Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.765.000
Beli Rp2.635.000
IHSG 5.594,765
LQ45 557,746
Srikehati 272,472
JII 338,801
USD/IDR 18.035

Bank Indonesia Diramal Bakal Turunkan Suku Bunga Jadi 4,5 Persen

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 22 Oktober 2025 | 08:08 WIB
Bank Indonesia Diramal Bakal Turunkan Suku Bunga Jadi 4,5 Persen
Ilustrasi Bank Indonesia [Antara]
  • BI diperkirakan akan memangkas suku bunga 25 bps menjadi 4,5%.

  • Inflasi inti stabil dan cadangan devisa kuat mendukung pelonggaran.

  • Namun, BI bisa jeda karena ketidakpastian arah kebijakan The Fed

Suara.com - Bank Indonesia (BI) diramal bakal memangkas suku bunganya pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar 22-23 Oktober 2025.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, suku bunga bakal dipangkas 25 bps menjadi 4,5 persen. Hal ini dikarenakan meningkatkan tekanan di pasar.

"Kami memproyeksikan RDG BI bulan ini cenderung mempertimbangkan untuk kembali memangkas BI Rate sebesar 25 bps ke 4,50 persen, meskipun ruang untuk jeda masih terbuka bila tekanan pasar keuangan kembali meningkat menjelang keputusan The Fed," katanya saat dihubungi Suara.com, Rabu (23/10/2025).

Menurut dia, tingkat kebijakan saat ini berada jauh di atas inflasi inti yang relatif stabil sehingga suku bunga riil tetap tinggi. Dengan selisih lebih dari dua terhadap perkiraan inflasi inti tahun depan.

"Ruang pelonggaran masih tersedia tanpa mengorbankan tujuan menjaga daya beli," ujar Josua Pardede.

Kata dia, kenaikan inflasi pada September terutama berasal dari kelompok pangan yang bergejolak.

Sedangkan, inflasi inti tidak menunjukkan lonjakan, sehingga risiko harga dari sisi permintaan masih terkendali.

"Dari sisi pertumbuhan, transmisi pelonggaran mulai terasa melalui perbaikan likuiditas perbankan setelah penempatan dana pemerintah, yang membantu bank menurunkan ketergantungan pada dana mahal," bebernya.

Namun, sinyal kegiatan domestik belum kuat karena kepercayaan konsumen pada September turun ke titik terendah hampir empat tahun.

Kombinasi kebutuhan mendorong pemulihan permintaan dengan tetap menjaga kehati-hatian membuat pilihan pemangkasan terukur tampak logis, alih-alih menunggu terlalu lama hingga siklus kredit benar-benar berbalik. Stabilitas nilai tukar menjadi penentu.

Tekanan di pasar valas pada September ternyata relatif terkendali walau terjadi arus keluar portofolio dalam negeri yang mencapai rekor era pascapandemi.

Ada tiga penyangga utama yang menjelaskan kenapa pelemahan rupiah tidak sedalam episode sebelumnya.

Pertama, surplus perdagangan bahan baku melebar didorong kenaikan ekspor minyak sawit dan logam, sehingga pasokan valas di pasar spot bertambah.

Kedua, intervensi BI yang lebih terdiversifikasi, tidak hanya di pasar spot tetapi juga melalui transaksi lindung nilai di dalam dan luar negeri, membantu meredam gejolak.

Ketiga, faktor revaluasi cadangan sejalan dengan pergerakan imbal hasil obligasi Amerika, penguatan euro, dan kenaikan harga emas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Meloyo, Ini Jurus Jitu BI, OJK, dan Bank Tingkatkan Pasar Keuangan

Rupiah Meloyo, Ini Jurus Jitu BI, OJK, dan Bank Tingkatkan Pasar Keuangan

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 12:05 WIB

Sepekan Kemarin Asing Bawa Kabur Dananya Rp 2,71 Triliun dari RI, Gara-Gara Ketidakpastian Global

Sepekan Kemarin Asing Bawa Kabur Dananya Rp 2,71 Triliun dari RI, Gara-Gara Ketidakpastian Global

Bisnis | Senin, 29 September 2025 | 08:59 WIB

Menkeu Purbaya Bantah Perintah Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas

Menkeu Purbaya Bantah Perintah Himbara Naikkan Bunga Deposito Valas

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 15:35 WIB

Risiko dan Peluang Pemangkasan Suku Bunga saat Tekanan Inflasi masih Berlangsung

Risiko dan Peluang Pemangkasan Suku Bunga saat Tekanan Inflasi masih Berlangsung

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 15:35 WIB

Rupiah Semakin Loyo di Jumat Pagi

Rupiah Semakin Loyo di Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:14 WIB

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Akankah Dolar AS Tembus Rp17.000?

Bisnis | Jum'at, 26 September 2025 | 10:12 WIB

Terkini

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:44 WIB

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Disorot Pemeringkat Internasional, Purbaya Klaim MBG dan Koperasi Tak Bebani Fiskal

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:46 WIB

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

1.108 Agen BRILink Jangkau Desa-desa di Klaten, Perputaran Uang Tembus Rp1,13 Triliun

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 17:37 WIB

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Tekan Beban Bunga Utang, BI Akan Naikkan Remunerasi Dana Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 15:11 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Dasco Ungkap 'Dua Jurus Pamungkas' Kuatkan Rupiah yang Disepakati Gubernur BI dan Menkeu Purbaya

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:48 WIB

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Menkeu Purbaya Tegaskan Rupiah Stabil Bisa Ringankan Beban Pedagang Tahu Tempe dan Rumah Tangga

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:20 WIB

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Nama Chatib Basri Muncul di Tengah Tekanan Rupiah, Istana Tegaskan Tak Ada Reshuffle

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 11:09 WIB