimbangan strategis jangka panjang.

“Mereka membuat keputusan jangka panjang tentang aset digital sebagai bagian dari strategi kas mereka, bukan mengejar keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

Partisipasi masif ini, yang melibatkan perusahaan besar dan bahkan entitas berdaulat, secara efektif melegitimasi crypto sebagai kelas aset arus utama dan meletakkan dasar bagi inovasi keuangan baru di masa depan, mulai dari pinjaman berbasis Bitcoin hingga pasar derivatif.

MicroStrategy, yang dipimpin oleh Michael Saylor, tetap menjadi pemegang korporat terbesar, kini memiliki 640.250 BTC setelah pembelian terbarunya pada 6 Oktober.

Sementara itu, MARA Holdings, penambang crypto yang berbasis di AS, menempati peringkat kedua dengan kepemilikan 53.250 BTC setelah akuisisi terbarunya awal pekan ini.

Akumulasi korporat yang masif ini telah menciptakan ketidakseimbangan pasokan-permintaan yang signifikan di pasar. Edward Carroll, kepala pasar di MHC Digital Group, meyakini kondisi ini dapat memicu pertumbuhan harga jangka menengah.

"Lonjakan minat institusional kemungkinan akan memberi tekanan naik yang kuat pada Bitcoin dalam beberapa tahun mendatang,” kata Carroll.

Fakta di lapangan memperkuat narasi pasokan yang semakin ketat. Laporan dari River Financial menemukan bahwa, secara kolektif, bisnis mengakuisisi sekitar 1.755 BTC per hari, jauh melampaui produksi harian penambang yang hanya menghasilkan sekitar 900 BTC setiap hari.

Kondisi ini secara fundamental mengurangi pasokan yang tersedia di pasar terbuka.

Meskipun akumulasi terus meningkat, harga Bitcoin masih menunjukkan volatilitas. Saat penulisan, BTC diperdagangkan di sekitar US$112.410, setelah koreksi tajam yang dipicu oleh ketegangan perdagangan AS–China dan ketidakpastian makroekonomi global. 

Desclaimer: Redaksi hanya menyajikan kabar dan data. Keputusan dan risiko ada di tangan Anda. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:13 WIB

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 08:26 WIB

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:32 WIB

Terkini

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Jogja Run'nShine 2026 Bidik 3.500 Pelari, Ada Hadiah Umroh hingga Trip ke Turki

Sport | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:02 WIB

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

Guru Biologi Madrasah Didorong Kuasai Pembelajaran Berbasis Riset

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Profil Tim Danaskos Wasit Timnas Indonesia vs Vietnam, Akun IG Digembok

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:39 WIB

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Beli Mobil Mitsubishi di GIIAS 2026, Ada Promo Bunga 0 Persen dan DP Ringan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:29 WIB

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

RTV Cari 'The Next Star' Lewat Rajawali Junior League 2026, Ada Ismed Sofyan Juga Lho!

Entertainment | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:27 WIB

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Ramalan Keberuntungan Shio Babi Agustus 2026: Ada Peluang Cuan, Tapi Pantang Lakukan Hal Ini!

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:24 WIB

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

Jelang Muktamar ke-35, Gus Ipul Sebut 501 Cabang dan Wilayah NU Telah Masuk Daftar Peserta Sementara

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20 WIB

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

AION UT Black Resmi Melantai di GIIAS 2026 Sebagai Pilihan Mobil Listrik Bergaya Elegan

Otomotif | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:15 WIB

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

4 Pameran di JIExpo Hadirkan Tren Beauty, Kesehatan, hingga Tekstil Terbaru

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 21:13 WIB

×