Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 14 September 2026 | 20:52 WIB
Warga Rempang Pertanyakan Urgensi Sekolah Merah Putih: yang Sudah Ada Saja Kekurangan Murid!
Pengurus Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, Felisia Sopia mengadu ke Komnas Perempuan terkait dugaan intimidasi, kekerasan, dan diskriminasi. [Suara.com/Lilis]
baca 10 detik
  • Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu mempertanyakan pembangunan Sekolah Merah Putih di Pulau Rempang karena dinilai tidak mendesak.
  • Warga mengadukan dugaan kekerasan terhadap perempuan dalam penggusuran lahan adat ke Komnas Perempuan.
  • Masyarakat adat meminta pemerintah menghentikan penggunaan tanah ulayat yang belum selesai secara hukum untuk proyek pembangunan.

Suara.com - Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Pulau Rempang, Batam, Kepulauan Riau, dipertanyakan masyarakat adat setempat. Mereka menilai pembangunan sekolah tersebut tidak mendesak karena di Pulau Rempang sudah terdapat 22 sekolah negeri dan satu sekolah swasta.

Pengurus Aliansi Masyarakat Rempang Galang Bersatu, Felisia Sopia, juga mempersoalkan penggunaan tanah adat ulayat untuk pembangunan sekolah tersebut.

"Kemanakah sekolah-sekolah ini jika dibangun Sekolah Terintegrasi Merah Putih itu? Sedangkan saat ini untuk sekolah-sekolah itu saja masih kekurangan murid. Kenapa harus ditambahkan sekolah lagi?" tutur Sopia usai audiensi dengan Komnas Perempuan di Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sopia mengatakan pembangunan sekolah tersebut juga diwarnai dugaan kekerasan terhadap perempuan dalam proses penggusuran lahan. Persoalan itu menjadi salah satu yang diadukan masyarakat adat kepada Komnas Perempuan.

"Kami dari masyarakat adat Pulau Rempang datang ke Komnas Perempuan ingin mengadukan bahwa kekerasan terhadap perempuan itu kembali terjadi di Pulau Rempang" katanya.

Menurut Sopia, masyarakat juga belum mendapatkan sosialisasi yang memadai mengenai pembangunan sekolah tersebut.

Ia menyebut penggusuran lahan telah dilakukan sebelum masyarakat memperoleh penjelasan mengenai pembangunan maupun analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).

"Lahannya digusur duluan baru terbitlah surat kepada perangkat desa seperti RT dan RW untuk pemanggilan dan juga diajak untuk sosialisasi amdal. Tetapi itu telah dilakukan penggusuran terlebih dahulu," ungkapnya.

Sopia menegaskan masyarakat tidak bermaksud menghambat pembangunan sekolah.
Mereka hanya meminta pemerintah tidak menggunakan tanah adat ulayat yang status hukumnya belum selesai.

baca juga

Menurutnya, lahan yang terdampak berada di Kampung Pantai Melayu. Warga kemudian berupaya mencegah alat berat masuk ke lahan adat ulayat yang mereka pertahankan.

"Bukan kami mau menghambat, tetapi kami ingin mencegah supaya ini jangan dilakukan penggusuran dulu. Karena tanah adat ulayat ini belum clean and clear," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Warga Rempang Tak Tolak Sekolah, Tapi Menolak Pembangunan di Atas Lahan Sengketa

Warga Rempang Tak Tolak Sekolah, Tapi Menolak Pembangunan di Atas Lahan Sengketa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:42 WIB

LBH Pekanbaru Ungkap Dugaan 'Sekolah Merah Putih' Jadi Kedok Kriminalisasi di Rempang

LBH Pekanbaru Ungkap Dugaan 'Sekolah Merah Putih' Jadi Kedok Kriminalisasi di Rempang

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:49 WIB

Terkini

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Viral Atlet Silat Kejang di Porprov Jateng, Wasit Dinilai Belum Berpengalaman

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×