Pelototi Pedagang, Pemerintah Dirikan Satgas Pengendalian Harga Beras

Achmad Fauzi

Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:44 WIB
Pelototi Pedagang, Pemerintah Dirikan Satgas Pengendalian Harga Beras
Ilustrasi harga beras di Pasar Klandasan, Balikpapan. [Ist]
baca 10 detik
  • Pemerintah bentuk Satgas Beras awasi harga sesuai Harga Eceran Tertinggi.

  • Satgas ini segera turun atasi harga tinggi khususnya Maluku dan Papua.

  • Pemerintah berkomitmen jaga harga beras, petani untung, NTP juga tinggi.

Suara.com - Pemerintah mendirikan Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras. Satgas ini berguna untuk mengawasi agar harga beras sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Satgas ini terdiri dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan kementerian/lembaga

Menteri Pertanian (Mentan)/Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut, beras merupakan pangan pokok strategis yang mengandung nilai subsidi pemerintah yang besar, sehingga harga di tingkat konsumen harus dapat dikendalikan dengan baik dan benar.

"Harga beras sudah turun dari 514 kabupaten kota seluruh Indonesia, terakhir kita pantau tinggal 59 kabupaten kota. Paling terakhir kemarin itu tinggal 20 kabupaten kota. Terutama di Zona 3 (Maluku dan Papua)," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).

Stok beras di salah satu retail modern di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kosong. Hanya ada stok beras SPHP. Kamis (11/9-2025).ANTARA/Nirkomala.
Stok beras di salah satu retail modern di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, kosong. Hanya ada stok beras SPHP. Kamis (11/9-2025).ANTARA/Nirkomala.

Berdasarkan, data harga beras dari Badan Pusat Statistik, sampai minggu kedua Oktober 2025, terdapat 59 kabupaten/kota di 21 provinsi yang masih mengalami fluktuasi harga beras.

Beberapa kabupaten/kota yang masih mencatatkan persentase tinggi antara lain Kabupaten Intan Jaya 6,96 persen, Kabupaten Bima 4,74 persen, Kabupaten Barito Timur 4,08 persen, Kabupaten Pulang Pisang 3,54 persen, dan Kabupaten Landak 2,80 persen.

"Kami sudah turunkan tim. Berangkat hari ini. Berangkat ke titik-titik yang harganya tinggi. Kami berangkatkan tim Satgas. Langsung turun ke daerah. Harga di konsumen tidak boleh tinggi karena beras ini ada subsidi oleh negara Rp 150 triliun, sehingga harus dijaga. Kalau ini bermasalah, negara bermasalah," kata Amran.

Adapun Satgas Pengendalian Harga Beras Tahun 2025 dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025 tanggal 20 Oktober 2025.

Dalam beleid ini ditetapkan susunan keanggotaan yang terdiri dari pengarah sampai pelaksana di 38 provinsi. Untuk setiap daerah akan dikoordinasikan oleh Satgas Pangan Polri Daerah.

baca juga

Secara ringkas, pelaksanaan pengawasan berupa identifikasi usaha dan pemeriksaan harga yang menyasar ke produsen, distributor, toko besar, dan ritel modern. Jika harga beras telah sesuai HET, maka diberikan tanda patuh. 

Namun jika melebihi HET, diberikan surat teguran tertulis dengan penyesuaian waktu selama 1 minggu. Perum Bulog pun diminta melakukan intervensi dengan stok beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Lebih lanjut, Amran memastikan, pemerintah berkomitmen menjaga harga beras mulai dari hulu sampai hilir. Selain harga di masyarakat sebagai konsumen, harga di petani pun tidak boleh ada penurunan. Ini karena kesejahteraan petani menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

"Arahan Bapak Presiden itu jelas, jaga petani kita tetap untung. Untuk itu, kesejahteraan petani naik, saat ini tertinggi dalam sejarah. NTP ( Nilai Tukar Petani) sekarang capai 124,26. Sementara target Bapak Presiden ke kami adalah 110," imbuh Amran.

BPS mencatat, NTP di September 2025 berada di level yang tertinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. NTP September 2025 ini juga masih lebih tinggi dibandingkan dengan NTP tertinggi di 2024 lalu yang pernah berada di 122,78 pada Desember 2024.

Sementara, secara subsektor, NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) di September 2025 juga menjadi titik kulminasi di tahun ini dengan raihan 113,95. Ini menjadi indeks NTPP tertinggi sejak April 2024. Kenaikan ini disebut andil dari kelompok padi sebesar 0,09 persen dan kelompok palawija, termasuk jagung, sebesar 1,10 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah, Diisi Airlangga hingga Purbaya

Prabowo Bentuk Satgas Percepatan Program Strategis Pemerintah, Diisi Airlangga hingga Purbaya

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:36 WIB

Menkeu Purbaya Sebut Urusan Perut Tak Pernah Bohong, Buktinya Pak Harto Bisa Bertahan 32 Tahun

Menkeu Purbaya Sebut Urusan Perut Tak Pernah Bohong, Buktinya Pak Harto Bisa Bertahan 32 Tahun

Bisnis | Selasa, 21 Oktober 2025 | 12:31 WIB

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Mentan Dapat Instruksi dari Presiden Prabowo untuk Revitalisasi Pabrik Pupuk

Bisnis | Jum'at, 17 Oktober 2025 | 09:05 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×