Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.710.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 6.007,656
LQ45 597,448
Srikehati 291,253
JII 359,060
USD/IDR 17.916

Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar

M Nurhadi

Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:37 WIB
Kepemilikan Bitcoin Korporat Meledak 40 Persen, Sentuh Rekor US$117 Miliar
Ilustrasi Bitcoin (Unsplash)
  • Laporan terbaru Bitwise menunjukkan jumlah perusahaan publik yang memegang Bitcoin melonjak hampir 40% dalam satu kuartal.
  • Total kepemilikan korporat kini melebihi US$117 miliar, menandakan keyakinan jangka panjang yang mendalam di tengah guncangan pasar.
  • Kondisi ini secara fundamental mengurangi pasokan yang tersedia di pasar terbuka.

Suara.com - Gelombang adopsi Bitcoin (BTC) di kalangan korporasi global dilaporkan mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kini secara kolektif memegang aset digital ini senilai lebih dari US$117 miliar, sebuah angka yang mencerminkan 4,87% dari total pasokan Bitcoin yang beredar.

Dikutip via Binance, peningkatan adopsi ini didokumentasikan secara rinci dalam Laporan Adopsi Bitcoin Korporat Kuartal III oleh Bitwise Asset Management.

Laporan tersebut—mengutip data dari BitcoinTreasuries.NET—mengungkapkan lonjakan jumlah perusahaan publik yang memasukkan BTC ke dalam neraca mereka.

Jumlahnya melonjak hampir 40% hanya dalam satu kuartal, meningkat dari 124 perusahaan pada bulan Juni menjadi 172 perusahaan pada bulan September.

Kenaikan ini menandai masuknya 48 pendatang baru di ruang kas Bitcoin korporat antara Juli dan September.

Hunter Horsley, CEO Bitwise, menggambarkan angka-angka tersebut sebagai "sama sekali luar biasa."

Melalui unggahan di platform X, ia menegaskan sentimen pasar: "Orang-orang ingin memiliki Bitcoin. Perusahaan pun demikian.” Total kepemilikan Bitcoin korporat kini telah mencapai rekor US$117 miliar, meningkat 28% dari kuartal sebelumnya, mewakili lebih dari satu juta BTC. 

Para analis pasar melihat tren akumulasi ini sebagai bukti kuat dari keyakinan institusional yang semakin dalam, bahkan di tengah volatilitas harga kripto baru-baru ini.

Rachael Lucas, seorang analis dari BTC Markets, menjelaskan bahwa akumulasi yang terus meningkat menunjukkan bahwa “Pemain Besar Semakin Bertaruh, Bukan Menghindar.”

Menurut Lucas, keputusan perusahaan-perusahaan ini bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek, melainkan hasil dari pertimbangan strategis jangka panjang.

“Mereka membuat keputusan jangka panjang tentang aset digital sebagai bagian dari strategi kas mereka, bukan mengejar keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

Partisipasi masif ini, yang melibatkan perusahaan besar dan bahkan entitas berdaulat, secara efektif melegitimasi crypto sebagai kelas aset arus utama dan meletakkan dasar bagi inovasi keuangan baru di masa depan, mulai dari pinjaman berbasis Bitcoin hingga pasar derivatif.

MicroStrategy, yang dipimpin oleh Michael Saylor, tetap menjadi pemegang korporat terbesar, kini memiliki 640.250 BTC setelah pembelian terbarunya pada 6 Oktober.

Sementara itu, MARA Holdings, penambang crypto yang berbasis di AS, menempati peringkat kedua dengan kepemilikan 53.250 BTC setelah akuisisi terbarunya awal pekan ini.

Akumulasi korporat yang masif ini telah menciptakan ketidakseimbangan pasokan-permintaan yang signifikan di pasar. Edward Carroll, kepala pasar di MHC Digital Group, meyakini kondisi ini dapat memicu pertumbuhan harga jangka menengah.

"Lonjakan minat institusional kemungkinan akan memberi tekanan naik yang kuat pada Bitcoin dalam beberapa tahun mendatang,” kata Carroll.

Fakta di lapangan memperkuat narasi pasokan yang semakin ketat. Laporan dari River Financial menemukan bahwa, secara kolektif, bisnis mengakuisisi sekitar 1.755 BTC per hari, jauh melampaui produksi harian penambang yang hanya menghasilkan sekitar 900 BTC setiap hari.

Kondisi ini secara fundamental mengurangi pasokan yang tersedia di pasar terbuka.

Meskipun akumulasi terus meningkat, harga Bitcoin masih menunjukkan volatilitas. Saat penulisan, BTC diperdagangkan di sekitar US$112.410, setelah koreksi tajam yang dipicu oleh ketegangan perdagangan AS–China dan ketidakpastian makroekonomi global. 

Desclaimer: Redaksi hanya menyajikan kabar dan data. Keputusan dan risiko ada di tangan Anda. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Pasar Kripto Anklok Parah, Bitcoin Diprediksi Rebound Pasca Guncangan Tarif AS-China

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 10:13 WIB

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Trump Bikin Bitcoin Anjlok, Ini Penyebab dan Prediksi Harganya

Bisnis | Senin, 13 Oktober 2025 | 08:26 WIB

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Apa Itu XAUUSD dan Pengaruhnya Terhadap Harga Emas

Bisnis | Selasa, 07 Oktober 2025 | 16:32 WIB

Terkini

AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok

AS - Iran Sepakat Damai: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Anjlok

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:48 WIB

BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?

BBM di AS Turun Imbas Minyak Dunia Anjlok, Gimana Harga Pertamax?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:44 WIB

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini 15 Juni 2026: Antam, UBS, dan Galeri24

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:29 WIB

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

BI Bongkar Jamu Kuat yang Bikin Rupiah Perkasa, Bisa Jadi Daya Tarik Investor?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:13 WIB

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Viral Anggota DPRD Sindir Demo, Kekayaannya Disorot Netizen: LHKPN Hanya 99 Juta!

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 08:10 WIB

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Saham-saham BUMN Dilego Asing, Bagaimana Prospeknya Hari Ini?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:30 WIB

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Harga Minyak Mentah Terjun Bebas ke Level Terendah, Analis: Ekspektasi Oversupply

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:23 WIB

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

IHSG Diramal Menguat Terbatas, Cek Rekomendasi Saham yang Cuan untuk Diserok

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:16 WIB

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Harga Minyak Dunia Diprediksi Segera Turun, Goldman Sachs Ungkap Alasannya

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 07:06 WIB

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB