Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 24 Oktober 2025 | 17:59 WIB
Prabowo Minta DHE Ditinjau Ulang, BI: Bagus Untuk Dukung Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia mengatakan kebijakan Devisa Hasil Ekspor atau DHE berdampak positif. Foto: Uang dolar Amerika Serikat. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya mengatakan progres DHE berjalan baik, baik dari sisi dampak terhadap devisa di pasar, maupun pada instrumen operasi moneter valas.
  • Tingkat kepatuhan eksportir dalam menyimpan DHE SDA pada rekening khusus (reksus) sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 95 persen.
  • DHE belum serta merta meningkatkan cadangan devisa nasional.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) mengklaim pengelolaan devisa hasil ekspor atau DHE memiliki progres yang positif, demikian disampaikan Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya.

Hal itu disampaikan Juli menanggapi pertanyaan wartawan soal permintaan Presiden Prabowo untuk meninjau ulang kebijakan DHE, yang mewajibkan eksportir sektor pertambangan (kecuali migas), perkebunan, kehutanan, dan perikanan untuk menempatkan 100 persen devisa hasil ekspor dalam rekening di bank nasional selama 12 bulan.

"Yang ingin saya tekankan, progresnya tetap berjalan baik. Baik dari sisi dampak terhadap devisa di pasar, maupun pada instrumen operasi moneter valas BI," kata Juli di Bukittinggi, Sumatera Barat pada Jumat (24/10/2025).

"Kami berharap kebijakan ini konsisten mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta memperkuat cadangan devisa kita," ujarnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, pada Rabu (24/10/2025), mengatakan tingkat kepatuhan eksportir dalam menyimpan DHE SDA pada rekening khusus (reksus) sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 95 persen.

Dari total penempatan dana di reksus tersebut, mayoritas atau sekitar 78,2 persen digunakan eksportir untuk mengonversi valas ke rupiah. Langkah konversi ini yang mendorong penambahan pasokan dolar di pasar valas domestik.

“Tapi intinya, untuk PP DHE, saya rasa sejauh ini eksportir sudah menjalankan sesuai yang diamanahkan,” kata Destry.

Meski demikian Destry mengungkapkan DHE belum serta merta meningkatkan cadangan devisa nasional.

“Penambahan valas itu tidak langsung serta-merta akan meningkatkan cadangan devisa kita. Kenapa? Karena valas itu justru dipakai untuk menambah suplai valas di pasar valas domestik,” terang dia.

baca juga

Presiden Prabowo sebelumnya meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau ulang kebijakan DHE, yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2025.

Hal itu diungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat terbatas yang digelar di rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan pada 16 Oktober 2025 lalu.

"Bapak Presiden menghendaki untuk kita terus-menerus melakukan review terhadap peraturan-peraturan yang berkenaan dengan masalah keuangan kita, termasuk di dalamnya tentang aturan devisa hasil ekspor," kata Prasetyo.

Adapun posisi cadangan devisa Indonesia mencapai 148,7 miliar dolar AS per September 2025. Jumlah ini mengalami penyusutan sebesar 2 miliar dolar AS dari sebelumnya 150,7 miliar dolar AS pada Agustus 2025.

BI memastikan cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Destry mencatat, dalam dua bulan terakhir terjadi outflow yang cukup besar, sehingga bank sentral perlu menggunakan sebagian cadangan devisa untuk melakukan intervensi di pasar valas.

Tekanan terhadap cadangan devisa tersebut juga dipengaruhi oleh pembayaran dividen, repatriasi keuntungan investor asing, serta pelunasan pinjaman luar negeri.

Pada kesempatan yang sama, dalam pemaparannya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa peningkatan konversi valas ke rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan DHE SDA turut mendukung tetap terkendalinya nilai tukar rupiah.

Rupiah sempat melemah pada September 2025 sebesar 1,05 persen point to point (ptp) dibandingkan dengan level pada akhir Agustus 2025 sejalan dengan ketidakpastian yang cukup tinggi.

Guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, BI pun menempuh langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar spot dan pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Menurut bank sentral, respons kebijakan ini memberikan hasil positif, tercermin dari perkembangan rupiah yang kembali menguat pada Oktober 2025.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

BI: Uang Beredar Tembus Rp 9.771,3 Triliun, Ini Faktornya

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 11:08 WIB

Bank Indonesia Gebrak Pasar Korea! QRIS Jadi Andalan Transaksi

Bank Indonesia Gebrak Pasar Korea! QRIS Jadi Andalan Transaksi

Bisnis | Jum'at, 24 Oktober 2025 | 08:06 WIB

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

BI Buka Ruang Turunkan Suku Bunga, Ini Alasannya

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 08:48 WIB

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bos BI : Bank Masih Lamban Turunkan Bunga Kredit

Bisnis | Kamis, 23 Oktober 2025 | 07:46 WIB

Modal Asing Kabur Rp87 Triliun Bikin Rupiah Meriang, Bos BI Buka Suara

Modal Asing Kabur Rp87 Triliun Bikin Rupiah Meriang, Bos BI Buka Suara

Bisnis | Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:20 WIB

Terkini

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:11 WIB

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:10 WIB

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:08 WIB

×