Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.740.000
Beli Rp2.605.000
IHSG 5.746,648
LQ45 569,322
Srikehati 278,381
JII 347,610
USD/IDR 18.136

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:08 WIB
BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya
Ilustrasi Rupiah. [Shutterstock]
  • Uang beredar (M2) pada September 2025 tumbuh 8,0% (yoy) menjadi Rp9.771,3 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya.

  • Kenaikan M2 dipicu oleh pertumbuhan M1, uang kuasi, dan penempatan dana pemerintah di perbankan.

  • Aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan kepada pemerintah pusat turut mendorong peningkatan likuiditas perekonomian

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada September 2025 tumbuh lebih tinggi.

Rinciannya, pertumbuhan M2 pada September 2025 sebesar 8,0 persen (yoy).

Angka itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Agustus 2025 sebesar 7,6 persen (yoy) sehingga tercatat Rp 9.771,3 triliun.

Direktur Eksekutif Komunikasi BI Ramdan Denny mengatakan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 10,7 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 6,2 persen (yoy).

Adapun, penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah di perbankan mendorong kenaikan jumlah uang beredar.

"Perkembangan M2 pada September 2025 dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih, penyaluran kredit, dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus)," katanya dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Kata dia, aktiva luar negeri bersih pada September 2025 tumbuh sebesar 12,6 persen (yoy).

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 10,7 persen (yoy).

Sehingga, tercatat sebesar Rp 2.085,3 triliun.

"Penyaluran kredit pada September 2025 tumbuh 7,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit pada bulan sebelumnya sebesar 7,0 persen (yoy)," katanya.

Selain itu, tagihan bersih kepada Pempus tumbuh sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Agustus 2025 sebesar 5,0 persen (yoy).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tumbuh Melambat, Begini Langkah Bank Indonesia Kelola Utang Luar Negeri Indonesia

Tumbuh Melambat, Begini Langkah Bank Indonesia Kelola Utang Luar Negeri Indonesia

Bisnis | Kamis, 16 Oktober 2025 | 08:10 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak, Tembus Rp 7.160 Triliun

Utang Luar Negeri Indonesia Makin Bengkak, Tembus Rp 7.160 Triliun

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 13:11 WIB

Bakal Diguyur Uang Likuiditas, Menkeu Tunggu Kesiapan BPD

Bakal Diguyur Uang Likuiditas, Menkeu Tunggu Kesiapan BPD

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 07:39 WIB

Modal Asing Rp 6,43 Triliun Masuk Deras ke Dalam Negeri Pada Pekan Ini, Paling Banyak ke SBN

Modal Asing Rp 6,43 Triliun Masuk Deras ke Dalam Negeri Pada Pekan Ini, Paling Banyak ke SBN

Bisnis | Sabtu, 11 Oktober 2025 | 18:32 WIB

Bank Indonesia : Penjualan Eceran Diramal Meningkat, Ini Faktor Pendorongnya

Bank Indonesia : Penjualan Eceran Diramal Meningkat, Ini Faktor Pendorongnya

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 11:32 WIB

Survei BI: Keyakinan Konsumen Menurun, Cari Kerja Jadi Makin Sulit

Survei BI: Keyakinan Konsumen Menurun, Cari Kerja Jadi Makin Sulit

Bisnis | Kamis, 09 Oktober 2025 | 08:13 WIB

Terkini

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Perkokoh Sinergi Ekosistem Syariah, Pegadaian - Bank Syariah Nasional Kolaborasi Pendanaan & Digital

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:39 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Rupiah Menguat ke Level Rp17.908 per Dolar AS Paling Perkasa di Asia

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:33 WIB

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Dibuka Loyo IHSG Justru Kembali Bangkit Pagi Ini, Cermati Saham BMRI

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:17 WIB

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisa Pertimbangkan Beli, Harga Emas Antam turun Lagi Jadi Rp2,71 Juta/Gram

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 09:04 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Harga Emas Antam Hari Ini Turun! Cek Update Harga UBS dan Galeri24 di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:59 WIB

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Kenaikan Harga Pertamax Sudah Atas Izin Mas Bahlil 'Ganteng'

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:54 WIB

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bos OJK Beberkan Pendorong IHSG Mulai Rebound, Ini Obat Kuatnya

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:51 WIB

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Chatib Basri Sorot Efisiensi Anggaran MBG: Harus Lebih Efisien Lagi

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:36 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

BI Naikkan Suku Bunga Mendadak, Masihkah Aman Investasi di Saham Bank?

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:15 WIB

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Harga Pertamax Nyaris Rp 17.000, Pertamina Anggap Sudah Wajar

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 08:13 WIB