OJK Catat Nilai Kerugian dari Scam Capai Rp 7 Triliun

Achmad Fauzi

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:48 WIB
OJK Catat Nilai Kerugian dari Scam Capai Rp 7 Triliun
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi saat memberikan sambutan dalam Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Rita Mall, Purwokerto, Sabtu (18/10/2025). [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Kerugian scam jasa keuangan mencapai Rp7 triliun, OJK blokir rekening.

  • Modus scam tertinggi adalah penipuan belanja online dan penggunaan AI.

  • OJK fokus literasi keuangan cegah masyarakat jadi korban scam dan penipuan.

Suara.com - Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan nilai kerugian dari perilaku penipuan atau scam di jasa keuangan mencapai Rp 7 triliun.

Dari nilai kerugian itu, OJK juga telah memblokir rekening sebanyak 94.344 daan 487.378 rekening yang telah dilaporkan karena terindikasi scam.

"Dan ini masyarakat yang melapor sudah sangat banyak, hampir 300 ribu sejak ini didirikan tahun lalu," ujar Friderica dalam sambutannya di Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Rita Mall, Purwokerto, Sabtu (18/10/2025).

Ilustrasi aksi scammer. [Shutterstock]
Ilustrasi aksi scammer. [Shutterstock]

Kiki sapaan akrabnya menjelaskan, modus scam paling tinggi yaitu penipuan transaksi belanja online.

Ia menyebut, rerata korbannya adalah ibu-ibu yang tergiur dengan harga barang yang murah, namun barang yang diterima tidak sesuai.

"Dan ini banyak sekali modus-modus tadi ya, mengatas atau menggunakan AI, menyerupai diri seseorang gitu. Dan ini sangat mulai banyak sekali. Saya pun pernah mengalami di telepon teman yang tidak biasa menelpon gitu ya. Jadi saya sudah tahu itu scam, menggunakan AI, wajahnya sama, dengan ucapan yang sedikit berbeda memang," ucapnya.

Kiki merasa khawatir dengan pesatnya inova dan teknologi ini, modus scam akan berkembang dan makin banyak masyarakat yang menjadi korban.

Maka dari itu, OJK akan terus keliling ke daerah untuk memberikan pemahaman atau literasi soal jasa keuangan. Sehingga, banyak masyarakat yang melek dan tidak menjadi korban scam dengan berbagai modus.

Pasanya, Kiki melihat, dengan nilai kerugian scam itu, jika diinvestasikan atau disimpan di perbankan, maka akan ada perputaran ekonomi. Alhasil, menumbuhkan ekonomi dari bawah.

baca juga

"Jadi ini adalah PR kita semua, makanya hari ini kita melakukan kelihatan literasi inklusi, yang intinya adalah juga mengedukasi masyarakat, supaya pertama, terhindarkan dari berbagai skam dan menipuan, yang kedua, melakukan inklusi keuangan secara bertanggung jawab," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nama Haji Isam Dirikan Bursa Kripto, Ini Kata OJK

Nama Haji Isam Dirikan Bursa Kripto, Ini Kata OJK

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 13:30 WIB

Direstui OJK, BSI Miliki Dua Direksi Baru

Direstui OJK, BSI Miliki Dua Direksi Baru

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:36 WIB

Menkeu Purbaya Bakal Hapus Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta

Menkeu Purbaya Bakal Hapus Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Terkini

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

SULE-WM Lampaui Target, Pengelolaan Sampah Plastik Tembus 4.000 Ton

Sumut | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Perusahaan Biofarmasi Raih Predikat Tempat Kerja Terbaik Lima Tahun Berturut-Turut

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

Survei Voxpol Center: 63,3 Persen Responden Nilai Prabowo Mampu Jalankan Pemerintahan

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Klasemen Terbaru Super League: Persija Jakarta Nyaman di Puncak, Persib Bandung Terpuruk

Bola | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:15 WIB

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

5 Cara Menikmati Kesenangan Kecil Tanpa Boros, dari Ngopi hingga Streaming Musik

Lifestyle | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:07 WIB

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

Survei Voxpol Center: 63,1 Persen Publik Percaya Pemerintahan Prabowo - Gibran

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

Teuku Riefky Ingin Ekraf Indonesia Mendunia, Belajar dari Fenomena Aura Farming

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:56 WIB

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026

Surakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Bisa Dipakai Lari di Jalan Hingga Gunung, 6 Sepatu Terbaru Ortuseight Ini Layak Dilirik

Sport | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:37 WIB

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

333 Kebakaran Terjadi dalam Tiga Bulan di Kabupaten Bogor, 199 Kasus Melanda Lahan Terbuka

Bogor | Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×