Produsen Sebut Tarif Cukai Tinggi Beri Celah Dominasi Rokok Ilegal

Achmad Fauzi

Selasa, 21 Oktober 2025 | 08:16 WIB
Produsen Sebut Tarif Cukai Tinggi Beri Celah Dominasi Rokok Ilegal
Rokok ilegal yang diselundupkan tanpa pita cukai. [Ist]
baca 10 detik
  • Tidak naik cukai 2026 disambut positif industri tembakau untuk pemulihan.

  • Keputusan cukai dianggap harmonis berkat komunikasi baik pemerintah dan industri.

  • Moratorium cukai dipercaya mampu menekan peredaran rokok ilegal di pasar.

Suara.com - Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2026 terus mendapat sambutan positif dari kalangan industri.

Sejumlah asosiasi pelaku usaha, seperti Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia (Gappri) dan Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo), menilai kebijakan tersebut bisa menjadi momentum pemulihan bagi industri hasil tembakau (IHT) sekaligus menekan peredaran rokok ilegal.

Sekretaris Jenderal Gappri, Willem Petrus Riwu, menyebut keputusan Menteri Keuangan menunjukkan komunikasi yang baik antara pemerintah dan pelaku industri.

"Jadi saat ini bagus, Menteri Keuangan sama industri ini kelihatannya sudah harmonis untuk membawa ke arah perlindungan," ujarnya seperti dikutip, Selasa (21/10/2025).

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bandar Lampung menggagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 1.100.600 batang. [ANTARA]
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Bandar Lampung menggagalkan pengiriman rokok ilegal sebanyak 1.100.600 batang. [ANTARA]

Sementara, Ketua Umum Gaprindo, Benny Wachjudi, menyebut kebijakan ini sejalan dengan aspirasi pelaku industri yang telah lama mendorong moratorium tarif cukai selama tiga tahun.

"Kami sangat mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Bapak Purbaya, bahwa tidak ada kenaikan cukai dan mungkin juga harga jual eceran (HJE). Itu sejalan dengan surat kami ke Menteri Keuangan untuk melakukan moratorium kenaikan cukai rokok," jelasnya.

Lebih jauh, Benny menegaskan bahwa moratorium tidak hanya soal tarif, tetapi juga menyangkut pengendalian rokok ilegal. Menurutnya, kenaikan tarif yang berlebihan justru membuka peluang lebih besar bagi rokok ilegal untuk menguasai pasar.

"Kalau misalnya cukainya naik terus, kita selalu kalah sama (rokok) ilegal. Karena ilegal tidak membayar cukai sama sekali, enggak bayar pajak PPN, enggak bayar pajak daerah," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Kerenggangan Purbaya-Luhut Panas, Tak Saling Tegur Sapa Saat Sidang Kabinet

Isu Kerenggangan Purbaya-Luhut Panas, Tak Saling Tegur Sapa Saat Sidang Kabinet

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:08 WIB

Menkeu Purbaya Tolak Usul Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen

Menkeu Purbaya Tolak Usul Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 17:37 WIB

Kata Purbaya saat Ditanya Fund Manajer Rencana PPN Turun Lagi ke 10 Persen

Kata Purbaya saat Ditanya Fund Manajer Rencana PPN Turun Lagi ke 10 Persen

Bisnis | Senin, 20 Oktober 2025 | 16:46 WIB

Terkini

Enam Bandara Lumpuh akibat Abu Anak Krakatau, Kertajati hingga Juanda Disiapkan Jadi Alternatif

Enam Bandara Lumpuh akibat Abu Anak Krakatau, Kertajati hingga Juanda Disiapkan Jadi Alternatif

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 16:13 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan 6 Bandara Diperpanjang 4 Jam

Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penutupan 6 Bandara Diperpanjang 4 Jam

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 16:10 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, PM Malaysia Titip Pesan ke Jokowi Ucap Solidaritas

Gunung Anak Krakatau Erupsi, PM Malaysia Titip Pesan ke Jokowi Ucap Solidaritas

News | Minggu, 06 September 2026 | 16:06 WIB

5 Parfum Citrus Woody Terbaik: Wangi Segar dengan Sentuhan Kayu yang Elegan

5 Parfum Citrus Woody Terbaik: Wangi Segar dengan Sentuhan Kayu yang Elegan

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 16:05 WIB

Spesifikasi Masker Terbaik untuk Melindungi Anak dari Abu Abrasif Anak Krakatau

Spesifikasi Masker Terbaik untuk Melindungi Anak dari Abu Abrasif Anak Krakatau

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 15:58 WIB

Selesai Erupsi 25 Jam Tanpa Henti, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Selesai Erupsi 25 Jam Tanpa Henti, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 15:56 WIB

Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang

Berburu Kuliner Legendaris di Batam: Kelezatan Mie Tarempa dan Luti Gendang

Your Say | Minggu, 06 September 2026 | 15:51 WIB

Para Artis Ungkap Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau: Semoga Allah Lindungi Kita

Para Artis Ungkap Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau: Semoga Allah Lindungi Kita

Entertainment | Minggu, 06 September 2026 | 15:50 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Kemenhub Tutup 6 Bandara akibat Abu Vulkanik

Erupsi Anak Krakatau, Kemenhub Tutup 6 Bandara akibat Abu Vulkanik

News | Minggu, 06 September 2026 | 15:46 WIB

Erupsi Anak Krakatau, Terpantau Antrean Kendaraan Barang di Pelabuhan Merak

Erupsi Anak Krakatau, Terpantau Antrean Kendaraan Barang di Pelabuhan Merak

Banten | Minggu, 06 September 2026 | 15:44 WIB

×