Luhut Minta Rp50 Triliun Kas Negara untuk INA, Menkeu Purbaya Balas Menohok: Mereka Banyak Uang

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 17 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Luhut Minta Rp50 Triliun Kas Negara untuk INA, Menkeu Purbaya Balas Menohok: Mereka Banyak Uang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan (Instagram/kemensetneg.ri/luhut.pandjaitan)
baca 10 detik
  • Luhut meminta agar pemerintah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp50 triliun per tahun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk memperkuat Indonesia Investment Authority (INA).
  • Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara terbuka merespons usulan tersebut dengan keraguan.
  • Purbaya mempertanyakan urgensi penambahan dana sebesar itu, dan menilai INA masih banyak uang yang menganggur.

Suara.com - Usulan ambisius dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, agar pemerintah mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp50 triliun per tahun dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) untuk memperkuat Indonesia Investment Authority (INA) tampaknya belum mendapat lampu hijau dari Kementerian Keuangan.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara terbuka merespons usulan tersebut dengan keraguan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima proposal resmi dari INA. Bahkan, Purbaya menyoroti adanya dana di INA yang belum dimanfaatkan secara optimal.

"Saya lihat nanti INA-nya mau ngomongin seperti apa proposalnya. Saya sih belum lihat sampai sekarang," ungkap Purbaya, usai acara 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (16/10/2025).

Purbaya mempertanyakan urgensi penambahan dana sebesar itu, mengingat Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia tersebut dinilai masih memiliki likuiditas yang cukup.

"INA juga kayaknya masih banyak uang nganggur juga. INA juga sepertinya banyak uang yang belum dioptimalkan juga. Kalau saya kasih begitu, makin banyak yang anggur," tuturnya dengan nada skeptis.

Sang Bendahara Negara juga khawatir jika dana tambahan tersebut nantinya hanya berakhir sebagai penempatan dalam instrumen obligasi atau pos investasi pasif lainnya, tanpa memiliki dampak langsung yang jelas bagi perekonomian nasional.

Sebelumnya, Luhut menekankan peran sentral INA dalam menarik investasi asing berskala besar (Foreign Direct Investment/FDI). Luhut mengusulkan agar dana Rp50 triliun per tahun itu diambil dari sisa anggaran pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia.

Luhut optimistis, dana ini akan menjadi katalis utama. "Kalau kita tarik investasi Rp50 triliun ke situ tiap tahun... itu kalau kita leverage (ungkit) itu bisa Rp1.000 triliun dalam 5 tahun ke depan," ujar Luhut.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uang Pemda Nganggur Tembus Rp254 Triliun! Menkeu Purbaya Pusing: Pada Protes Dipotong

Uang Pemda Nganggur Tembus Rp254 Triliun! Menkeu Purbaya Pusing: Pada Protes Dipotong

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:34 WIB

Menkeu Purbaya Bakal Hapus Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta

Menkeu Purbaya Bakal Hapus Kredit Macet di Bawah Rp1 Juta

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:07 WIB

Luhut Buka Suara Soal Lobi-lobi China Soal Utang Kereta Cepat: Saya Terima Sudah Busuk!

Luhut Buka Suara Soal Lobi-lobi China Soal Utang Kereta Cepat: Saya Terima Sudah Busuk!

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 07:59 WIB

Terkini

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 08:48 WIB

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 08:44 WIB

Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo

Menlu RI soal Kunjungan PM Xanana Gusmao ke Rumah Jokowi di Solo

News | Sabtu, 05 September 2026 | 08:34 WIB

Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh

Spek Xiaomi Pad 9 Pro Bocor: Tablet Flagship Usung Chipset Snapdragon 8 Gen 5 dan Baterai 11.000 mAh

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 08:30 WIB

Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot

Impor Garam Ditargetkan Setop 2029, Produksi Nasional Digenjot

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 08:30 WIB

AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan

AI Makin Haus Data, XLSMART Suntik Rp20 Triliun untuk Perkuat Jaringan

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 08:29 WIB

6 HP Murah Chipset Snapdragon, Harga Mulai Rp1 Jutaan per September 2026

6 HP Murah Chipset Snapdragon, Harga Mulai Rp1 Jutaan per September 2026

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 08:29 WIB

Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!

Polisi Tangkap Pria di Blora Terkait Hilangnya Mozza, Pengakuan Pelaku Bikin Merinding!

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 08:13 WIB

×