APPRI Dorong Kesiapan Praktisi Humas Menghadapi Teknologi AI Menuju Indonesia Emas 2045

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 23 Oktober 2025 | 14:40 WIB
APPRI Dorong Kesiapan Praktisi Humas Menghadapi Teknologi AI Menuju Indonesia Emas 2045
Para pembicara dalam lokakarya Masterclass AI bertajuk “Membangun Masa Depan Strategi Komunikasi Menggunakan AI”. (Dok: IDCOMM)

Suara.com - Pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah serius untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Artificial Inteligence (AI). Bahkan saat ini, pemerintah tengah menyusun peta jalan AI nasional agar pengembangan dan pemanfaatannya bisa dilakukan lebih terarah agar Indonesia bisa mandiri mengelola AI.

Peta jalan ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pengembangan teknologi AI yang bisa mendukung penciptaan inovasi sekaligus melakukan mitigasi atas risiko yang ada.

Kontribusi ekonomi yang dihasilkan adopsi teknologi AI di Indonesia diperkirakan mencapai USD 366 miliar atau sekitar 12 persen dari total Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2030. Perkiraan ini tentunya sejalan dengan perkembangan adopsi AI secara global yang saat ini sudah mencapai 56 persen dan generative.

AI diperkirakan telah menyumbang sebesar USD 4,4 triliun per tahun kepada perekonomian global. Sayangnya, Indonesia saat ini masih menduduki peringkat 46 dari 62 negara pada Global AI index tahun 2023 karena infrastruktur digital yang dianggap masih rendah .

Melihat perkembangan terkini terkait AI, Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) bekerja sama dengan AI Centre of Excellence (ACE) - Ardent Communications Filipina menyelenggarakan lokakarya Masterclass AI bertajuk “Membangun Masa Depan Strategi Komunikasi Menggunakan AI”, yang bertempat di Kompas Institute, Jakarta.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital membuka kegiatan ini dan dalam pidatonya menyampaikan bahwa jurnalisme dan public relations sepenuhnya terdampak oleh penggunaan AI karena keduanya pada area komunikasi yang sama.

“Baik jurnalisme dan public relations bekerja untuk menyampaikan narasi komunikasi. Kalau jurnalisme kepada publik, praktisi kehumasan bekerja secara terarah dan sesuai sasaran audiens-nya namun sama-sama menyampaikan narasi komunikasi dan membutuhkan semua kemampuan manusiawi yang kita miliki. Terkait dengan teknologi AI, masa depan komunikasi bukan hanya ditentukan oleh teknologi tapi juga bagaimana kita sebagai manusia mampu mengendalikannya. Dan kesuksesan praktisi public relations di masa depan akan ditentukan oleh seberapa mahir kita menggunakan AI sebagai penguat strategis dan seberapa teguh kita memegang standar etika dan kemanusiaan,” katanya.

Ketua Umum APPRI 2024-2027, Sari Soegondo mengapresiasi kesigapan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan AI demi tata kelola layanan publik yang lebih efektif dan efisien, termasuk menetapkan strategi pemanfaatan kecerdasan buatan nasional dalam lima sektor prioritas, yaitu layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan talenta, pengembangan kota pintar, dan keamanan pangan .

Selain menunjukkan besarnya komitmen pemerintah dalam transformasi digital terkait pemanfaatan AI, hal ini juga menunjukkan betapa luasnya kesempatan PR dari berbagai sektor untuk memberikan dukungan. Karena itu, kebangkitan AI merupakan titik transisi penting yang bisa menentukan bagaimana praktisi humas bekerja ke depannya.

“Mungkin masih terdapat banyak pertanyaan, keraguan, bahkan ketakutan, akan bagaimana kita bisa menggunakan AI dengan tepat dan apakah kita dapat menciptakan hasil yang diharapkan. Terdapat pula banyak pemikiran apakah hal-hal yang kita lakukan dengan AI adalah etis, bertanggungjawab, positif dan efektif mencapai tujuan. Kegiatan kali ini diharapkan bisa menjawab sejumlah pertanyaan tersebut sehingga pelaku komunikasi bisa menggunakan AI secara efektif dan sebijaksana mungkin, agar manajemen kerja dan keluaran kerja kita lebih kompetitif. Ini merupakan wujud dari semangat APPRI untuk terus mengasah diri dan meningkatkan kompetensi kerja, dalam suasana kolaborasi bersama rekan-rekan organisasi serumpun yang lain,” katanya.

Sementara Dr. Hemant Gaule, seorang praktisi PR yang menyampaikan sejumlah poin pembahasan antara lain bahwa pemanfaatan AI dilakukan bukan untuk menghasilkan produk akhir. Hemant bahkan memberikan contoh untuk menempatkan AI layaknya praktisi PR, mengandalkan intern untuk sejumlah pekerjaan yang dilakukannya, sehingga perlu pengawasan lebih jauh dan revisi ketat sebelum menyerahkannya ke klien.

Selain itu, Hemant juga mengingatkan untuk senantiasa mengajarkan nilai-nilai penting kemanusiaan kepada AI agar hasil akhirnya bisa mengandung nilai-nilai tersebut. Karena itu, ia pun menekankan untuk senantiasa berbicara atau melakukan prompt menggunakan bahasa manusia. Menurutnya, cara terbaik dalam mendidik AI untuk melakukan apa yang diminta adalah membayangkan diri sebagai seorang pemimpin baik yang memberikan instruksi ke anak buahnya. Dengan demikian, hasilnya pun diharapkan bisa mendekati apa yang diinginkan.

Peserta lokakarya ini terdiri para praktisi PR dari perusahaan PR anggota APPRI, perwakilan pengurus dan anggota organisasi kehumasan antara lain dari Ikatan Pranata Humas (IPRA Humas), Forum Humas BUMN (FH BUMN), Himpunan Humas Hotel (H3I), Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI), Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM), serta akademisi dari Universitas Multimedia Nusantara (UMN), dan media. Kegiatan ini juga didukung oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). ***

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Solid: Investasi Tembus Rp1.434 T, Konsumsi Tetap Kuat

Menko Airlangga Sebut Ekonomi Indonesia Solid: Investasi Tembus Rp1.434 T, Konsumsi Tetap Kuat

Bisnis | Kamis, 30 Oktober 2025 | 08:07 WIB

Menkeu Purbaya Pamer Topi '8%' Sambil Lempar Bola Panas: Target Presiden, Bukan Saya!

Menkeu Purbaya Pamer Topi '8%' Sambil Lempar Bola Panas: Target Presiden, Bukan Saya!

Bisnis | Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:19 WIB

Ada Demo Ribut-ribut di Agustus, Menkeu Purbaya Pesimistis Kondisi Ekonomi Kuartal III

Ada Demo Ribut-ribut di Agustus, Menkeu Purbaya Pesimistis Kondisi Ekonomi Kuartal III

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 17:09 WIB

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi Q3 2025 Lambat, Tapi Warga Mulai Percaya Prabowo

Purbaya Akui Pertumbuhan Ekonomi Q3 2025 Lambat, Tapi Warga Mulai Percaya Prabowo

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 16:51 WIB

Empowering Indonesia Report 2025: AI Berdaulat Jadi Fondasi Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas 2045

Empowering Indonesia Report 2025: AI Berdaulat Jadi Fondasi Pertumbuhan Menuju Indonesia Emas 2045

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:18 WIB

BSI Siapkan 5 Strategi UMKM Naik Kelas

BSI Siapkan 5 Strategi UMKM Naik Kelas

Bisnis | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:41 WIB

Terkini

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Tol Cipali Mulai Sterilisasi One Way Arus Balik Lebaran, Cek Jadwal dan Rutenya

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 15:19 WIB

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Mentan: Stok dan Harga Pangan Stabil saat Lebaran

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:59 WIB

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Eddy Soeparno: WFH Setelah Lebaran Bisa Pangkas Konsumsi BBM Secara Signifikan

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Kemenhub Catat Lonjakan 8,58 Persen Pemudik dengan Angkutan Umum, Kereta Masih Jadi Favorit

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:50 WIB

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Mengapa Harga Emas Turun di Tengah Kemelut Perang di Timur Tengah?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:35 WIB

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Kendaraan Menuju Puncak Padat, 50.000 Mobil Lalui Tol Jagorawi

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:15 WIB

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Pengamat: WFH 1 Hari Memang Tekan Subsidi BBM, Tapi Banyak Pihak Jadi Korban

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 12:00 WIB

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Harga Emas Dunia Mulai Turun, Waktunya Beli Banyak Logam Mulia?

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 11:46 WIB

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Ini 8 Rest Area Tol Cipali yang Bisa Dipakai Saat Arus Balik Lebaran 2026

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:55 WIB

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Penumpang Kereta Api Membludak, Okupansi Tembus 150,7%

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 10:16 WIB