30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:05 WIB
30 Juta Cowok di China Jomblo, Mak Comblang Jadi Ladang Bisnis Cuan
Chen Yukun memutuskan menolak beberapa profil yang disarankan Jiang Ping, mak comblangnya. (CNA)
baca 10 detik
  • Biro jodoh di China kebanjiran klien akibat krisis ketersediaan pasangan bagi 30 juta pria.

  • Tingginya standar ekonomi dan ketimpangan gender menjadi penghambat utama pria China untuk menikah.

  • Tekanan tradisi keluarga terus membayangi para pria lajang di tengah perubahan norma sosial.

Suara.com - Layanan mak comblang profesional kini menjadi tumpuan utama bagi 30 juta pria lajang di China yang kesulitan menemukan pasangan hidup. Fenomena ini dipicu oleh besarnya ketimpangan demografi gender serta tingginya tuntutan standar finansial yang dipatok oleh kaum perempuan.

Penurunan angka pernikahan mencapai tingkat yang signifikan dengan hanya tersisa 6,76 juta pasangan tercatat pada 2025. Jumlah tersebut merosot hingga separuhnya dibandingkan data satu dekade lalu akibat imbas kebijakan satu anak di masa lalu.

Ketidakseimbangan populasi menyebabkan jumlah pria melebihi perempuan hingga selisih 30 juta jiwa di seluruh penjuru negeri. Kondisi ini membuat proses pencarian pasangan di pasar percomblangan menjadi sangat ketat dan penuh tekanan.

Ilustrasi biro jodoh di mal. [Suara.com/Syahda]
Ilustrasi biro jodoh di mal. [Suara.com/Syahda]

Para perempuan kini menetapkan kriteria calon suami yang terbilang berat, seperti kepemilikan apartemen bebas cicilan dan pekerjaan berpenghasilan stabil. Kegagalan memenuhi kriteria materi kerap membuat peluang pria muda langsung gugur sejak pertemuan pertama.

"Dulu, klien saling menghargai satu sama lain," kata mak comblang Sun Guanle, 54, dikutip dari CNA, Senin (3/8/2026).

"Sekarang semua mencari yang prospek masa depannya bagus. Semua mau menikah dengan yang statusnya lebih tinggi dan enggan berjuang hingga bertahun-tahun."

Selain kendala finansial, keterbatasan waktu bersosialisasi dan minimnya keahlian komunikasi turut menghambat para pria lajang. Biro jodoh modern hadir tidak sekadar mempertemukan kandidat, tetapi juga memberikan bimbingan intensif soal tata cara berkencan.

Kerap kali para agen perjodohan harus mengoreksi ekspektasi realistis klien pria yang terlalu menuntut kriteria fisik atau profesi tertentu. Intervensi psikologis ini dinilai krusial agar pencarian pasangan tidak berujung pada kegagalan berulang.

"Target dari pertemuan pertama adalah pertemuan lanjutan," ujar mak comblang Jiang Ping, 43.

baca juga

"Jangan habiskan empat atau lima jam di pertemuan pertama lalu berpikir sudah menemukan 'jodoh'. Dari pengalaman saya, koneksi seperti itu biasanya tidak berujung pada pertemuan lanjutan."

Meskipun opsi platform digital seperti siaran langsung mulai marak digunakan, norma sosial modern juga menciptakan pergeseran pandangan baru. Sebagian perempuan independen mulai memilih membesarkan anak tanpa status pernikahan formal seiring adanya dukungan regulasi pemerintah daerah.

Jiang Ping, yang juga memilih membesarkan anak secara mandiri tanpa menikah, menyampaikan pandangannya mengenai pergeseran ini.

"Pernikahan itu pilihan. Tidak semua orang harus menikah," katanya.

Di sisi lain, dorongan kultural untuk membentuk keluarga utuh tetap membebankan tekanan mental yang besar bagi pria lajang. Orang tua di wilayah pedesaan masih menganggap status pernikahan sebagai tolok ukur utama kesuksesan hidup seseorang.

"Di pedesaan, tempat kami berasal, semua orang harus menikah. ... Seberapa pun suksesnya karier seseorang, dia tidak akan pernah dianggap benar-benar sukses kalau belum menikah," kata ayah dari salah satu klien perjodohan.

Fenomena lonjakan permintaan jasa percomblangan di China merupakan imbas panjang dari kebijakan ketat satu anak yang diterapkan pemerintah selama beberapa dekade. Kebijakan tersebut melahirkan ketimpangan rasio gender ekstrem yang menempatkan puluhan juta pria pada posisi tidak menguntungkan dalam perburuan pasangan.

Pergeseran gaya hidup urban, jam kerja yang panjang, serta melambungnya biaya hidup semakin memperumit krisis pernikahan di negeri panda tersebut. Ditambah lagi dengan meningkatnya kemandirian finansial perempuan modern, institusi pernikahan tidak lagi dipandang sebagai sebuah keharusan mutlak bagi seluruh lapisan masyarakat China.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:04 WIB

Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?

Robot China 'Invasi' Industri Logistik di Inggris, Bagaimana Nasib Pekerja Manusia?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:52 WIB

Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika

Kelebihan Rudal QW-12 dan Rudal FN-16 Buatan China yang Dibeli Iran saat Perang dengan Amerika

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 15:24 WIB

Terkini

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

×