Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.870.000
Beli Rp2.775.000
IHSG 7.559,380
LQ45 743,671
Srikehati 348,696
JII 519,691
USD/IDR 17.137

Siapa Pemilik Indonesia Investment Authority? Luhut Usul Dana Rp50 Triliun untuk INA

Ruth Meliana | Suara.com

Sabtu, 18 Oktober 2025 | 19:13 WIB
Siapa Pemilik Indonesia Investment Authority? Luhut Usul Dana Rp50 Triliun untuk INA
kolase Purbaya Yudhi Sadewa dan Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/kemensetneg.ri/luhut.pandjaitan)

Suara.com - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengusulkan supaya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengucurkan dana sebesar Rp50 triliun untuk Indonesia Investment Authority (INA). Adapun usulan suntikan dana Rp50 triliun untuk INA diminta dari Bank Indonesia.

Namun, apa itu sebenarnya Indonesia Investment Authority? Dan siapa pemilik Indonesia Investment Authority?

Luhut menjelaskan bahwa usulannya ini merupakan upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi, sama halnya ketika menaruh Rp200 triliun ke bank-bank BUMN. INA, sebagai Sovereign Wealth Fund (SWH), dinilai memiliki potensi menarik investasi asing dalam skala besar.

“Sovereign Wealth Fund kita ini kalau kira tarik investasi Rp50 triliun ke situ tiap tahun, dana yang tadi ada masih sisa di Bank Indonesia sebesar Rp491 triliun dari yang Rp200 triliun sudah ditaruh perbankan, itu kalau kita leverage bisa Rp1.000 triliun dalam lima tahun mendatang,” ujar Luhut di acara peringatan satu tahun pemerintahan Prabowo Gibran.

Lebih lanjut, kata Luhut, INA bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kedua bersama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

“Itu angka yang sangat besar yang jadi bagian nanti foreign direct investment ke Republik ini. Jadi kita punya 2 engine of growth ya menurut saya luar biasa. Satu INA tadi, satunya Danantara,” lanjut Luhut.

Siapa Pemilik Indonesia Investment Authority?

Ilustrasi ekonomi global. [Pixabay]
Ilustrasi ekonomi [Pixabay]

Indonesia Investment Authority (INA) adalah lembaga pengelola investasi milik negara atau sovereign wealth fund resmi milik Pemerintah Republik Indonesia.

INA dibentuk pada Desember 2020 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2020.

Lembaga ini beroperasi secara independen, tetapi tetap berada di bawah pengawasan negara dengan sistem tata kelola yang profesional dan transparan.

Kepemilikan INA sepenuhnya berada di tangan negara, yang berarti juga milik rakyat Indonesia. Struktur organisasinya terdiri dari Dewan Pengawas dan Dewan Direksi. Hal ini memastikan pengelolaan dana dilakukan secara efisien dan akuntabel.

INA berperan penting dalam memperkuat perekonomian nasional melalui pengelolaan investasi strategis di berbagai sektor prioritas, seperti infrastruktur, energi hijau, logistik, kesehatan, dan digitalisasi.

Apa Manfaat Indonesia Investment Authority untuk Ekonomi?

ilustrasi ekonomi (freepik)
ilustrasi ekonomi (freepik)

1. Menarik investor asing dan modal internasional

INA menjadi jembatan antara pemerintah dan investor global untuk menyalurkan dana ke sektor-sektor strategis.

Melalui kerja sama dengan lembaga investasi dunia, INA mampu menghadirkan modal asing, teknologi, dan pengalaman internasional ke dalam pembangunan nasional.

Sejak berdiri, lembaga ini telah merealisasikan investasi bernilai puluhan triliun rupiah di berbagai proyek strategis.

2. Mendorong pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas dalam negeri

Salah satu fokus utama INA adalah mendukung pembangunan infrastruktur nasional. Proyek seperti jalan tol, pelabuhan, pusat data berskala besar, serta fasilitas kesehatan modern menjadi bagian dari prioritas investasi.

Melalui kolaborasi dengan mitra strategis, INA berperan dalam mempercepat pembangunan fisik dan teknologi yang dibutuhkan Indonesia untuk bersaing di tingkat global.

Selain itu, INA juga berkontribusi dalam transformasi menuju ekonomi hijau melalui pendanaan energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan.

Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membantu Indonesia mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam yang tidak berkelanjutan.

3. Mengurangi beban APBN dan memperkuat pembiayaan pembangunan

Dengan kehadiran INA, pemerintah memiliki alternatif pendanaan di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dana dari investor global yang dikelola INA membantu membiayai proyek besar tanpa menambah utang publik.

Skema co-investment yang digunakan memungkinkan pemerintah tetap memiliki kendali strategis atas aset nasional, sambil membuka akses pada sumber modal swasta.

Langkah ini membuat pembiayaan pembangunan menjadi lebih efisien dan berkelanjutan. Pemerintah dapat fokus pada kebijakan publik, sementara INA mengelola dana investasi untuk proyek yang berdampak ekonomi tinggi. Dengan begitu, Indonesia dapat mempercepat pertumbuhan tanpa memperberat beban fiskal negara.

4. Meningkatkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan

INA tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dampak sosial yang lebih luas. Investasi yang dilakukan diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan mendorong alih teknologi.

Misalnya, melalui investasi di sektor digital dan kesehatan, INA turut memperkuat fondasi ekonomi masa depan yang berbasis inovasi.

Pendekatan berkelanjutan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif. Dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola, INA berperan sebagai lembaga investasi modern yang mendukung transformasi ekonomi nasional secara menyeluruh.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan? Buka-bukaan soal Polemik Utang Whoosh Rp119,35 Triliun

Berapa Kekayaan Luhut Binsar Pandjaitan? Buka-bukaan soal Polemik Utang Whoosh Rp119,35 Triliun

Lifestyle | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 18:46 WIB

Luhut Minta Rp50 Triliun Kas Negara untuk INA, Menkeu Purbaya Balas Menohok: Mereka Banyak Uang

Luhut Minta Rp50 Triliun Kas Negara untuk INA, Menkeu Purbaya Balas Menohok: Mereka Banyak Uang

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:00 WIB

Danantara-INA Suntik Dana untuk Pabrik Bahan Baku Industri Hilir Nikel Milik TPIA

Danantara-INA Suntik Dana untuk Pabrik Bahan Baku Industri Hilir Nikel Milik TPIA

Bisnis | Selasa, 17 Juni 2025 | 18:29 WIB

Terkini

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bedah Saham SIDO, Emiten Tanpa Hutang: Bakal Meroket atau Stagnan?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:06 WIB

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Cerita Purbaya Tolak Bantuan Utang IMF & World Bank 30 Miliar USD, Klaim APBN Kuat Berlapis-lapis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 13:00 WIB

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

IHSG Masih Tengkurep di Level 7.544, Sentimen Global Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:46 WIB

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Purbaya Curhat Bobrok Birokrasi Kemenkeu: Tugas Tak Dikerjakan, Digeser Baru Nangis

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 12:26 WIB

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Purbaya Ungkap Syarat Jika Mau Targetkan Indonesia Emas 2045

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:52 WIB

Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol

Transformasi Digital Hutama Karya: Command Center & Aplikasi Baru Percepat Penanganan Insiden Tol

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:50 WIB

Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI

Tiru Selat Hormuz, Purbaya Mau Kapal Lewat Selat Malaka Bayar ke RI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:43 WIB

Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam

Tindakan Nyata di Hari Bumi, Pegadaian Luncurkan PURE Movement: Ajak Karyawan Daur Ulang Seragam

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:33 WIB

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata

TelkomGroup Borong Tiga Penghargaan Apresiasi Konektivitas Digital 2026: Komitmen Akses Merata

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 11:00 WIB

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Kokoh sebagai Mitra Strategis Pemerintah, Bank Mandiri Capai Laba Bersih Rp15,4 T di Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 10:47 WIB